Penumpang Ryanair Selamat dari Insiden Jendela Pecah di Ketinggian 20.000 Kaki: Kisah Menegangkan di Atas Awan
Blog Berita daikin-diid – 12 Juli 2026 | Pada Jumat pagi, 10 Juli 2026, sebuah penerbangan Ryanair yang dioperasikan oleh anak perusahaan Malta Air mengalami insiden mengerikan ketika sebuah jendela kabin terlepas di ketinggian sekitar 6.100 meter (20.000 kaki). Penumpang berusia 61 tahun asal Serbia, Ljubiša Karović, hampir tersedot keluar pesawat akibat kehilangan tekanan kabin yang tiba‑tiba. Beruntung, istrinya, Svetlana Grković, berhasil menahan kakinya selama beberapa menit hingga penumpang lain membantu menariknya kembali ke dalam kabin.
Penerbangan tersebut berangkat dari Bandara Thessaloniki (SKG), Yunani, menuju Memmingen (FMM), Jerman, dengan waktu lepas landas 05.55 waktu setempat. Sekitar satu jam setelah lepas landas, pilot mendeteksi masalah pada mesin kanan, yang kemudian diketahui mengalami kegagalan pada salah satu baling baling (fan‑blade) CFM56‑7B. Potongan baling yang terlepas meluncur ke dalam badan pesawat dan menabrak jendela akrilik di sisi kabin, menyebabkan jendela terlepas dan menimbulkan dekompresi mendadak.
Ketika jendela pecah, penumpang yang duduk di sebelahnya – Ljubiša Karović – terhisap sebagian tubuhnya ke luar pesawat. Ia masih mengenakan sabuk pengaman, yang membantu menahan sebagian tubuhnya, namun kepalanya dan bahu hampir sepenuhnya berada di luar kabin. Svetlana Grković, yang duduk di kursi bersebrangan, segera memegang kaki suaminya dengan kuat. Menurut saksi, ia menahan kaki Ljubiša selama hampir lima menit sampai penumpang lain berhasil membantu menariknya kembali ke dalam pesawat.
Selama insiden, masker oksigen secara otomatis turun dari langit-langit, menandakan penurunan tekanan kabin. Penumpang lain melaporkan bau bahan bakar yang kuat dan suara keras saat baling mesin terlepas. Setelah kejadian, pilot memutuskan untuk kembali ke Thessaloniki dan melakukan pendaratan darurat. Pesawat mendarat dengan selamat, tanpa cedera serius selain Luka bakar gesekan pada Ljubiša yang dirawat di rumah sakit setempat.
Ryanair mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pesawat kembali ke Thessaloniki dengan selamat, satu penumpang menerima bantuan medis, dan penerbangan pengganti diatur untuk melanjutkan perjalanan ke Memmingen pada pukul 09.53 waktu setempat. Perusahaan menegaskan komitmen terhadap keselamatan penumpang dan menyatakan bahwa investigasi bersama otoritas penerbangan Makedonia Utara, badan keselamatan penerbangan Yunani, serta NTSB Amerika Serikat akan segera dilakukan.
- Waktu kejadian: 10 Juli 2026, pukul 05.55 (lepas landas)
- Rute: Thessaloniki – Memmingen
- Jenis pesawat: Boeing 737‑800 (operated by Malta Air)
- Mesin: CFM International CFM56‑7B, kanan
- Penyebab awal: Kegagalan baling mesin (fan‑blade) yang menabrak jendela kabin
- Korban: Ljubiša Karović, 61 tahun, Serbia – luka bakar gesekan, dirawat di rumah sakit Thessaloniki
- Respon: Pendaratan darurat, masker oksigen turun, bantuan medis diberikan, penerbangan pengganti disiapkan
Insiden ini mengingatkan kembali akan risiko dekompresi mendadak yang dapat terjadi pada pesawat komersial, terutama ketika komponen mesin mengalami kerusakan struktural. Kasus serupa pernah terjadi pada Southwest Airlines Flight 1380 pada tahun 2018, di mana kegagalan baling mesin pada Boeing 737‑700 menimbulkan kerusakan pada jendela kabin dan menewaskan satu penumpang. Penyelidikan mendatang diharapkan dapat mengidentifikasi apakah ada faktor keausan, kesalahan pemeliharaan, atau cacat manufaktur pada baling mesin CFM56‑7B yang terlibat.
Para ahli penerbangan menekankan pentingnya inspeksi rutin pada baling mesin, terutama pada pesawat yang berusia lebih dari satu dekade. Mereka juga menyoroti peran penting sabuk pengaman dalam mencegah penumpang terlepas sepenuhnya dari kursi selama dekompresi, serta nilai pelatihan kru dalam menangani situasi darurat secara cepat.
Untuk penumpang Ryanair, kejadian ini menjadi pengalaman yang mengerikan namun menguatkan kepercayaan pada prosedur keselamatan maskapai. Svetlana Grković, yang kini menjadi saksi utama, mengatakan bahwa keberanian dan kerja sama penumpang lain menyelamatkan nyawa suaminya. “Saya hanya melakukan apa yang wajar, memegang kaki suami saya dan menunggu bantuan,” ujarnya dalam wawancara singkat.
Dengan investigasi yang sedang berlangsung, pihak berwenang diharapkan akan merilis rekomendasi keselamatan tambahan, termasuk potensi peninjauan ulang desain jendela akrilik pada Boeing 737‑800 serta prosedur inspeksi baling mesin pada armada yang lebih luas.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi maskapai, regulator, dan penumpang bahwa keselamatan penerbangan selalu menjadi prioritas utama, dan bahwa tindakan cepat serta solidaritas di atas pesawat dapat membuat perbedaan antara nyawa dan tragedi.