Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA: Menelisik Profil dan Bisnisnya
Blog Berita daikin-diid – 04 Agustus 2026 | Robert Budi Hartono telah resmi menjadi pengendali tunggal PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA setelah saudaranya, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Maret lalu. Sebelumnya, pengendali BBCA adalah PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) yang dimiliki bersama oleh dua bersaudara itu.
Corporate Secretary BBCA, Rudy Budiardjo mengatakan, perubahan pengendali di emiten raksasa perbankan swasta itu terjadi seiring tutup usianya Bambang Hartono pada Kamis (19/3). Setelah itu, Budi Hartono tetap menjadi pemegang 51% saham PT Dwimuria Investama Andalan tanpa ada perubahan komposisi jumlah sahamnya.
Perubahan pengendali ini membuat Robert menjadi sosok yang memegang kendali atas bank swasta terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 776,63 triliun. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Senin (3/8), kekayaan Robert mencapai US$ 15,7 miliar atau sekitar Rp 283,5 triliun (dengan kurs Rp 18.058 per dolar AS).
Nilai tersebut meningkat sekitar US$ 2 miliar dibandingkan dengan catatan terakhir pada 27 Juli 2026. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di BBCA. Lantas, bagaimana profil dan rekam jejak Budi Hartono membangun bisnisnya?
Robert Budi Hartono memiliki nama lahir Oei Hwie Tjhong. Ia adalah putra kedua dari pendiri perusahaan rokok Djarum, Oei Wie Gwan. Dari sang ayah itulah, tonggak kerajaan bisnis keluarga Hartono dimulai.
Pada 1951, Oei Wie Gwan mengakuisisi perusahaan rokok kecil bernama Djarum Gramophon dan mengubah namanya menjadi Djarum. Setelah pabrik Djarum terbakar pada 1963 dan Oei meninggal dunia, dua bersaudara Budi dan Bambang kemudian mengambil alih kepemimpinan perusahaan.
Di bawah kepemimpinan dua bersaudara Hartono itu, Djarum berkembang pesat. Perusahaan mulai mengekspor produk rokok pada 1972, meluncurkan Djarum Filter pada 1975, dan memperkenalkan Djarum Super pada 1981. Kini, Djarum menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
Suksesnya industri rokok Djarum menjadi modal awal keluarga Hartono mengembangkan usahanya menjadi sebuah gurita bisnis raksasa. Keduanya kemudian melakukan diversifikasi usaha ke berbagai sektor.
Kini, Robert Budi Hartono telah menjadi pengendali tunggal BCA, bank swasta terbesar di Indonesia. Dengan kekayaan yang mencapai US$ 15,7 miliar, ia merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, BCA terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2026, bank tersebut membidik pertumbuhan kredit pada kisaran 8 hingga 10 persen. Prospek pertumbuhan tersebut dinilai masih menjanjikan dan diyakini makin kuat ditopang oleh kinerja semester II 2026.
Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan, pihaknya tetap memegang teguh target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026. “Kami tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit yang ada di RBB, yaitu di kisaran 8–10 persen,” kata Vera dalam Paparan Kinerja Semester I 2026 BCA secara daring.
Dengan demikian, di bawah kendali Robert Budi Hartono, BCA diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dan mempertahankan posisinya sebagai bank swasta terbesar di Indonesia.
Kesimpulan, Robert Budi Hartono telah resmi menjadi pengendali tunggal BCA setelah saudaranya meninggal dunia. Ia memiliki kekayaan yang mencapai US$ 15,7 miliar dan merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Dengan pengalaman dan keberhasilannya dalam mengembangkan bisnis keluarga, Robert diprediksi akan terus memimpin BCA untuk mengalami pertumbuhan yang signifikan dan mempertahankan posisinya sebagai bank swasta terbesar di Indonesia.