Neymar Akhiri Karier Internasional dan Ungkap Kekayaan Properti Mewah Pasca Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 06 Juli 2026 | Jumat, 6 Juli 2026, dunia sepak bola menyaksikan satu momen bersejarah ketika Neymar Jr., ikon Brasil berusia 34 tahun, secara resmi mengumumkan pensiun dari Tim Nasional Brasil setelah timnya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan usai kekalahan menegangkan 1-2 melawan Norwegia di MetLife Stadium, New York. Pada menit akhir laga, Neymar mengeksekusi penalti yang menjadi satu-satunya gol Brasil, namun gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Di sela-sela kepedihan itu, Neymar tidak hanya menutup babak internasionalnya, tetapi juga menyoroti portofolio properti yang telah lama menjadi sorotan publik. Pada tahun 2024, pemain asal São Paulo membeli penthouse mewah di Bugatti Residence, Dubai dengan harga sekitar 43 juta Pound Sterling atau setara Rp 1 triliun. Penthouse tersebut dilengkapi kolam renang pribadi dan lift khusus yang dapat mengangkat mobil hingga ke pintu utama.
Tidak berhenti di situ, Neymar juga mengakuisisi sebuah pulau pribadi bernama Japao di lepas pantai Angra dos Reis, Rio de Janeiro, dengan harga 7 juta Pound Sterling (sekitar Rp 168 miliar). Pulau itu menampilkan vila bergaya Indonesia dengan dua kamar utama, kolam ikan koi, serta tiga bungalow yang menghadap laut.
Investasi properti terbarunya berada di kawasan eksklusif Bal Harbour, Miami. Tanah tepi pantai seluas 13.000 kaki persegi dibeli seharga 20 juta Pound Sterling (Rp 480 miliar) dan direncanakan akan dibangun rumah megah yang dirancang oleh firma desain Elicyon.
Sebelumnya, pada tahun 2019, Neymar membeli vila di Mangaratiba, Rio de Janeiro, yang terletak di atas lahan seluas 2,5 acre. Vila tersebut dilengkapi enam kamar tidur, helipad, sauna, ruang pijat, jacuzzi, serta ruang bawah tanah yang mampu menampung 3.000 botol anggur. Properti itu pernah menjadi lokasi syuting film aksi internasional.
Pensiun Neymar dari timnas tidak lepas dari kontroversi. Pada menit 90+8, setelah mencetak gol penalti, Neymar terlibat adu mulut sengit dengan kiper Norwegia, Ørjan Nyland. Rekaman memperlihatkan Neymar menantang Nyland dengan pertanyaan “Mau ke mana arahnya?” dan setelah gol, ia melontarkan kalimat “Bukan padaku! Bukan padaku!”. Reaksi tersebut memicu perdebatan luas di media sosial, dengan sebagian pengamat menilai sikapnya kurang sportif di tengah situasi krusial.
Meski demikian, gol penalti tersebut menandai catatan penting dalam karier internasional Neymar. Ia menjadi pemain Brasil pertama yang mencetak gol di empat edisi Piala Dunia, meskipun belum pernah menembus final. Pencapaian internasionalnya meliputi kemenangan Piala Konfederasi 2013 dan medali emas Olimpiade 2016, namun trofi Piala Dunia tetap menjadi hantu yang belum berhasil ia raih.
Pengumuman pensiun Neymar disertai pernyataan emosional yang menggambarkan perjalanan panjangnya. “Saya sudah berusaha, saya sudah berusaha. Sekarang semuanya sudah berakhir. Saya mulai di sini, saya selesaikan di sini,” ujarnya. Pernyataan itu menggugah kenangan debutnya pada Juli 2010 di Aztec Stadium, tempat ia pertama kali mengenakan jersey Brasil.
Selain Neymar, legenda Portugal Cristiano Ronaldo juga mengisyaratkan pensiun setelah Piala Dunia 2026, menjadikan turnamen tersebut panggung perpisahan bagi dua ikon sepak bola generasi modern. Kedua bintang tersebut menutup era dengan cara yang berbeda namun tetap menorehkan jejak sejarah.
Kesimpulannya, penurunan Brasil di Piala Dunia 2026 menandai akhir era Neymar di kancah internasional, sementara portofolio properti yang dimilikinya mencerminkan transisi dari atlet ke pengusaha properti kelas dunia. Keputusan pensiun tersebut sekaligus membuka babak baru dalam kehidupan Neymar, baik di dunia sepak bola maupun dalam dunia bisnis mewah.