Arjuna Agung Jaga Asa di Neraka GBT: PSBS Biak Datang ke Kandang Persebaya Bukan untuk Liburan
Blog Berita daikin-diid – 03 Mei 2026 | Sabtu (2/5/2026) malam, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kembali menjadi saksi pertarungan sengit pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Persebaya Surabaya menumpaskan tamunya PSPS Biak dengan skor telak 4-0, sekaligus mengirimkan sinyal kuat bahwa tim hijau tua masih berambisi menancapkan diri di papan empat klasemen sementara.
Sejak peluit pertama, Persebaya menguasai tempo permainan melalui serangan pendek yang terorganisir. Milos Raickovic, gelandang Serbia yang menjadi mesin kreatif tim, membuka peluang pada menit ke-6 dengan tembakan jarak jauh yang meleset. Tekanan terus berlanjut lewat Gali Freitas, Mihailo Perovic, dan Toni Firmansyah, meski penyelesaian akhir belum maksimal.
PSBS Biak, yang menurunkan skuad berisi beberapa nama muda, tidak datang ke Surabaya sekadar untuk mengisi liburan. Sebagai tim yang terperangkap di zona degradasi dengan 18 poin, mereka berjuang mencari poin krusial. Pemain bertahan seperti Arjuna Agung, yang ditempatkan di posisi bek kiri, berupaya menahan gelombang serangan Persebaya. Meski demikian, peran Arjuna lebih bersifat bertahan dan tidak memberikan kontribusi ofensif yang signifikan dalam pertandingan ini.
Babak pertama berakhir tanpa gol, meski PSBS Biak sempat mengancam melalui Hassan Nader pada menit ke-30. Serangan balik cepatnya berhasil melewati barisan pertahanan, namun kiper Persebaya Andhika Ramadhani melakukan penyelamatan krusial, menjaga agar jaringan gawang tetap bersih.
Masuk ke babak kedua, Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-53, Milos Raickovic memanfaatkan umpan terobosan Bruno Moreira, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang menembus gawang, mencetak gol pertama bagi Bajul Ijo. Empat menit kemudian, Raickovic menambah gol kedua setelah menerima umpan matang dari Malik Risaldi, mempertegas keunggulan 2-0.
Serangan Persebaya tidak berhenti di situ. Francisco Rivera, gelandang asal Meksiko, menambah dua gol pada menit ke-75 dan 81. Gol pertamanya datang setelah Bruno Paraiba mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti, sementara gol keduanya dihasilkan dari tembakan keras yang menembus gawang dari jarak dekat.
PSBS Biak berusaha bangkit pada menit ke-85 melalui Raja Siregar, namun tendangannya hanya mengenai mistar gawang. Usaha terakhir mereka tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Berikut ringkasan gol dan menit penting dalam pertandingan:
- 53′ – Milos Raickovic (Persebaya)
- 66′ – Milos Raickovic (Persebaya)
- 75′ – Francisco Rivera (Persebaya)
- 81′ – Francisco Rivera (Persebaya)
Dengan kemenangan ini, Persebaya Surabaya menambah tiga poin menjadi 51 poin, menempel pada posisi empat klasemen sementara. Jika mereka tetap konsisten, peluang untuk melaju ke peringkat empat semakin terbuka, terutama jika rival Malut United gagal mengumpulkan poin penuh melawan Persis Solo pada pekan berikutnya.
Di sisi lain, PSBS Biak tetap berada di dasar klasemen dengan 18 poin, menambah beban tekanan untuk menghindari zona degradasi. Mereka dijadwalkan menjamu Dewa United Banten FC di Stadion Maguwoharjo pada Jumat (8/5), sebuah laga yang krusial untuk mengumpulkan poin.
Susunan pemain Persebaya menampilkan formasi yang solid, dengan Andhika Ramadhani di gawang, lini belakang yang dipimpin Risto Mitrevski, dan lini tengah yang dikuasai Raickovic serta Rivera. Pelatih Bernardo Tavares menegaskan pentingnya konsistensi dan disiplin taktik untuk mencapai target empat besar.
Sementara itu, PSBS Biak menurunkan skuad yang mencakup Arjuna Agung di lini bek, namun mereka harus meningkatkan efektivitas serangan jika ingin keluar dari zona terendah. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi kedua tim: Persebaya akan menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan pada Sabtu (9/5), sedangkan PSBS Biak berusaha menambah poin melawan Dewa United.
Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak hanya menegaskan dominasi Persebaya di kandang GBT, tetapi juga menyoroti tekad PSBS Biak untuk berjuang hingga akhir musim. Kemenangan 4-0 menjadi bukti bahwa Bajul Ijo mampu mengeksekusi strategi ofensif dengan efektif, sementara PSBS Biak harus kembali ke papan latihan untuk memperbaiki pertahanan dan menambah kreativitas di lini serang.