Ronda Rousey Tundukkan Gina Carano dalam 17 Detik, Kedua Bintang MMA Raup Jutaan Dollar
Blog Berita daikin-diid – 19 Mei 2026 | Sabtu malam yang menegangkan di Intuit Dome, Inglewood, California, menjadi saksi sejarah baru dalam dunia mixed martial arts (MMA). Pertarungan utama yang disiarkan secara langsung oleh Netflix menampilkan Ronda Rousey melawan Gina Carano, dua ikon perempuan yang pernah mengukir jejak kuat dalam olahraga ini. Rousey mengakhiri pertarungan hanya dalam 17 detik dengan melakukan armbar, menjadikan kemenangan tersebut tidak hanya cepat, tetapi juga simbolik bagi karirnya yang kini resmi berakhir.
Keberhasilan Rousey di arena tersebut tidak lepas dari fakta bahwa ia memasuki pertarungan dengan cedera pada pergelangan kaki. Setelah kemenangan, Rousey mengaku bahwa ia mengalami keseleo cukup parah dua setengah minggu sebelum laga. Meski demikian, ia menegaskan semangat juangnya dengan menahan rasa sakit dan tetap melancarkan serangan agresif sejak bel pertama. “Saya tidak pernah mundur dari pertarungan karena cedera,” ujar Rousey dalam konferensi pers pasca‑pertandingan, menegaskan tekadnya untuk menutup karir MMA dengan cara yang berkesan.
Sementara Rousey menikmati panggung akhir karirnya, Carano mengekspresikan kebanggaannya kembali ke sangkar setelah 17 tahun absen. Ia menyatakan bahwa meski hanya 17 detik di dalam oktagon, kehadirannya di sana sudah merupakan kemenangan pribadi. “Saya merasa sangat siap, saya sangat senang dapat kembali ke dalam sangkar,” kata Carano kepada wartawan setelah pertandingan, menambah nuansa emosional pada peristiwa tersebut.
Selain sorotan kompetitif, pertarungan ini juga menjadi catatan penting dalam aspek finansial olahraga. Laporan resmi yang dirilis oleh Front Office Sports mengungkapkan rincian pembayaran kepada para petarung. Rousey menerima bayaran tertinggi sebesar $2,2 juta, diikuti oleh Francis Ngannou dengan $1,5 juta, dan Carano dengan $1,05 juta. Nate Diaz dan Mike Perry masing‑masing memperoleh $500.000 dan $400.000, sementara Jason Jackson mendapatkan $110.000. Angka-angka tersebut belum termasuk potensi pendapatan tambahan dari hak siar, penjualan tiket, atau bonus khusus, sehingga total kompensasi kedua bintang utama kemungkinan jauh melampaui angka yang diumumkan.
Keberhasilan finansial ini menegaskan pergeseran ekonomi dalam MMA, terutama bagi petarung perempuan. Sebagai catatan, Forbes melaporkan bahwa kedua wanita tersebut menjadi salah satu pasangan petarung berbayar tertinggi dalam sejarah olahraga bela diri. Rousey, yang kini mengumumkan pensiun, menyatakan rencananya untuk memperbanyak anak bersama suaminya, Travis Browne, dan kemungkinan pindah ke Hawaii untuk memulai babak baru dalam kehidupannya.
Perspektif historis juga menjadi bagian penting dari narasi ini. Carano, yang pada awal 2000‑an bersama Julie Kedzie menampilkan pertarungan wanita pertama yang disiarkan di Showtime, serta berkolaborasi dengan Cris Cyborg dalam pertarungan utama Strikeforce pada 2009, dianggap sebagai pionir yang membuka jalan bagi generasi petarung wanita. Rousey, di sisi lain, mempopulerkan MMA wanita melalui dominasi di divisi bantamweight UFC dan menginspirasi jutaan penonton global.
Berikut rangkuman singkat mengenai pembayaran dan hasil pertarungan:
- Ronda Rousey: $2,2 juta (kemenangan 17 detik, armbar)
- Gina Carano: $1,05 juta (kekalahan, debut kembali setelah 17 tahun)
- Francis Ngannou: $1,5 juta (KO pertama)
- Nate Diaz: $500 ribu (menang lewat doctor stoppage)
- Mike Perry: $400 ribu (menang atas Diaz)
Kesimpulannya, pertarungan antara Ronda Rousey dan Gina Carano bukan sekadar duel singkat, melainkan simbol transisi era dalam MMA. Di satu sisi, Rousey menutup lembaran karirnya dengan cara yang dramatis meski harus melawan cedera. Di sisi lain, Carano membuktikan bahwa kembali ke arena setelah hampir dua dekade masih memungkinkan, sekaligus menambah catatan sejarah tentang pembayaran tertinggi bagi petarung perempuan. Peristiwa ini juga menegaskan kekuatan platform streaming seperti Netflix dalam memperluas jangkauan MMA ke penonton global, serta menandai langkah signifikan dalam evolusi ekonomi olahraga bela diri modern.