Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Defisit APBN, Tarik Utang Baru, dan Bantah Rumor Resign di Tengah Tekanan IHSG
Blog Berita daikin-diid – 06 Juni 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan data keuangan negara hingga Mei 2026 serta menanggapi beragam spekulasi pasar. Dalam konferensi pers APBN KiTA pada 5 Juni 2026, ia menegaskan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar Rp180,4 triliun, atau 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini muncul bersamaan dengan realisasi pembiayaan APBN yang mencapai Rp379,4 triliun, dimana utang baru senilai Rp386 triliun sudah ditarik untuk menutup kesenjangan fiskal.
Pembiayaan non‑utang justru menunjukkan angka negatif Rp6,5 triliun, menandakan adanya selisih antara target dan realisasi yang masih harus diatasi. Purbaya menegaskan bahwa kebutuhan pembiayaan tetap berjalan normal, dengan keseimbangan premier sebesar Rp58,6 triliun yang mencerminkan surplus primer yang masih kuat.
| Komponen | Realisasi (triliun Rp) | Persentase terhadap Target |
|---|---|---|
| Defisit APBN | 180,4 | 0,70 % PDB |
| Pendapatan Negara | 1.185 | 37,6 % target Rp3.153,6 |
| Belanja Negara | 1.365,4 | 35,5 % target Rp3.842,7 |
| Pembiayaan Utang | 386 | 46,4 % target Rp832,2 |
| Pembiayaan Non‑utang | -6,5 | -4,4 % target -143,1 |
Angka-angka tersebut diiringi dengan komentar Purbaya bahwa realisasi pembiayaan tetap selaras dengan rencana meski pasar keuangan global tengah mengalami ketidakpastian. Ia menambahkan, “Pembiayaan saya berlangsung normal, karena keseimbangan premiernya Rp58,6 triliun. Sampai sekarang pembiayaan anggarannya mencapai Rp379,4 triliun.”
Namun, tidak hanya data keuangan yang menjadi fokus. Pasar modal Indonesia mengalami tekanan berkelanjutan, terutama pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus berada di zona merah. Purbaya menanggapi kekhawatiran investor dengan menegaskan bahwa persepsi negatif terhadap kesehatan fiskal pemerintah merupakan faktor utama penurunan IHSG. Ia mengingatkan bahwa defisit APBN kuartal pertama hanya 0,9 % PDB, jauh di bawah ambang batas aman 3 % yang diatur undang‑undang.
Di samping itu, Purbaya harus meluruskan beragam rumor yang beredar di media. Salah satunya adalah tudingan bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan. Pada 4 Juni 2026, dalam sebuah wawancara di Kompleks Parlemen, ia menolak keras spekulasi tersebut, menyatakan, “Saya sukanya maju, bukan mundur. Rumor itu hanyalah gosip yang disebarkan untuk mengguncang sentimen pasar.” Ia menambahkan bahwa tidak ada rencana reshuffle kabinet yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Isu lain yang sempat mengemuka adalah penggunaan dana pribadi Presiden Prabowo Subianto untuk menutup sebagian biaya perjalanan dinas. Purbaya menegaskan bahwa penjelasan resmi telah diberikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan bahwa semua kebutuhan perjalanan Presiden pada dasarnya sudah dianggarkan dalam APBN sesuai PMK No 66/2020. “Saya tidak dapat menjawab pertanyaan lebih detail karena kami mengacu pada pernyataan Pak Teddy. Penggunaan dana pribadi bukan hal yang melanggar aturan selama tidak menyimpang dari regulasi,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam batas aman, meski tekanan eksternal dan spekulasi politik terus menguji stabilitas pasar. Ia menekankan komitmen untuk melanjutkan kebijakan fiskal yang prudent, menarik utang baru secara terukur, serta menjaga kepercayaan investor dengan transparansi data keuangan.
Kesimpulannya, defisit APBN yang masih berada di bawah 1 % PDB, penarikan utang baru sebesar Rp386 triliun, serta surplus primer Rp58,6 triliun menandakan bahwa pemerintah memiliki ruang manuver fiskal yang cukup untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Meskipun IHSG berada di zona merah dan rumor politik terus bermunculan, Menteri Keuangan Purbaya tetap optimis bahwa kebijakan yang dijalankan akan menjaga stabilitas ekonomi makro dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.