Susu Putih 1 Muharram: Antara Simbol Kebersihan, Doa, dan Kontroversi Sunnah atau Bid’ah
Blog Berita daikin-diid – 16 Juni 2026 | Menjelang pergantian tahun Hijriah 1448, tradisi minum susu putih pada malam 1 Muharram kembali ramai diperbincangkan di berbagai wilayah Indonesia. Praktik ini dipandang banyak orang sebagai sarana menyambut tahun baru dengan harapan hidup yang lebih bersih, suci, dan penuh berkah. Namun, status keagamaannya masih menjadi perdebatan di kalangan ulama dan aktivis dakwah.
KH Yahya Zainul Ma’arif, yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Yahya, menegaskan bahwa tidak ada dalil eksplisit dalam Al‑Qur’an maupun Hadis yang memerintahkan umat Islam untuk mengonsumsi susu putih pada 1 Muharram. “Tidak ada keterangan tentang anjuran dari agama yang jelas dengan teksnya untuk kita menyajikan susu putih atau pakai baju putih,” ujar Buya Yahya dalam penjelasannya. Ia menambah, tradisi ini muncul dari keinginan masyarakat mengambil pertanda baik (tafaʿul) dengan memanfaatkan warna putih sebagai simbol kesucian.
Meski tidak memiliki landasan syariat khusus, Buya Yahya menjelaskan bahwa sebagian ulama memaknai minum susu putih sebagai bentuk doa simbolik. Warna putih melambangkan kebersihan hati dan kehidupan, sehingga mengonsumsi susu pada malam pergantian tahun dianggap sebagai niat memohon agar tahun yang akan datang dipenuhi dengan amal yang bersih dan ikhlas.
Berbeda pendapat muncul dari kalangan yang menilai praktik ini termasuk bid’ah karena dijadikan semacam ritual yang dipersepsikan seolah‑olah mempunyai otoritas Nabi. Buya Yahya memperingatkan bahaya mengkategorikan tradisi ini sebagai sunnah Nabi tanpa dasar yang kuat, karena hal tersebut dapat menjerumuskan umat pada penyimpangan ajaran.
Di samping tradisi susu, malam 1 Muharram juga dikenal dengan rangkaian amalan sunnah lain yang dianjurkan oleh para ulama. Salah satunya adalah doa khusus yang dibacakan setelah salat Maghrib. Doa ini memohon perlindungan Allah dari fitnah setan, keberkahan, dan petunjuk selama setahun ke depan. Berikut contoh doa yang sering dibaca:
- “Allāhumma bārik lanā fīhi, wa zidnā minhu” (Ya Allah, berkahilah kami di dalamnya dan tambahkanlah kepada kami).
- Doa lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahan Indonesia yang mencakup permohonan keselamatan, perlindungan dari godaan, serta keinginan agar diri senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah.
Selain doa, para tokoh agama juga menganjurkan amalan lain seperti memperbanyak istighfar, membaca ayat Kursi, dan melaksanakan shalat sunnah Awwabin pada malam pergantian tahun. Praktik‑praktik ini dianggap memiliki nilai mustajab karena dilakukan pada masa Asyhurul Hurum, bulan-bulan yang memiliki keutamaan khusus dalam Islam.
Beberapa ulama menekankan pentingnya niat dalam setiap amalan. Jika seseorang minum susu putih dengan niat sebagai doa simbolik, maka tindakan tersebut dapat diterima sebagai bentuk ibadah hati, meski tidak termasuk dalam kategori sunnah yang wajib diikuti. Namun, bila niatnya adalah meniru apa yang dianggap sebagai sunnah Nabi tanpa bukti, maka hal itu berisiko masuk dalam kategori bid’ah.
Penting pula untuk memperhatikan perbedaan penetapan tanggal 1 Muharram antara lembaga falakiyah. Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan tanggal 1 Muharram pada 17 Juni 2026, sementara pemerintah dan Muhammadiyah menetapkannya pada 16 Juni 2026. Perbedaan ini menambah kompleksitas pelaksanaan amalan, termasuk minum susu putih, karena sebagian masyarakat mengikuti penetapan masing‑masing.
Secara keseluruhan, tradisi minum susu putih pada 1 Muharram dapat dipandang sebagai simbol harapan dan doa, bukan sebagai ibadah yang diwajibkan atau dianjurkan secara khusus dalam syariat. Masyarakat dianjurkan untuk menghindari penafsiran berlebihan, baik yang mengkategorikannya sebagai bid’ah maupun menganggapnya sebagai sunnah mutlak, melainkan menjadikannya sebagai sarana menguatkan niat baik dalam menyongsong tahun baru.
Dengan memahami konteks historis, makna simbolik, dan batasan hukum agama, umat dapat merayakan Tahun Baru Islam dengan kebijaksanaan, menjaga keotentikan ajaran, serta tetap menumbuhkan semangat kebersihan hati melalui amalan yang sesuai dengan tuntunan Islam.
Related Posts
Kontroversi Komentar Publik: Dari TV Realitas hingga AI, Sejumlah Figur Terjerat Kritik
Kekalahan Pahit Colorado Rapids di Depan Kandang: FC Dallas Raih Kemenangan 2-1
Harga TBS Sawit Terpuruk, Pemerintah Perketat Pengawasan dan Tetapkan Harga Minimum di Berbagai Provinsi
About The Author
Baako Manuela Pradnyani
Masih ingat dulu, Baako Manuela Pradnyani yang dulunya menenggelamkan diri dalam puisi kini tiba‑tiba muncul di ruang redaksi, mengubah kata menjadi berita sejak 2020 di Malang. Ia menghabiskan sorenya menelisik tiap rilis gadget baru sambil menyiapkan komentar tajam untuk turnamen e‑sports favoritnya. Dari meja kuliah sastra ke meja kerja yang dipenuhi monitor, ceritanya selalu terasa seperti obrolan santai antara dua sahabat lama.