Raúl Jiménez Gagal Bawa Meksiko, Namun Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 07 Juli 2026 | Azteca Stadium menjadi saksi dramatis ketika timnas Inggris berhasil mengalahkan Meksiko 3-2 pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meskipun hasil akhir tidak menguntungkan, penyerang utama Meksiko, Raúl Jiménez, menunjukkan kualitas dan ketangguhan mental yang patut diacungi jempol. Pada menit ke-86, Jiménez mengeksekusi tendangan penalti dengan tenang, memperkecil selisih menjadi satu gol dan menghidupkan kembali harapan pendukung biru putih di tribun.
Jalan cerita pertandingan dimulai dengan kecepatan ofensif Inggris. Jude Bellingham mencetak dua gol dalam rentang dua menit (menit ke-36 dan 38), memberikan keunggulan 2-0. Namun, respons Meksiko tidak lama datang. Julian Quinones menyeimbangkan kedudukan pada menit ke-42, menandakan tekad tim tuan rumah untuk bangkit.
Ketegangan meningkat di babak kedua ketika Jarell Quansah, bek Inggris, menerima kartu merah langsung pada menit ke-54 setelah VAR menilai pelanggaran keras terhadap Jesus Gallardo. Keputusan ini menjadikan Jiménez dan rekan-rekannya harus bertarung dengan satu pemain lebih sedikit, sekaligus memberi mereka peluang untuk memperkecil ketertinggalan.
Menjelang menit ke-69, Harry Kane menambah skor lewat eksekusi penalti yang tak terbantahkan, mengembalikan keunggulan Inggris menjadi 3-1. Namun, semangat juang Jiménez tidak surut. Pada menit ke-86, ia berhasil mengeksekusi penalti yang diberikan setelah Kane melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Tendangan tersebut berhasil, menambah harapan Meksiko kembali menjadi 3-2.
Walaupun laga berakhir dengan kemenangan tipis bagi Inggris, penampilan Jiménez menjadi sorotan utama. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan kemampuan memimpin lini serang dalam situasi krisis. Performanya menegaskan peran pentingnya bagi timnas Meksiko, terutama mengingat sejarah panjang negara ini yang sering terhenti di babak 16 besar sejak 1986.
- Raúl Jiménez mencetak satu gol lewat penalti pada menit ke-86.
- Jiménez berperan aktif dalam serangan balik, menciptakan peluang bagi rekan setim.
- Penampilan ini menambah total gol Jiménez di turnamen menjadi dua, setelah mencetak gol melawan tim lain di fase grup.
Secara historis, Meksiko telah mengalami delapan kali eliminasi di babak 16 besar sejak 1986. Keberhasilan mereka mencapai fase ini kembali pada Piala Dunia 2026 menandai kebangkitan kembali semangat kompetitif. Walau tidak melaju ke perempat final, pertandingan melawan Inggris menunjukkan bahwa generasi baru, dipimpin oleh pemain berpengalaman seperti Jiménez, mampu bersaing di panggung tertinggi.
Selain kontribusi di lapangan, Jiménez juga menjadi simbol kebanggaan nasional. Sejak debutnya di Liga Premier bersama Wolverhampton Wanderers, ia selalu menjadi sorotan media internasional. Di Piala Dunia kali ini, ia kembali menegaskan kualitasnya, memperkuat citra Meksiko sebagai tim yang tidak mudah menyerah.
Ke depan, Timnas Meksiko akan mengevaluasi taktik dan strategi, terutama dalam mengoptimalkan peran penyerang utama. Diharapkan, dengan pengalaman yang didapat dari laga melawan tim berkelas Inggris, Jiménez dan rekan-rekannya dapat memperbaiki performa dan kembali menembus babak perempat final pada turnamen berikutnya.