Ajax Kalahkan Groningen 1-0 di Play‑Off, Kontroversi Komentar dan Handshake Bikin Sorotan
Blog Berita daikin-diid – 22 Mei 2026 | Ajax Amsterdam berhasil menjuarai duel play‑off melawan FC Groningen dengan kemenangan tipis 1-0 pada laga yang berlangsung di Kras Stadion, Volendam. Gol penentu datang pada menit ke‑25 melalui sundulan Davy Klaassen setelah menerima umpan silang dari Mika Godts. Kemenangan ini memastikan Ajax melaju ke final play‑off Conference League yang dijadwalkan pada minggu berikutnya.
Permainan dimulai dengan dominasi Ajax di lini tengah. Sean Steur, yang tampil impresif bagi Volendam, membantu mengatur alur serangan, sementara Wout Weghorst menjadi ancaman utama di lini depan. Meskipun Weghorst hampir mencetak lewat serangan cepat, peluangnya terhalang karena posisi off‑side yang kemudian dibatalkan oleh wasit.
Garis pertahanan Groningen sempat teruji ketika Thom van Bergen harus keluar cedera pada menit ke‑29. Penggantiannya oleh Brynjólfur Willumsson tidak cukup untuk menahan tekanan Ajax. Sementara itu, kiper Etienne Vaassen menolak memberikan jabat tangan kepada Mika Godts sebelum kickoff, sebuah insiden yang memicu kecaman di media sosial dengan label “kinderachtig”.
Selain aksi di atas lapangan, pertandingan juga menjadi sorotan karena komentar berlebihan dari penyiar ESPN, Mark van Rijswijk. Penonton menilai bahwa van Rijswijk menunjukkan keberpihakan pada Ajax, terutama ketika ia mengklaim bahwa Ajax adalah favorit kuat untuk memenangkan Conference League, meskipun performa tim dalam beberapa pekan terakhir kurang meyakinkan. Keluhan publik menuntut penggantian komentator tersebut.
Berikut rangkuman statistik penting pertandingan:
- Skor akhir: Ajax 1 – 0 Groningen
- Gol: Davy Klaassen (25′)
- Gol yang dibatalkan: Mika Godts (off‑side)
- Absensi penting: V. Jaros dan J. Heerkens (Ajax) karena cedera; M. Hoekstra (Groningen) karena cedera
Susunan pemain yang memulai pertandingan juga menjadi topik pembicaraan. Ajax menurunkan formasi 4‑3‑3 dengan Paes di gawang, barisan belakang terdiri atas Gaaei, Bouwman, Baas, dan Rosa. Di lini tengah, Mokio, Steur, dan Klaassen mengisi peran kreatif, sementara lini serang diisi oleh Berghuis, Weghorst, dan Godts. Sementara itu, Groningen menurunkan Vaassen, Peersman, Blokzijl, Janse, Rente, De Jonge, Land, Van der Werff, Hernes, Schreuders, dan Van Bergen.
Untuk penonton internasional, pertandingan dapat disaksikan melalui layanan streaming seperti Fubo atau ESPN Select. Bagi yang berada di luar wilayah siaran, penggunaan VPN direkomendasikan untuk mengatasi pembatasan geografis. Penyelenggaraan pertandingan di Volendam juga menjadi catatan unik karena Johan Cruijff Arena sedang digunakan untuk konser Harry Styles, memaksa Ajax memindahkan laga ke stadion berkapasitas 6.000 penonton.
Secara taktik, kemenangan Ajax menegaskan kemampuan tim dalam mengendalikan tempo dan memanfaatkan peluang sekilas. Klaassen, yang kini memiliki 108 gol untuk Ajax, menambah koleksi gol penentu kemenangan dengan sundulan dari sudut sempit. Sementara itu, komentar negatif terhadap penampilan komentator dan insiden handshake menambah dimensi ekstra di luar aksi lapangan, memperlihatkan betapa emosionalnya sepak bola bagi para pendukung.
Ke depan, Ajax akan menghadapi final Conference League yang diprediksi akan menjadi tantangan berat, mengingat performa tidak konsisten dalam beberapa laga terakhir. Sementara Groningen, meski tersingkir, tetap bertekad memperbaiki posisi di klasemen Eredivisie, dengan fokus pada pemulihan pemain cedera dan memperkuat lini serang.
Dengan hasil ini, Ajax melangkah ke final dengan kepercayaan diri, namun tetap harus mengatasi kritik publik terhadap sikap netral penyiar dan memastikan konsistensi performa agar dapat menuntaskan musim dengan trofi bergengsi.