Bek-Bek Mahal dan Peran Kunci di Piala Dunia 2026: Dari Tottenham hingga Austria
Blog Berita daikin-diid – 21 Juni 2026 | Musim panas 2026 menjadi saksi belanja besar klub-klub top Eropa untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Tottenham Hotspur, yang dipimpin oleh Roberto De Zerbi, menggelontorkan dana hingga 60 juta euro (sekitar Rp1,2 triliun) untuk mendatangkan Jan Paul van Hecke dari Brighton & Hove Albion, menjadikannya bek tengah termahal dalam sejarah klub. Selain van Hecke, Tottenham juga menambah kualitas dengan membeli Cristian Romero secara permanen dari Atalanta seharga 53,8 juta euro, serta menambahkan Davinson Sánchez (42 juta euro) dan Micky van de Ven (40 juta euro). Empat bek tersebut diharapkan menjadi pilar utama pertahanan The Lilywhites menjelang kompetisi domestik dan Eropa.
Di sisi lain, klub Portugal SC Braga tak mau kalah dalam persaingan pasar transfer. Wallace, yang direkrut dari Cruzeiro pada 2014 dengan nilai Rp165 miliar, menjadi bek termahal dalam sejarah klub meski sayangnya tidak pernah menjejakkan kaki di lapangan sebelum dijual ke Lazio. Pada musim panas 2026 Braga kembali mengeluarkan dana besar untuk dua pemain: Diogo Travassos (Rp95 miliar) dan Adrian Barisic (Rp59 miliar). Selain itu, Arrey-Mbi tiba dengan nilai transfer Rp107 miliar, menempati posisi kedua dalam daftar bek termahal Braga. Keempat pemain ini diharapkan mengisi kekosongan di lini belakang dan meningkatkan kompetitivitas tim di Primeira Liga.
Di panggung internasional, bek kanan Austria, Konrad Laimer, menyiapkan diri untuk menghadapi juara bertahan Argentina pada grup J Piala Dunia 2026 di Dallas. Laimer, yang telah mengumpulkan 58 caps dan mencetak tujuh gol untuk timnas, menonjolkan versatilitasnya baik di klub Bayern München maupun di level internasional. Ia menegaskan bahwa melawan pemain sekelas Lionel Messi bukanlah hal yang menakutkan, melainkan motivasi untuk menunjukkan kualitas tim. Austria sendiri mengandalkan kekompakan lini belakang untuk menahan serangan lawan, sementara Laimer diharapkan menjadi penyeimbang antara pertahanan dan serangan.
Di antara para bek muda yang menonjol, William Saliba dari Arsenal menatap ke depan setelah mengalami kekecewaan di final Liga Champions 2024 melawan Paris Saint-Germain. Meskipun Arsenal kalah 4-3 lewat adu penalti, Saliba menyatakan bahwa ia telah melupakan hasil tersebut dan memfokuskan diri pada tugas bersama timnas Prancis. Di meja makan timnas, candaan rekan-rekannya tak mengurangi semangatnya; ia tetap bertekad memberikan kontribusi maksimal di Piala Dunia 2026. Saliba menekankan pentingnya transisi cepat antara kompetisi klub dan internasional, terutama menjelang fase grup turnamen.
Sementara itu, taktik pertahanan menjadi sorotan dalam pertandingan antara Spanyol dan Arab Saudi. Lamine Yamal, bintang muda Barcelona, menjadi target utama bagi pelatih Georgios Donis. Donis mempertimbangkan mengerahkan satu atau tiga bek sekaligus untuk menghentikan Yamal, namun analis menilai bahwa fokus berlebihan pada satu pemain dapat membuka celah bagi pemain lain seperti Pedri atau Dani Olmo. Hal ini menegaskan peran penting bek dalam strategi tim: kemampuan membaca permainan, menutup ruang, dan sekaligus memicu serangan balik.
Berikut rangkuman singkat tentang bek-bek paling mahal yang dibeli oleh klub-klub besar pada tahun 2026:
- Jan Paul van Hecke – 60 juta euro (Tottenham Hotspur)
- Cristian Romero – 53,8 juta euro (Tottenham Hotspur)
- Davinson Sánchez – 42 juta euro (Tottenham Hotspur)
- Micky van de Ven – 40 juta euro (Tottenham Hotspur)
- Wallace – Rp165 miliar (SC Braga)
- Arrey‑Mbi – Rp107 miliar (SC Braga)
- Diogo Travassos – Rp95 miliar (SC Braga)
- Adrian Barisic – Rp59 miliar (SC Braga)
Kesimpulannya, investasi besar pada posisi bek mencerminkan perubahan taktik modern yang menuntut pertahanan yang tidak hanya kuat secara fisik, melainkan juga cerdas dalam distribusi bola. Dari Tottenham hingga Austria, dari SC Braga hingga Arsenal, setiap klub dan tim nasional menaruh harapan besar pada bek mereka untuk menjadi fondasi kemenangan di kompetisi domestik maupun ajang bergengsi seperti Piala Dunia 2026.