Mikel Oyarzabal Catat Rekor Unik Tanpa Sentuh Bola 30 Menit di Piala Dunia 2026, Namun Tetap Andalan La Roja
Blog Berita daikin-diid – 17 Juni 2026 | Penyerang Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, kembali menjadi sorotan dunia sepakbola setelah mencatat rekor tak terduga pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 melawan Tanjung Verde. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 0-0, Oyarzabal menjadi pemain pertama dalam enam puluh tahun terakhir yang tidak menyentuh bola sama sekali selama tiga puluh menit pertama pertandingan. Meskipun catatan tersebut tampak negatif, statistik kariernya tetap menegaskan posisinya sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah timnas Spanyol.
Stadion Atlanta menjadi saksi bisunya Oyarzabal pada babak pertama. Pelatih Luis de la Fuente menurunkan formasi dengan harapan Oyarzabal dapat memecah pertahanan rapat Tanjung Verde, namun bek-bek Cape Verde berhasil menutup ruang gerak striker Spanyol itu. Opta melaporkan bahwa Oyarzabal baru menyentuh bola pada menit ke-31, setelah berhasil menemukan celah di lini belakang lawan. Sesudah itu, ia mencatat lima tembakan, termasuk satu tembakan yang hampir menyentuh gawang, namun tidak berhasil mengubah hasil akhir.
Rekor ini menambah daftar anomali statistik Oyarzabal di panggung internasional. Sebelum turnamen, ia telah menorehkan 25 gol dalam 54 penampilan untuk La Roja, menempatkannya di antara sepuluh pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Spanyol. Pada fase kualifikasi Piala Dunia 2026, Oyarzabal berkontribusi enam gol, membantu Spanyol memastikan tempat otomatis sebagai juara Eropa 2024 dan menyiapkan diri untuk turnamen global.
Berikut ini rangkuman singkat statistik internasional dan klub Oyarzabal hingga Juni 2026:
| Kompetisi | Penampilan | Gol |
|---|---|---|
| Timnas Spanyol (senior) | 54 | 25 |
| Real Sociedad (Liga Spanyol) | 322 | 102 |
| Turnamen Internasional Lain | 12 | 4 |
Meski tidak mampu membuka skor melawan Tanjung Verde, Oyarzabal tetap dipercaya untuk mengisi lini serang pada pertandingan selanjutnya melawan Arab Saudi pada 21 Juni 2026. Timnas Spanyol menempati posisi ketiga sementara di Grup H dengan satu poin, dan setiap poin berikutnya menjadi krusial untuk memastikan lolos ke fase 32 besar.
Analisis taktis menunjukkan bahwa Luis de la Fuente tetap mengandalkan kombinasi kreatif antara Mikel Oyarzabal, Nico Williams, dan Lamine Yamal di sisi sayap, sementara Rodri (Manchester City) mengatur ritme permainan di tengah lapangan. Keberadaan Oyarzabal sebagai penyerang berpengalaman diharapkan dapat menambah variasi serangan, terutama dalam situasi bola mati di mana ia dikenal memiliki akurasi tembakan yang tinggi.
Reaksi publik dan media juga beragam. Sebagian mengkritik kurangnya kontribusi Oyarzabal pada babak pertama, sementara yang lain menyoroti fakta bahwa Spanyol menguasai 62 persen penguasaan bola dan menciptakan 23 tembakan, namun gagal mengubah dominasi menjadi gol. Bahkan seorang pengamat sepakbola menilai bahwa penahanan rapat yang dilakukan oleh Tanjung Verde merupakan contoh taktik defensif yang berhasil menghambat striker-spesialis seperti Oyarzabal.
Ke depan, performa Oyarzabal akan menjadi faktor penentu bagi ambisi Spanyol mengulang kejayaan Piala Dunia 2010. Jika ia dapat mengkonversi peluang menjadi gol pada laga melawan Arab Saudi, maka tekanan pada Luis de la Fuente akan berkurang, dan La Roja dapat melanjutkan perjalanan dengan momentum positif. Namun, jika catatan 30 menit tanpa sentuhan bola kembali terulang, pertanyaan mengenai peran dan efektivitas striker veteran ini akan semakin mengemuka.
Secara keseluruhan, Mikel Oyarzabal tetap menjadi figur kunci dalam skuad Spanyol meski mengalami hari yang kurang bersinar di Piala Dunia 2026. Rekor uniknya menjadi catatan sejarah, tetapi prestasi konsistennya di level klub dan internasional tetap menegaskan nilai strategisnya bagi La Roja.