Ruben Amorim Dikepungkan AC Milan: Dari San Siro hingga Potensi Reunion Bersama Manchester United
Blog Berita daikin-diid – 15 Juni 2026 | Ruben Amorim, mantan pelatih Manchester United, kini menjadi sorotan utama dalam pencarian pengganti Massimiliano Allegri di AC Milan. Berbagai laporan mengindikasikan bahwa manajer asal Portugal berada di posisi terdepan untuk mengambil alih tongkat komando Rossoneri pada musim 2026-2027. Negosiasi antara pihak klub Italia dan perwakilan Amorim telah memasuki tahap lanjutan, dengan kontrak dua tahun yang diperkirakan bernilai antara 3 hingga 4 juta euro per musim. Salah satu media Portugal, A Bola, menyebut angka spesifik 3,5 juta euro, sementara Corriere dello Sport menambahkan adanya klausul opsi perpanjangan untuk musim berikutnya.
Ruben Amorim sempat merencanakan jeda satu tahun setelah pemecatan dirinya dari Manchester United pada Januari 2026. Masa jabatannya di Old Trafford hanya berlangsung selama 14 bulan, mencatat 25 kemenangan, 23 kekalahan, dan 15 hasil imbang dalam 64 pertandingan. Meskipun mengaku ingin beristirahat, Amorim tidak menutup kemungkinan kembali melatih jika proyek yang ditawarkan cocok dengan visi pribadinya. Kesempatan di AC Milan tampaknya memenuhi kriteria tersebut, mengingat klub sedang melakukan revolusi struktural setelah kegagalan meraih tiket Liga Champions dan penurunan performa pada fase akhir musim.
Manajemen AC Milan, yang dipimpin oleh direktur olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan direktur teknik Geoffrey Moncada, telah memutuskan pemecatan Allegri serta melakukan perombakan besar pada staf teknis. Proses pencarian pelatih baru kini dikelola langsung oleh legenda klub Zlatan Ibrahimovic, yang diyakini memiliki peran penting dalam menentukan arah taktik dan filosofi tim ke depan. Selain Amorim, nama-nama lain seperti Oliver Glasner, Mauricio Pochettino, Sebastian Hoeness, dan Matthias Jaissle juga masuk dalam daftar cadangan, namun konsensus di antara sumber-sumber sepak bola internasional menempatkan Amorim sebagai kandidat terkuat.
Jika Amorin berhasil menandatangani kontrak, ia tidak akan lama menunggu untuk menguji taktik barunya di lapangan. Manchester United telah mengonfirmasi bahwa tim akan bertanding melawan AC Milan dalam laga persahabatan pra-musim yang dijadwalkan pada 15 Agustus di Wroclaw, Polandia. Pertandingan itu akan menjadi pertemuan pertama antara Amorim dan mantan klubnya sejak pemecatan, menambah bumbu dramatis bagi kedua belah pihak. Beberapa analis berpendapat bahwa pertemuan tersebut dapat menjadi ajang pembuktian bagi Amorim untuk menunjukkan evolusi taktiknya setelah masa singkat di Premier League.
Selain aspek kompetitif, keputusan AC Milan untuk mengincar Amorim juga dipengaruhi oleh reputasinya dalam mengembangkan pemain muda. Sebelum melangkah ke Inggris, Amorim mencatat kesuksesan bersama Sporting CP, mengangkat klub tersebut menjadi salah satu kontestan terkuat di Liga Portugal dan menyiapkan sejumlah talenta yang kemudian berkarier di liga-liga top Eropa. Pendekatan modernnya yang menekankan pressing terorganisir dan rotasi pemain menjadi nilai jual utama di mata manajemen Milan yang ingin kembali bersaing di panggung Liga Champions.
Di sisi lain, rumor tentang potensi kerjasama antara Amorim dan mantan rekan-rekannya di Manchester United masih beredar. Sir Jim Ratcliffe, pemilik United, dikabarkan tetap membuka pintu bagi Amorim jika ia kembali ke Inggris dalam peran yang lebih luas, bukan sekadar pelatih kepala. Sementara itu, Ralf Rangnick, mantan pelatih United yang kini dipertimbangkan untuk mengisi posisi kepala kebijakan sepak bola di AC Milan, dapat menjadi rekan kerja yang menarik jika kedua tokoh tersebut bertemu kembali di San Siro.
Secara keseluruhan, langkah AC Milan untuk merekrut Ruben Amorim mencerminkan ambisi klub dalam mengembalikan kejayaan masa lalu. Dengan dukungan finansial yang signifikan, struktur kepemimpinan yang diperkuat, dan keinginan kuat untuk memperbaharui identitas taktik, Rossoneri menatap masa depan yang menjanjikan. Bagi Amorim, peluang ini bukan sekadar pekerjaan baru, melainkan tantangan besar untuk membuktikan bahwa pengalamannya di Premier League dapat diterjemahkan menjadi kesuksesan di Serie A. Pertarungan antara AC Milan dan Manchester United pada Agustus akan menjadi indikator awal sejauh mana perubahan ini dapat berdampak pada hasil kompetitif kedua tim.