Harga Emas Antam Naik Tajam, Catat Pergerakan Pasar di Pegadaian 31 Mei 2026
Blog Berita daikin-diid – 01 Juni 2026 | Jakarta, 31 Mei 2026 – Harga emas antam kembali mencatat kenaikan signifikan pada hari ini, menandai tren penguatan logam mulia di pasar domestik. Data resmi Pegadaian menunjukkan bahwa harga jual emas Antam pada Senin pagi pukul 07.09 WIB mencapai Rp2.911.000 per gram, meningkat Rp26.000 dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan dengan produk pesaing, seperti UBS yang naik Rp16.000 menjadi Rp2.850.000 per gram, dan Galeri24 yang naik Rp22.000 menjadi Rp2.794.000 per gram.
Lonjakan harga emas Antam terjadi di tengah dinamika makroekonomi yang meliputi inflasi moderat (2,42% YoY pada April) dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil terhadap dolar AS (USD/IDR 16.897). Kondisi ini memberikan dorongan bagi investor untuk menambah alokasi pada aset safe‑haven, terutama emas batangan yang diperdagangkan melalui jaringan Pegadaian di seluruh Indonesia.
Berikut rangkuman harga terbaru untuk tiga merek emas utama yang dijual di Pegadaian pada 31 Mei 2026:
| Merek | Harga per gram (Rp) | Kenaikan (Rp) |
|---|---|---|
| UBS | 2.850.000 | +16.000 |
| Antam | 2.911.000 | +26.000 |
| Galeri24 | 2.794.000 | +22.000 |
Selain harga jual, Pegadaian juga mengumumkan harga buyback (pembelian kembali) emas Antam sebesar Rp2.499.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback menunjukkan margin keuntungan bagi konsumen yang menjual kembali emas mereka dalam jangka pendek.
Berbagai faktor eksternal turut memengaruhi pergerakan harga. Harga komoditas global, khususnya emas, berada pada level sekitar US$1.950 per ounce pada pekan ini, memberikan dukungan kuat bagi harga domestik. Sementara itu, kebijakan moneter Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga pada level 5,75% menurunkan beban biaya pinjaman, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.
Para analis pasar menilai bahwa kenaikan harga emas Antam mencerminkan sentimen bullish di kalangan investor ritel. “Permintaan emas fisik di Pegadaian meningkat, terutama dari kalangan menengah ke atas yang mencari proteksi nilai aset,” ujar seorang analis senior di Katadata Insight Center. “Kenaikan harga Antam lebih tajam karena reputasi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sebagai produsen domestik yang dipercaya, serta distribusi yang luas melalui gerai Pegadaian.”
Di sisi lain, pasar juga memperhatikan fluktuasi harga emas UBS dan Galeri24. Kedua merek tersebut diproduksi oleh lembaga keuangan dan galeri khusus yang menawarkan varian emas dengan sertifikasi kualitas internasional. Kenaikan harga mereka masih berada di kisaran Rp16.000‑Rp22.000, lebih moderat dibandingkan Antam, yang mencerminkan perbedaan strategi penetapan harga dan segmentasi pasar.
Investor institusional, termasuk dana pensiun dan asuransi, diperkirakan akan terus menambah eksposur pada emas Antam mengingat likuiditas tinggi dan jaringan distribusi yang terintegrasi. Sementara itu, pelaku usaha mikro, seperti toko perhiasan dan pedagang logam mulia, dapat memanfaatkan selisih antara harga jual dan buyback untuk meningkatkan margin keuntungan.
Ke depan, para pelaku pasar diharapkan memantau indikator ekonomi utama, termasuk inflasi, nilai tukar, dan kebijakan fiskal, yang dapat memicu volatilitas tambahan. Jika inflasi tetap berada di atas target Bank Indonesia, permintaan emas sebagai lindung nilai dapat memperkuat tren naik, sementara penguatan rupiah dapat menurunkan tekanan pada harga emas impor.
Secara keseluruhan, kenaikan harga emas Antam pada 31 Mei 2026 menegaskan posisi logam mulia sebagai instrumen investasi yang relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Konsumen disarankan untuk mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang serta risiko likuiditas sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.