Inggris Dominasi 4-2 atas Kroasia, Kane Samai Lineker, Bellingham Jadi Idola Fans
Blog Berita daikin-diid – 19 Juni 2026 | Inggris membuka fase grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-2 melawan Kroasia pada laga Grup L yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Texas. Pertandingan yang berlangsung pada 18 Juni 2026 itu menjadi sorotan utama karena menandai beberapa catatan penting bagi The Three Lions. Harry Kane mencetak dua gol, satu lewat penalti dan satu lagi sundulan tajam, sehingga menyamakan rekor Gary Lineker dengan total sepuluh gol di putaran final Piala Dunia untuk timnas Inggris. Sementara itu, Jude Bellingham menambah satu gol dan menampilkan permainan kreatif yang menjadikannya idola di kalangan pendukung, termasuk mahasiswa Universitas Palangka Raya yang secara terbuka menyatakan dukungan mereka.
Garis besar pertandingan menunjukkan Inggris memanfaatkan tekanan sejak menit ke-12 ketika Kane mengeksekusi penalti pertama. Meskipun wasit memerintahkan pengulangan tendangan karena gerakan kiper Kroasia Dominik Livakovic yang melanggar garis, Kane tetap menaklukkan gawang dengan tendangan keras. Kroasia membalas pada menit ke-36 lewat gol Martin Baturina yang memanfaatkan umpan tarik matang Petar Sucic, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tak lama kemudian, pada menit ke-42, Kane kembali menambah keunggulan Inggris dengan sundulan setelah menerima umpan silang, mengukir gol keduanya.
Babak pertama berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah gol dramatis Petar Musa pada menit tambahan pertama, memanfaatkan umpan Ivan Perisic. Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel menginstruksikan tim untuk meningkatkan intensitas. Jude Bellingham, yang menjadi motor penggerak lini serang, mencetak gol ketiga pada menit ke-49 setelah menerima umpan satu sentuhan dari Elliot Anderson. Gol tersebut mengembalikan keunggulan Inggris menjadi 3-2.
Di menit ke-85, penyerang muda Bukayo Saka, yang masuk sebagai pengganti, memberikan umpan silang yang diolah Marcus Rashford menjadi gol keempat. Gol ini mengukuhkan kemenangan 4-2 bagi Inggris dan menempatkan mereka di puncak klasemen sementara Grup L. Kemenangan ini tidak hanya memberi tiga poin, tetapi juga mengusir “hantu” selama 24 tahun yang menghantui Inggris dalam menghadapi tim-tim elite pada turnamen besar.
Berikut adalah klasemen sementara Grup L setelah pertandingan pertama:
| Tim | Pertandingan | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Inggris | 1 | 1 | 0 | 0 | 4-2 | 3 |
| Kroasia | 1 | 0 | 0 | 1 | 2-4 | 0 |
Selain prestasi individu, kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan mental timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel. Setelah kritik lama mengenai ketidakmampuan menaklukkan lawan besar pada fase akhir turnamen, kemenangan atas Kroasia yang kini berada peringkat 11 FIFA menunjukkan bahwa The Three Lions mampu mengatasi tekanan dan mengubah dinamika pertandingan. Performa lini pertahanan yang dipimpin John Stones dan Ezri Konsa juga patut diapresiasi, karena mereka berhasil menahan serangan balik Kroasia di babak kedua.
Harry Kane, yang kini menyamai rekor Gary Lineker, menyatakan bahwa inspirasinya berasal dari pemain-pemain top dunia seperti Kylian Mbappé, Erling Haaland, dan Lionel Messi. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan adaptasi taktik dalam menggapai hasil tersebut. Sementara itu, Bellingham, yang berusia 21 tahun, menjadi sorotan media internasional sebagai talenta generasi baru yang dapat mengisi peran kunci di lini tengah. Dukungan fan base yang meluas, termasuk mahasiswa UPR yang menyebut Bellingham sebagai favorit, menambah energi positif bagi skuad Inggris.
Secara keseluruhan, kemenangan 4-2 atas Kroasia tidak hanya memperkuat posisi Inggris di grup, tetapi juga menandai langkah penting dalam upaya menghapus beban psikologis yang telah lama menggelayuti timnas. Dengan tiga poin di tangan, Inggris kini menatap laga berikutnya dengan optimisme tinggi, berharap dapat melanjutkan performa impresif dan melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.