Ultimatum PSHT Agar Polisi Segera Tangkap Buron Oknum DC Asal Bacok
Blog Berita daikin-diid – 02 Agustus 2026 | Ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mendatangi Polrestabes Surabaya untuk menuntut keadilan atas kasus pembacokan terhadap rekan mereka yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector (DC). Massa PSHT menyuarakan kemarahan dan menegaskan bahwa mereka tidak hanya menuntut penangkapan pelaku utama, tetapi juga mendesak polisi segera menangkap seluruh pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Ketegangan sempat mewarnai aksi solidaritas ini, mulai dari aksi konvoi di jalanan hingga kericuhan kecil di markas DC. Di hadapan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, Koordinator Aksi PSHT, Bondan menyuarakan kemarahan ribuan pesilat yang menuntut keadilan.
Bondan mematok tenggat bagi kepolisian untuk bergerak cepat sembari mengancam akan melumpuhkan Jawa Timur dengan aksi massa susulan jika penanganan kasus menggantung. Ia juga meminta seluruh anggotanya untuk ikut melacak keberadaan salah satu DPO yang kini tengah diburu polisi.
Secara eksplisit, Bondan menegaskan bahwa kehadiran mereka murni digerakkan oleh rasa persaudaraan dan rasa sakit atas penderitaan rekannya yang menjadi korban penganiayaan, tanpa ada agenda politik maupun kepentingan tertentu.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, turun langsung menemui perwakilan massa untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan penyelidikan. Di hadapan peserta aksi, ia menegaskan bahwa kepolisian telah mengidentifikasi pelaku lain dan akan terus melakukan pengejaran.
Ia menegaskan seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan transparan. Menurutnya, kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme di Surabaya.
Untuk mempercepat pengejaran, Polrestabes Surabaya juga akan berkoordinasi dengan koordinator PSHT di Surabaya. Polisi berencana membagikan identitas maupun foto para buronan agar informasi dari masyarakat dapat membantu proses penangkapan.
Kuasa hukum korban, Maksum Rosadin, meminta penyidik tidak berhenti hanya dengan menetapkan satu tersangka. Menurutnya, rekaman video yang beredar menunjukkan dugaan keterlibatan lebih dari satu orang dalam aksi penganiayaan tersebut.
Aksi demonstrasi massa kelompok pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di markas debt collector Jalan Kartini, Surabaya, Jawa Timur, berujung ricuh. Massa nekat mencoba menerobos barikade ketat aparat kepolisian dan TNI demi bisa mendatangi markas kelompok penagih utang (debt collector) Maluku 1 Rasa (M1R) di Jalan Teuku Umar.
Situasi panas tersebut akhirnya berhasil diredam dan dikondisikan oleh jajaran personel gabungan Polrestabes Surabaya dan TNI. Hingga Jumat sore, ribuan massa pesilat dilaporkan masih bertahan dan berkumpul di sekitar Jalan Kartini Surabaya.
Kesimpulan: Aksi solidaritas ribuan pesilat PSHT di Surabaya menuntut keadilan atas kasus pembacokan terhadap rekan mereka yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector. Massa PSHT menyuarakan kemarahan dan menegaskan bahwa mereka tidak hanya menuntut penangkapan pelaku utama, tetapi juga mendesak polisi segera menangkap seluruh pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.