IPTV Mendominasi Era Digital: Transformasi Industri TV di India, Inggris, dan Prancis
Blog Berita daikin-diid – 25 Juni 2026 | Pergeseran pola konsumsi media secara global kini menegaskan peran penting IPTV (Internet Protocol Television) sebagai penggerak utama transformasi industri televisi. Di tiga pasar penting—India, Inggris, dan Prancis—operator tradisional menghadapi tantangan signifikan dari layanan streaming OTT, platform gratis, serta perubahan preferensi penonton yang menginginkan fleksibilitas dan konten digital terintegrasi.
Di India, penurunan jumlah pelanggan kabel dan Direct-to-Home (DTH) telah memicu proses konsolidasi industri. Menurut laporan terbaru, operator seperti ACT Group mulai mengalihkan fokus mereka ke layanan broadband, sementara strategi pertumbuhan kini berpusat pada bundel IPTV dan layanan digital terintegrasi. Penurunan pelanggan tradisional dipicu oleh kemudahan akses konten OTT serta layanan gratis yang semakin meluas, memaksa pemain lama untuk menyesuaikan model bisnis mereka agar tetap relevan.
Sementara itu, di Inggris, pemerintah mengeluarkan Media Green Paper yang menekankan transisi terencana menuju penyampaian televisi berbasis internet pada tahun 2034. Future TV Taskforce, yang terdiri dari BBC, ITV, Channel 4, Channel 5, STV, S4C, dan Everyone TV, menyambut baik kebijakan tersebut. Mereka menekankan pentingnya inklusi digital, memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal, serta menyoroti manfaat ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan oleh IPTV, termasuk peningkatan akses berita terpercaya dan konten berkualitas tinggi.
Jonathan Thompson, ketua Future TV Taskforce dan CEO Everyone TV, menegaskan dukungan penuh terhadap transisi ini, sekaligus menekankan perlunya kebijakan yang jelas, koordinasi yang kuat, dan fokus pada inklusi digital. Langkah konkret yang telah diambil meliputi peluncuran platform “Freely” pada 2024, yang menggabungkan saluran langsung dengan layanan on‑demand, serta upaya meningkatkan keterjangkauan bagi penonton dengan kebutuhan khusus.
Di Prancis, tren serupa terlihat dalam adopsi aplikasi streaming IPTV modern seperti Atlas Pro ONTV. Layanan ini menawarkan satu antarmuka terpadu yang mencakup siaran langsung, video‑on‑demand, konten olahraga, serta kanal internasional. Keunggulan utama aplikasi tersebut terletak pada kompatibilitas lintas perangkat—Smart TV Samsung atau LG, Android TV box, Fire TV Stick, Apple TV, serta perangkat mobile. Pengguna Prancis, yang cenderung multibahasa dan multikultural, menghargai akses ke konten lokal, Eropa, Maghreb, Turki, dan Afrika dalam satu paket berlangganan.
Atlas Pro ONTV menanggapi kebutuhan konsumen akan kontrol penuh atas cara menonton, memungkinkan mereka beralih dari televisi tradisional ke pengalaman streaming yang lebih fleksibel. Keandalan, dukungan teknis, dan kualitas streaming menjadi faktor penentu kepuasan pengguna, terutama dalam menyiarkan acara olahraga populer seperti sepak bola, tenis, dan balap motor.
Ketiga wilayah ini menunjukkan pola umum: pergeseran dari infrastruktur penyiaran tradisional ke jaringan berbasis broadband. Faktor pendorong utama meliputi pertumbuhan penetrasi internet berkecepatan tinggi, penurunan biaya data, serta perubahan demografis yang menuntut konsumsi media yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Sementara operator tradisional berupaya mengintegrasikan layanan IPTV ke dalam penawaran mereka, regulator dan pembuat kebijakan berperan dalam menciptakan kerangka yang mendukung inovasi sekaligus melindungi kepentingan konsumen.
Namun, transisi ini tidak tanpa tantangan. Di India, kebutuhan investasi besar untuk memperluas jaringan fiber menjadi hambatan bagi operator kecil. Di Inggris, risiko eksklusi digital bagi kelompok rentan masih menjadi perhatian, mengingat ketergantungan pada koneksi internet yang stabil. Di Prancis, persaingan ketat antara layanan OTT global dan aplikasi IPTV lokal menuntut penyedia untuk terus meningkatkan kualitas konten dan layanan purna jual.
Secara keseluruhan, evolusi IPTV menandai langkah penting menuju ekosistem media yang lebih terintegrasi, fleksibel, dan berbasis data. Keberhasilan transisi akan sangat dipengaruhi oleh sinergi antara operator, regulator, dan penyedia konten, serta kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan ekspektasi konsumen yang terus berubah.
Ke depan, industri televisi diperkirakan akan semakin mengandalkan model berlangganan hybrid, menggabungkan layanan live TV, VOD, dan fitur interaktif berbasis AI. Inovasi seperti rekomendasi konten cerdas, kontrol suara, serta integrasi dengan platform sosial dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi IPTV dalam lanskap media digital global.