Janice Tjen Tersingkir di Libema Open 2026: Kegagalan yang Mengguncang Harapan Wimbledon
Blog Berita daikin-diid – 10 Juni 2026 | Jakarta – Petenis Indonesia Janice Tjen menutup harapan besar untuk melaju ke babak selanjutnya Libema Open 2026 di Rosmalen, Belanda. Sebagai unggulan ke-7 turnamen WTA 250 ini, Tjen diharapkan menjadi perwakilan kuat Asia dalam persiapan menuju Wimbledon. Namun, perlawanan sengit melawan pemain Belgia Greet Minnen mengakhiri kompetisinya pada babak pertama.
Pertandingan berlangsung pada Senin, 9 Juni 2026, dan langsung menampilkan intensitas tinggi. Kedua pemain saling menahan servis tanpa ada yang berhasil memecah hingga skor 6-6 pada set pertama. Tie‑break pun menjadi arena penentuan; Minnen melesat 7‑4 setelah Tjen sempat menyamakan kedudukan 4‑4. Kemenangan set pertama memberikan momentum pada Minnen, yang kemudian menguasai set kedua dengan skor 6‑1, mengakhiri laga dengan total 6‑7(4), 1‑6.
Usia 24 tahun, Janice Tjen memang dikenal dengan permainan servis yang konsisten, namun pada hari itu ia tak mampu menahan tekanan break point lawan. Pada set kedua, setiap kali Tjen mengantarkan servis, Minnen berhasil menekan dan memanfaatkan peluang break point, membuat Tjen kehilangan dua servis secara berurutan. Kegagalan tersebut menandai berakhirnya perjalanan tunggalnya di Libema Open.
Walaupun kegagalan tunggal, Tjen tidak langsung meninggalkan turnamen. Ia tetap melanjutkan partisipasinya di nomor ganda bersama Aldila Sutjiadi, yang juga merupakan petenis berpengalaman. Pasangan Indonesia ini masuk sebagai unggulan kedua di bagian ganda putri, namun mereka harus berhadapan dengan pasangan asal Inggris‑Belanda, Isabelle Haverlag dan Maia Lumsden pada babak pertama. Hasil pertandingan ganda belum tersedia pada saat penulisan, namun fokus utama media menyoroti kegagalan tunggal Tjen yang menjadi sorotan utama.
Sementara itu, turnamen Libema Open 2026 juga menjadi saksi kegagalan tiga pemain unggulan lainnya pada babak pertama. Ekaterina Alexandrova, dua kali juara turnamen ini pada 2019 dan 2020, terpaksa menyerah setelah kalah dua set langsung melawan Panna Udvardy. Unggulan kedua, Clara Tauson, juga tersingkir setelah kalah pada set pertama melawan pemain muda berusia 17 tahun, Mia Pohankova. Kejadian ini menandakan tingginya kompetisi pada turnamen lapangan rumput menjelang Grand Slam Wimbledon.
Turnamen ini menjadi bagian kedua dari rangkaian turnamen lapangan rumput WTA Tour 2026 bagi Janice Tjen. Sebelumnya, ia harus menelan kekalahan di babak pertama Birmingham Open meski berstatus unggulan dua. Meskipun demikian, Tjen berhasil mengamankan gelar ganda bersama Talia Gibson dari Australia pada Birmingham Classic 2026, menunjukkan bahwa kemampuan ganda Tjen masih tetap kompetitif di panggung internasional.
Analisis para pakar tenis menilai bahwa kekalahan Tjen di Rosmalen bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga mental. Tekanan untuk tampil baik menjelang Wimbledon dapat memengaruhi performa pemain yang masih mengasah permainan di permukaan rumput. “Janice sudah menunjukkan kualitas di lapangan keras, namun transisi ke rumput menuntut adaptasi cepat pada footwork dan variasi servis,” ujar seorang pelatih WTA yang tidak disebutkan namanya.
Ke depan, Janice Tjen masih memiliki kesempatan memperbaiki performa di turnamen-turnamen selanjutnya. Jadwalnya mencakup partisipasi di turnamen grass‑court berikutnya sebelum Wimbledon, serta serangkaian turnamen hard‑court di Amerika Utara. Dukungan dari federasi tenis Indonesia dan sponsor diharapkan dapat membantu Tjen menyesuaikan program latihan yang lebih terfokus pada permukaan rumput.
Kesimpulannya, kegagalan Janice Tjen di Libema Open 2026 mengingatkan bahwa dunia tenis wanita kini semakin kompetitif. Meski menghadapi tantangan berat, pengalaman ini dapat menjadi batu loncatan bagi Tjen untuk memperbaiki strategi mental dan teknis, khususnya dalam menghadapi pemain-pemain berperingkat lebih rendah yang mampu mengancam posisi unggulan. Para penggemar tenis Indonesia tetap menantikan kebangkitan Tjen di turnamen-turnamen mendatang, terutama pada ajang bergengsi Wimbledon.