Dedi Mulyadi Pakai APBD, Bangun Sekolah Rp7,7 Miliar di Jonggol Sambil Rayakan Ultah Anak dengan Buaya & Singa
Blog Berita daikin-diid – 28 April 2026 | Dedi Mulyadi, Bupati Bogor, kembali menjadi sorotan publik setelah mengumumkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membangun sebuah sekolah baru senilai Rp7,7 miliar di kawasan Jonggol. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pinggiran ibukota, sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyalurkan dana publik untuk infrastruktur pendidikan.
Menurut data yang dirilis oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, sekolah yang akan dibangun akan menampung sekitar 1.200 siswa mulai kelas satu sampai kelas enam, dengan fasilitas lengkap berupa ruang kelas berstandar internasional, laboratorium sains, perpustakaan digital, serta area olahraga multifungsi. Anggaran sebesar Rp7,7 miliar tersebut mencakup biaya tanah, konstruksi, serta pengadaan peralatan pendidikan modern.
Penggunaan APBD untuk proyek ini menuai beragam tanggapan. Sebagian kalangan masyarakat mengapresiasi langkah tersebut sebagai upaya nyata mengurangi kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah urban dan rural. Sementara itu, kelompok lain menyoroti pentingnya transparansi dalam penyaluran dana publik dan meminta laporan detail mengenai proses perencanaan serta pelaksanaan proyek.
Di sela-sela kebijakan pembangunan sekolah, Dedi Mulyadi juga memanfaatkan kesempatan pribadi untuk merayakan ulang tahun putrinya yang ke-7, Ni Hyang, pada 26 April 2026. Perayaan tersebut diadakan dengan konsep “pesta rakyat” yang melibatkan warga sekitar, teman‑teman sekolah, serta tetangga kampung. Uniknya, acara ulang tahun ini menampilkan arak‑arakan dengan properti berbentuk buaya dan singa, yang kemudian dijadikan simbol kebersamaan dan kegembiraan anak-anak.
Dalam video yang dibagikan melalui Instagram resmi sang bupati, Ni Hyang tampak menaiki “buaya” buatan kayu sambil dikelilingi sorakan warga. Selanjutnya, ia juga dituntun menggunakan properti singa yang dihias warna cerah. Penampilan anak tersebut dilengkapi kebaya tradisional, sanggul, dan untaian melati, menambah nuansa budaya lokal pada acara yang sebagian besar dipenuhi keceriaan.
Reaksi warganet di media sosial X (sebelumnya Twitter) pun beragam. Beberapa pengguna memuji kreativitas Dedi Mulyadi dalam menggabungkan unsur budaya dan hiburan, sementara yang lain mengkritik penggunaan sumber daya publik untuk keperluan pribadi. Namun, Dedi menegaskan bahwa perayaan tersebut sepenuhnya bersifat pribadi dan tidak memanfaatkan dana APBD; semua biaya acara ditanggung secara pribadi oleh keluarga.
Berikut rangkuman utama terkait dua peristiwa penting ini:
- Pembangunan Sekolah di Jonggol: Anggaran Rp7,7 miliar, kapasitas 1.200 siswa, fasilitas lengkap, dijadwalkan selesai pada akhir 2027.
- Ulang Tahun Ni Hyang: Konsep pesta rakyat, arak‑arakan buaya dan singa, melibatkan warga sekitar, dipublikasikan melalui Instagram.
- Tanggapan Publik: Apresiasi atas investasi pendidikan, sekaligus permintaan transparansi penggunaan APBD.
Secara keseluruhan, langkah Dedi Mulyadi dalam memanfaatkan APBD untuk membangun sekolah baru di Jonggol menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi pendidikan. Sementara perayaan ulang tahun anaknya yang unik mencerminkan cara pribadi sang pejabat dalam mengekspresikan nilai kebersamaan dan budaya lokal. Kedua peristiwa ini sekaligus menimbulkan diskusi publik mengenai keseimbangan antara penggunaan dana publik untuk kepentingan umum dan kebebasan pribadi pejabat publik.
Ke depan, masyarakat menantikan laporan realisasi anggaran dan progres pembangunan sekolah, serta berharap agar kegiatan serupa tetap mengutamakan akuntabilitas dan transparansi. Dengan demikian, investasi pendidikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda Jonggol, sementara momen kebersamaan seperti pesta rakyat tetap menjadi sarana mempererat hubungan antara pejabat, warga, dan budaya setempat.
Related Posts
Tanker China Bypass Blokade AS: Rich Starry dan Murlikishan Lewati Selat Hormuz, Apa Artinya bagi Pasar Energi?
Legia Warszawa Targetkan Bek Muda Indonesia Dony Tri Pamungkas: Peluang Transfer Besar ke Eropa
Prabowo Pimpin Rapat Darurat: Ambisi Besar Bangun Tanggul Laut Raksasa Menghadapi Ancaman Banjir
About The Author
Purdy Javari
Berbekal jejak sebagai aktivis mahasiswa, Purdy Javari memadukan semangat perubahan dengan ketajaman analisis dalam setiap karya tulisnya. Sejak 2023, ia menapaki karier penulisan di tengah gemerlap kota Malang, sekaligus menyalurkan kegairahnya pada teknologi dan observasi gaya hidup urban. Karyanya mencerminkan keseimbangan antara wawasan kritis dan estetika yang terukur, menjadikan ia suara baru yang berwibawa dalam lanskap sastra kontemporer.