Paraguay Tundukkan Turki dengan 10 Pemain, Turki Terpuruk di Grup D Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 21 Juni 2026 | San Francisco Bay Area Stadium, California – Pada Sabtu, 20 Juni 2026, laga matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026 menyuguhkan kejutan besar. Paraguay berhasil mengamankan tiga poin penting melawan Turki dengan skor tipis 1‑0, meski harus bertahan dengan hanya sepuluh pemain sejak menit akhir babak pertama.
Gol pembuka terjadi dalam hitungan dua menit. Julio Enciso mengirimkan bola pantul ke dalam kotak penalti, dan Matias Galarza dengan tenang mengeksekusi tembakan kaki kiri yang meluncur ke sudut kanan bawah gawang Turki, tak terjangkau oleh kiper Ugurcan Çakır. Gol cepat ini langsung memberi Paraguay keunggulan yang tak tergoyahkan hingga peluit akhir.
Setelah gol, Turki meningkatkan intensitas serangan. Tim asuhan Vincenzo Montella menguasai bola lebih dominan, menciptakan peluang berulang melalui Arda Güler pada menit ke‑13, Kenan Yıldız pada menit ke‑31, serta sundulan Mert Muldur yang hanya memantul di tiang gawang. Namun, penyelesaian akhir tetap kurang tajam, sehingga peluang tersebut tak berbuah gol.
Puncak drama terjadi pada injury time babak pertama ketika Miguel Almirón menerima kartu merah langsung setelah wasit meninjau VAR. Almirón dianggap melanggar aturan baru FIFA yang melarang pemain berbicara dengan mulut tertutup dalam situasi yang dapat menimbulkan dugaan ujaran rasis. Keputusan ini memaksa Paraguay bermain dengan 10 pemain selama hampir seluruh babak kedua.
- Gol: Matias Galarza (Paraguay) – menit 2
- Kartu Merah: Miguel Almirón (Paraguay) – menit 45+3
- Kartu Kuning: Vincenzo Montella (Pelatih Turki) – babak pertama
Meskipun berada di keunggulan jumlah pemain, Turki gagal memanfaatkan situasi. Merih Demiral melepaskan tembakan keras dari jarak 30 meter, namun kiper Paraguay, Gill, menyelamatkannya dengan mudah. Upaya lainnya, termasuk tembakan Kenan Yıldız, Hakan Çalhanoğlu, dan sundulan Mert Muldur, semuanya berakhir tanpa hasil.
Paraguay, di sisi lain, menegakkan taktik bertahan disiplin. Setelah kehilangan Almirón, mereka menumpuk tekanan pada lini belakang sambil menyiapkan serangan balik cepat melalui Julio Enciso dan Isidro Pitta. Upaya tersebut hampir memperlebar keunggulan pada menit ke‑37, namun kiper Turki berhasil menolak peluang tersebut.
Hasil 1‑0 ini menempatkan Paraguay di posisi kedua klasemen Grup D dengan tiga poin dari dua laga, sementara Turki berada di dasar klasemen tanpa poin dan dipastikan tersingkir dari fase knockout. Kekalahan beruntun ini menambah beban mental pada skuad The Crescent‑Stars, yang kini harus meninjau kembali taktik dan konsistensi menyerang.
Ke depan, Paraguay akan melanjutkan perjuangannya melawan Australia pada 26 Juni 2026, dengan harapan mempertahankan momentum positif. Sementara Turki harus mengakui kegagalan mereka dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain serta kurangnya penyelesaian akhir yang efektif.
Secara keseluruhan, laga ini menegaskan bahwa kecepatan dalam mencetak gol awal dapat menjadi faktor penentu, terutama dalam turnamen dengan tekanan tinggi. Paraguay menunjukkan mental juara dengan bertahan kokoh meski kekurangan satu pemain, sementara Turki harus belajar dari kegagalan mereka dalam mengonversi peluang menjadi poin.