McLaren Oranye Andra ST Terbelah Dua di Sukoharjo: Klarifikasi Kecelakaan Tunggal Akibat Ban Selip
Blog Berita daikin-diid – 09 Juli 2026 | Jakarta, 8 Juli 2026 – Pada dini hari Rabu, 8 Juli 2026, seorang konten kreator terkenal, Febrian Paundra Alditama yang lebih dikenal dengan nama Andra ST, mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan supercar McLaren 720S berwarna oranye miliknya terbelah menjadi dua. Insiden terjadi di Jalan Sukoharjo‑Solo, tepatnya di depan Rumah Makan Pak Cipto, Kelurahan Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sekitar pukul 01.45 WIB.
Menurut kronologi yang diunggah melalui Instagram Story pribadi Andra ST, ia bersama rekan sesama kreator, Robby Pantjaro, sedang melakukan perjalanan santai ketika ban belakang mobil kehilangan cengkeraman pada aspal. Ban yang tiba‑tiba selip menyebabkan sistem kendali mobil menjadi tidak stabil, sementara mesin McLaren 720S yang menghasilkan tenaga tinggi tidak dapat dikendalikan secara efektif. Akibatnya, mobil menabrak tiang listrik dan pembatas jalan, kemudian terbelah tepat di bagian tengah bodi.
Kerusakan pada mobil terlihat sangat parah. Bagian depan mobil mengalami patahan besar, rangka bodi menonjol ke depan, serta terdapat bercak darah pada pintu penumpang. Sementara bagian belakang mengalami kerusakan lebih ringan, namun ban belakang kanan tampak kempes. Mobil tersebut kini telah diamankan di Pos Lantas Grogol, Polres Sukoharjo.
Polisi setempat, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, mengonfirmasi bahwa McLaren 720S keluaran 2023 tersebut baru dibeli oleh Andra ST sekitar tiga bulan lalu dan tercatat atas nama pribadinya. Penyelidikan awal belum menemukan indikasi adanya pengaruh alkohol, kelelahan, atau obat terlarang. Kedua pengemudi direncanakan akan menjalani tes urine untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang memengaruhi kecelakaan.
Andra ST menegaskan melalui unggahan Instagram bahwa ia tidak berada di bawah pengaruh alkohol pada saat kecelakaan. Ia menjelaskan bahwa “kecelakaan murni karena ban belakang selip; saya dan Bang Robby tidak mengonsumsi alkohol maupun narkoba.” Pernyataan tersebut disertai dengan video dirinya yang masih memakai selang oksigen di rumah sakit, menandakan kondisi medisnya masih dalam proses pemulihan.
Robby Pantjaro, yang turut berada di dalam mobil, juga selamat dari kecelakaan meski mengalami luka-luka ringan. Kedua korban saat ini dirawat di RS Indriati Solo untuk observasi lebih lanjut. Dokter menyatakan kondisi mereka stabil dan tidak mengancam jiwa.
Pihak kepolisian akan terus menginvestigasi penyebab teknis kecelakaan, termasuk pemeriksaan kondisi ban, sistem suspensi, serta riwayat perawatan mobil. Hal ini penting mengingat McLaren 720S merupakan kendaraan berperforma tinggi dengan tenaga lebih dari 700 tenaga kuda, sehingga pengendalian pada kecepatan tinggi memerlukan keahlian khusus.
Kejadian ini memicu perbincangan luas di media sosial tentang bahaya mengemudi supercar di jalan umum, terutama pada malam hari. Beberapa netizen menyoroti pentingnya pemahaman teknik mengendalikan kendaraan berdaya besar, sementara yang lain menekankan perlunya regulasi khusus bagi pemilik kendaraan sport mewah.
Secara keseluruhan, kecelakaan ini menegaskan bahwa faktor mekanis, seperti kegagalan ban, dapat menjadi penyebab utama kecelakaan, terlepas dari asumsi publik tentang pengaruh alkohol atau kelelahan. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap tentang faktor-faktor yang berkontribusi, sekaligus memberikan pelajaran penting bagi para pengemudi supercar di Indonesia.