XRP Ledger Melaju: Dari Penurunan Alamat Baru hingga Pilot Tokenisasi Treasury yang Mengguncang Pasar
Blog Berita daikin-diid – 09 Mei 2026 | Pasar kripto pada 8‑9 Mei 2026 menunjukkan dinamika kontras pada XRP Ledger (XRPL). Harga XRP turun 1,36% menjadi $1,39, gagal menembus level resistensi $1,45, sementara aktivitas on‑chain mencatat penurunan signifikan pada jumlah alamat baru. Data Glassnode mengungkapkan bahwa alamat baru harian menurun dari sekitar 18.000 pada Desember 2023 menjadi hanya 2.700 pada 7 Mei 2026, penurunan 85% dan terendah dalam 18 bulan.
Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan ritel dan spekulatif, meskipun ekosistem institusional tetap aktif. Volume perpetual XRP di Binance mencapai $372 juta pada 7 Mei, masih berada di zona historis rendah, menandakan bahwa penurunan harga bukan disebabkan oleh penjualan leveraged melainkan oleh berkurangnya pembeli setelah level support kritis gagal dipertahankan.
Di sisi lain, ekosistem Ripple menunjukkan pertumbuhan yang kuat melalui stablecoin RLUSD. Kapitalisasi pasar RLUSD melampaui $1,55 miliar, naik $310 juta dalam tujuh minggu terakhir, seiring perhatian institusi besar seperti BlackRock terhadap peran stablecoin dalam sistem pembayaran.
Langkah strategis terbaru datang dari XRP Ledger Foundation (XRPLF) yang mengumumkan pembentukan tim operasional inti. Denis Angell, mantan eksekutif XRPL Labs, ditunjuk sebagai CTO, dengan René Heijsen (mantan BIS) mengawasi ketahanan operasional dan kepatuhan regulasi, serta Hussein Zangana sebagai direktur komunitas yang akan memperkuat dukungan teknis bagi validator. Pendekatan ini menegaskan peralihan kontrol pengembangan dari Ripple ke komunitas kode, menekankan prinsip “back to the roots” dan mengurangi potensi bias korporasi.
Sementara itu, serangkaian kemitraan institusional menguatkan narasi adopsi real‑world asset (RWA) di XRPL. Pada 8 Mei, Ondo Finance, JPMorgan (melalui Kinexys), Mastercard, dan Ripple menyelesaikan pilot penebusan tokenized US Treasury dalam waktu kurang dari lima detik, menandai kemampuan XRPL untuk penyelesaian lintas‑bank hampir real‑time. Meskipun harga XRP sempat melambung ke $1,45 setelah pengumuman, aksi jual “sell‑the‑news” menurunkan kembali nilai menjadi $1,42, mengindikasikan bahwa hype belum beralih menjadi permintaan berkelanjutan.
Penguatan legitimasi institusional juga terlihat dari pengungkapan UBS Group dalam formulir SEC 13F. UBS mengalokasikan sekitar $1,5 juta pada produk ETF terkait XRP, termasuk 197.369 saham di Volatility Shares XRP ETF dan 317 saham di Grayscale XRP Fund. Meskipun nilai moneter kecil dibandingkan AUM $5,7 triliun UBS, langkah ini memberi sinyal kepercayaan simbolik bagi pasar.
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga XRP (8 Mei) | $1,39 |
| Resistensi Teknis | $1,45 |
| Support Teknis | $1,40 |
| Volume Perpetual Binance | $372 juta |
| Kapitalisasi RLUSD | $1,55 miliar |
Analisis teknikal menunjukkan RSI berada di sekitar 32, menandakan momentum lemah. Jika XRP berhasil menutup harian di atas $1,45, potensi kenaikan menuju kisaran $1,60‑$1,70 terbuka, terutama didorong oleh inflow ETF harian yang mencapai $6,04 juta pada 8 Mei. Sebaliknya, penembusan di bawah $1,40 dapat menguji support kuat di $1,35.
Prospek menengah hingga panjang tetap bergantung pada realisasi volume transaksi institusional. Peluncuran indeks harga XRP oleh Moscow Exchange (MOEX) pada 13 Mei, kerja sama dengan DTCC untuk tokenisasi sekuritas yang ditargetkan 2026, serta lisensi penuh Ripple di Dubai DIFC membuka koridor pembayaran baru di Timur Tengah. Jika adopsi on‑chain meningkat, target harga $2,00 dalam 1‑3 bulan dan $3,00‑$5,00 dalam 6‑12 bulan menjadi skenario yang dibicarakan oleh analis.
Kesimpulannya, XRP Ledger berada pada persimpangan antara tekanan pasar ritel yang menurun dan dorongan institusional yang kuat. Pembentukan tim XRPLF yang berfokus pada kemandirian teknis, bersama dengan pilot tokenisasi Treasury dan eksposur UBS, memberikan landasan bagi pertumbuhan jangka panjang. Namun, hingga aktivitas on‑chain kembali menguat, volatilitas harga akan tetap tinggi, dan pergerakan selanjutnya sangat dipengaruhi oleh aliran dana ETF serta keberhasilan implementasi standar tokenisasi global.