Pertarungan Sengit di Farrer: Pool Kandidat Terbanyak, One Nation Siap Merenggut Kursi Legendaris
Blog Berita daikin-diid – 09 Mei 2026 | Jakarta, 9 Mei 2026 – Pemilihan ulang federal di daerah pemilihan Farrer, New South Wales, menjadi sorotan utama politik Australia setelah munculnya pool kandidat yang tak lazim. Dengan total 12 calon bersaing, jumlah ini melampaui rata-rata tujuh hingga delapan kandidat per kursi pada pemilihan umum sebelumnya, menandakan kompetisi yang semakin intensif dan menantang bagi Komisi Pemilihan Federal (AEC).
Komisi AEC memperkirakan tingkat partisipasi pemilih akan berada pada kisaran 85‑90 persen, sedikit di bawah tingkat partisipasi nasional pada pemilu terakhir, namun tetap lebih tinggi dibandingkan byelection sebelumnya seperti Cook, Aston, dan Dunkley. Evan Ekin‑Smyth, juru bicara AEC, menegaskan bahwa proses penghitungan suara mungkin memakan waktu lebih lama karena banyaknya kandidat serta perubahan alur preferensi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kami mengingatkan publik untuk bersabar. Motto kami adalah ‘always right, not rushed’,” ujar Ekin‑Smyth dalam wawancara dengan Sky News. Ia menambahkan bahwa banyaknya scrutineer yang ditunjuk oleh masing‑masing kandidat dapat memperlambat proses penghitungannya, namun hal itu diperlukan untuk memastikan transparansi dan keadilan.
Farrer, yang mencakup wilayah selatan‑barat New South Wales seluas 126.563 kilometer persegi, memiliki demografi yang unik. Daerah ini setara luasnya dengan Yunani atau Korea Utara dan mencakup hampir 16 persen total lahan negara bagian. Pusat populasi terbesar, Albury, kini semakin mirip dengan pinggiran kota Sydney dan Melbourne, menjadikannya arena politik yang dinamis.
Sejak 2001, kursi ini dikuasai oleh Partai Liberal kecuali satu periode singkat ketika National memegangnya melalui Tim Fischer. Pada 2022, Sussan Ley, mantan pemimpin Partai Liberal, mengundurkan diri, membuka jalan bagi byelection yang kini menjadi ajang pertempuran antar partai, terutama antara Liberal, One Nation, dan kandidat independen.
One Nation, dengan calon David Farley, menargetkan kursi bersejarah ini. Foto-foto lapangan yang diambil oleh Janie Barrett menunjukkan pendukung One Nation menandai pilihan mereka dengan angka “1” di sebelah nama Farley. Mereka mengklaim bahwa kebijakan nasional yang lebih keras serta fokus pada isu-isu pedesaan menjadi alasan kuat bagi pemilih di Farrer untuk beralih dukungan.
Sementara itu, kandidat Liberal berupaya mempertahankan warisan Ley dengan menekankan program infrastruktur dan layanan kesehatan yang sudah berjalan. Kandidat independen lain menyoroti perlunya perhatian khusus pada pertanian dan pengelolaan lahan, mengingat luas wilayah yang didominasi oleh lahan pertanian.
Berikut rangkuman utama terkait pool kandidat di Farrer:
- Jumlah total kandidat: 12, tertinggi dalam sejarah byelection federal.
- Partai utama: Liberal, One Nation, National, serta sejumlah independen.
- Fokus kampanye: Infrastruktur, kebijakan pertanian, keamanan ekonomi, dan reformasi kebijakan migrasi.
- Prediksi turnout: 85‑90 persen, lebih tinggi dari byelection sebelumnya.
Analisis para pengamat politik menyebutkan bahwa kehadiran banyak kandidat dapat mengakibatkan alur preferensi yang tidak terduga. “Jika satu atau dua kandidat independen berhasil menarik suara signifikan, mereka dapat menjadi penentu akhir dalam sistem preferensi Australia,” ujar Natassia Chrysanthos, penulis artikel di The Sydney Morning Herald.
Dengan hasil pemungutan suara yang masih diproses, AEC menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap suara terhitung dengan akurat. Penghitungan yang teliti diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang dinamika politik di wilayah selatan‑barat New South Wales, sekaligus menguji kekuatan One Nation dalam merebut kursi yang selama ini dikuasai oleh Partai Liberal.
Kesimpulannya, byelection Farrer bukan sekadar kontestasi antar partai, melainkan demonstrasi nyata bagaimana sebuah pool kandidat yang besar dapat memengaruhi alur politik nasional. Hasil akhir akan menjadi indikator penting bagi partai-partai besar dalam menilai strategi kampanye mereka ke depan, terutama di daerah-daerah pedesaan yang semakin terhubung dengan pusat-pusat metropolitan seperti Sydney.