USM Alger Raih Gelar Kedua Confederation Cup lewat Drama Penaltian 8-7 di Kairo
Blog Berita daikin-diid – 20 Mei 2026 | USM Alger menorehkan sejarah baru dalam kompetisi sepak bola benua Afrika dengan mengalahkan Zamalek dalam final African Confederation Cup 2026. Pertandingan penentuan gelar yang berlangsung pada Sabtu malam di Stadion Kairo berakhir dengan dramatis melalui adu penalti yang memukau, menghasilkan kemenangan 8-7 untuk perwakilan Algeria.
Babak pertama pada leg pertama di Algiers berakhir dengan kemenangan tipis USM Alger 1-0, menciptakan keunggulan yang cukup tipis namun krusial. Kemenangan tersebut diwarnai gol penentu yang menambah tekanan pada Zamalek, tim raksasa Mesir yang berjuang keras untuk mengembalikan kejayaan mereka di kompetisi ini.
Leg kedua di Kairo menyajikan duel sengit dengan kedua tim saling mengunci skor. Zamalek sempat unggul 1-0 lewat gol pada menit pertama setelah Adam Kaied terjatuh di dalam kotak penalti dan Oday Dabbagh mengeksekusi penalti dengan tenang. Namun, USM Alger membalas pada menit 14 melalui gol balasan yang menyamakan kedudukan agregat menjadi 1-1. Sejak itu, pertandingan dipenuhi aksi berulang kali, termasuk beberapa peluang emas dari pemain Zamalek seperti Ahmed Khaldi yang mencetak tiga tendangan hampir menyentuh gawang pada babak kedua.
Penampilan kiper menjadi sorotan utama. Kiper Zamalek, Al-Mahdi Suleiman, terpaksa keluar pada menit ke-20 akibat cedera otot, digantikan oleh Mohamed Awwad yang kembali tampil setelah absen tiga bulan. Awwad menunjukkan ketangguhan dengan melakukan penyelamatan penting menjelang jeda, termasuk menepis tembakan keras Ahmed Khaldi.
Menjelang akhir pertandingan, Zamalek hampir menambah keunggulan lewat sundulan Nasser Mansi pada menit 84, namun diselamatkan oleh kiper USM Alger, Oussama Benbout, yang melakukan penyelamatan spektakuler. Waktu habis tanpa tambahan gol, sehingga pertandingan langsung melaju ke adu penalti tanpa perpanjangan waktu.
Adanya tekanan luar biasa pada kedua tim, namun pada fase penalti, kedua kiper tampak tak mampu menghalau satu pun tembakan. Kedua tim berhasil mengkonversi tujuh tendangan pertama masing-masing. Pada tendangan kedelapan, pemain Zamalek, Mohamed Shehata, melepaskan tembakan yang melambung jauh di atas mistar, memberikan keunggulan pertama bagi USU Alger.
Penentuan pemenang jatuh pada tendangan terakhir yang diambil oleh Aimé Tendeng, pemain pengganti USM Alger. Tendeng mengeksekusi tembakan dengan tenang, menempatkan bola tepat ke sudut kanan gawang, mengamankan kemenangan 8-7 untuk USM Alger. Sorakan menggelegar menggema di antara ribuan pendukung tim tamu, sementara pemain Zamalek tampak kecewa.
Kemenangan ini menandai gelar kedua USM Alger di Confederation Cup, menyusul kesuksesan mereka pada tahun 2023. Dengan trofi tersebut, USM Alger kini melaju ke CAF Super Cup musim depan, di mana mereka akan berhadapan dengan juara Liga Champions Afrika, yakni Mamelodi Sundowns atau FAR Rabat, tergantung hasil final kompetisi tersebut.
Selain prestasi di atas, USM Alger juga membawa pulang hadiah uang tunai yang menggiurkan, yakni sebesar US$4 juta, dua kali lipat dari pendapatan Zamalek. Rekor ketangguhan tim Algeria ini juga semakin terukir, dengan catatan hanya satu kekalahan dalam 19 pertandingan terakhir di Confederation Cup dan catatan clean sheet pada tiga pertemuan terakhir melawan tim Mesir.
Secara taktik, USM Alger menunjukkan pola permainan yang disiplin dan serangan balik yang efektif, memanfaatkan kecepatan sayap serta ketajaman eksekusi penalti. Sementara Zamalek, meski memiliki dominasi penguasaan bola, gagal memanfaatkan peluang krusial, terutama pada momen-momen akhir pertandingan.
Kesimpulannya, final African Confederation Cup 2026 menjadi saksi duel epik antara USM Alger dan Zamalek yang berakhir dengan drama penalti menegangkan. USM Alger berhasil mengukir sejarah baru, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika, sekaligus menambah kebanggaan bagi para pendukungnya di seluruh Aljazair.