Idgitaf Ungkap Perjalanan Emosional di Album ‘Berusaha di Bawah Hujan’ lewat Video Klip ‘Masih Ada Cahaya’ di Gereja Katedral Bogor
Blog Berita daikin-diid – 22 Mei 2026 | Musisi indie Indonesia Idgitaf kembali menggebrak industri musik tanah air dengan rilis video klip berjudul “Masih Ada Cahaya“, yang sekaligus menjadi bagian penting dari album terbarunya, Berusaha di Bawah Hujan. Kolaborasi pertamanya dengan Hindia (Baskara Putra) tidak hanya menghasilkan sebuah lagu yang menyentuh, melainkan juga sebuah visual yang sarat simbolisme, diproduksi di Gereja Katedral Bogor yang megah.
Video klip ini menampilkan Idgitaf dan Hindia berdiri di antara tiang‑tiang batu berlumuran cahaya alami yang menyaring lewat jendela kaca patri. Pencahayaan alami menjadi metafora harapan yang tetap menembus kegelapan, selaras dengan lirik yang menggambarkan perjuangan melawan rasa kehilangan dan trauma keluarga. Dalam setiap bait, vokal lembut Idgitaf bersanding dengan kedalaman vokal Hindia, menciptakan keseimbangan yang tidak mendominasi satu sama lain, melainkan saling melengkapi.
Berikut beberapa fakta penting yang berhasil diungkap dari proses pembuatan video klip tersebut:
- Kolaborasi pertama: “Masih Ada Cahaya” menandai pertemuan musikal pertama antara Idgitaf dan Hindia, dua figur yang sama-sama dikenal dengan gaya musik emosional dan lirik yang mendalam.
- Penulisan bersama: Lagu ini ditulis secara kolaboratif oleh kedua artis, memastikan bahwa setiap kata mencerminkan pengalaman hidup mereka serta pendengar luas.
- Lokasi syuting: Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan di Gereja Katedral Bogor (Paroki Katedral Santa Perawan Maria), sebuah bangunan berarsitektur klasik yang memberikan nuansa tenang sekaligus dramatis.
- Simbolisme visual: Adegan yang menonjolkan seorang anak memakai headphone melambangkan upaya mengisolasi diri dari konflik rumah tangga yang terlihat pada latar belakang.
- Tematik album: Video ini merupakan bagian integral dari album Berusaha di Bawah Hujan, yang secara keseluruhan mengangkat tema penyembuhan diri, menghadapi masa lalu, dan menemukan kekuatan dalam hujan tantangan hidup.
Album Berusaha di Bawah Hujan sendiri dirilis pada awal tahun 2026 dan segera mendapat sorotan kritis karena keberaniannya mengeksplorasi rasa sakit pribadi tanpa mengorbankan keindahan musikal. Lagu “Masih Ada Cahaya” menjadi sorotan utama karena liriknya yang menyentuh: “Walau gelap menyelimuti, masih ada cahaya yang menunggu di ujung lorong”. Kalimat ini mencerminkan inti pesan album—bahwa di balik hujan deras sekalipun, cahaya harapan tetap ada.
Penggemar dan kritikus musik menilai bahwa pemilihan lokasi Gereja Katedral Bogor bukan kebetulan semata. Bangunan dengan arsitektur Gotik dan jendela kaca patri yang menyalurkan sinar matahari menciptakan suasana meditatif, seolah mengundang penonton untuk merenungkan kembali hubungan keluarga dan luka lama. Pencahayaan alami yang masuk melalui jendela juga menegaskan konsep “cahaya” yang menjadi benang merah lagu.
Selain nilai artistik, produksi video klip ini juga menonjolkan aspek teknis. Tim sinematografi menggunakan kamera full‑frame dengan lensa prime 35mm untuk menangkap detail tekstur batu dan cahaya yang lembut. Penggunaan steady‑cam memungkinkan gerakan kamera yang halus, mengikuti langkah-langkah Idgitaf dan Hindia di dalam ruangan tanpa mengganggu keheningan visual.
Secara komersial, lagu “Masih Ada Cahaya” telah masuk dalam tangga lagu digital Indonesia, menempati posisi teratas di beberapa platform streaming selama minggu pertama peluncuran. Penjualan fisik album Berusaha di Bawah Hujan juga menunjukkan peningkatan signifikan, menandakan bahwa kolaborasi ini berhasil menarik pendengar baru sekaligus mempertahankan basis penggemar setia Idgitaf.
Reaksi publik di media sosial pun menguatkan dampak emosional video klip tersebut. Banyak netizen yang mengungkapkan bahwa adegan anak dengan headphone mengingatkan mereka pada cara mereka sendiri mengatasi konflik keluarga, sementara latar belakang gereja menimbulkan perasaan damai dan reflektif. Beberapa komentar bahkan menyebutkan bahwa video ini menjadi “sumber terapi visual” bagi mereka yang tengah berjuang melawan trauma masa lalu.
Dengan menggabungkan musik, lirik, dan visual yang sarat makna, Idgitaf berhasil menyampaikan pesan bahwa usaha di tengah hujan tidaklah sia‑sia; cahaya selalu menanti bagi mereka yang berani mencari. Kolaborasi dengan Hindia menambah dimensi baru pada karya Idgitaf, memperkuat posisi keduanya sebagai pionir musik indie Indonesia yang tak takut mengeksplorasi kedalaman emosional.
Kesimpulannya, video klip “Masih Ada Cahaya” tidak sekadar menjadi pelengkap audio, melainkan sebuah karya sinematik yang memperkaya narasi album Berusaha di Bawah Hujan. Penggunaan Gereja Katedral Bogor sebagai latar, simbolisme visual yang kuat, serta kolaborasi vokal yang harmonis menjadikan proyek ini contoh nyata bagaimana musik dapat menjadi medium penyembuhan dan harapan di tengah hujan tantangan hidup.