Drama Red Flag dan Long Lap Penalty: Veda Ega Pratama Gagal Poin di Moto3 Hungaria 2026
Blog Berita daikin-diid – 08 Juni 2026 | Balapan Moto3 GP Hungaria 2026 yang digelar pada Minggu, 7 Juni 2026 di Sirkuit Balaton Park menjadi sorotan utama setelah serangkaian insiden mengubah hasil akhir. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), sempat menampilkan performa impresif pada fase awal, namun terhenti oleh kombinasi Long Lap Penalty (LLP) dan red flag yang memaksa hasil resmi turun menjadi posisi ke-16, satu selip di luar zona poin.
Veda memulai balapan dari grid posisi kesembilan. Langkah awalnya sangat agresif; dalam satu atau dua tikungan pertama ia berhasil menembus posisi keenam, bahkan sempat menyalip rival lama Brian Uriarte untuk merebut posisi kelima. Kecepatan dasar dan keberanian Veda tampak jelas, memperlihatkan potensi yang selama ini diharapkan oleh tim serta para pendukung.
Pada lap ketiga, instruksi Long Lap Penalty diberikan kepada Veda setelah race direction menilai bahwa ia menghalangi pembalap lain (Ruche Moodley) pada sesi kualifikasi dengan mengendarai terlalu lambat. Sesuai regulasi FIM World Championship (Pasal 1.21.2), Veda diwajibkan melewati jalur tambahan di luar lintasan utama, yang mengakibatkan kehilangan setidaknya dua detik serta penurunan drastis posisi. Setelah melaksanakan penalti, Veda terhuyung ke posisi ke-17, jauh dari barisan depan yang sempat ia capai.
Meski demikian, Veda tidak menyerah. Pada lap keempat hingga ke- seventh, ia berhasil menebus sebagian kerugian dengan menembus kembali ke posisi ke-15 dan kemudian ke-16, menunjukkan ketangguhan mental dan kecepatan mesin Moto3 spek baru yang dipersiapkan tim. Namun, drama belum berakhir. Pada lap ke-20, kecelakaan simultan melibatkan tiga pembalap yang bersaing untuk posisi ketiga: Valentin Perrone, Brian Uriarte, dan David Munoz. Hanya Brian Uriarte yang berhasil mengembalikan motor ke pit; dua lainnya terpaksa menghentikan balapan.
Red flag dinyatakan pada lap ke-20, memaksa balapan dihentikan. Menurut regulasi red flag, hasil resmi diambil dari satu lap sebelum penghentian, yakni lap ke-19. Pada lap tersebut, posisi Veda berada di urutan ke-16, sementara Brian Uriarte berada di posisi keempat. Karena hasil resmi mengacu pada lap ke-19, Veda resmi tercatat finis ke-16 dan tidak memperoleh poin, meskipun pada lap terakhir ia berhasil melintasi garis finis di posisi ke-15.
Hasil resmi balapan menempatkan Maximo Quiles sebagai pemenang, mengukuhkan kemenangan kelima musimnya di kelas Moto3. David Almansa menyelesaikan balapan di urutan kedua, dan Alvaro Carpe mengambil podium ketiga, melengkapi dominasi pembalap Spanyol pada hari itu. Veda tetap menambah total poinnya menjadi 67, namun karena tidak menambah poin pada Hungaria, ia turun tiga peringkat dalam klasemen sementara, dari posisi ketiga ke peringkat keenam.
Ayah Veda, Sudarmono, mengungkapkan keyakinannya bahwa putranya tetap berada dalam kondisi siap menjelang GP Italia di Mugello pada akhir Mei. Fokus utama tim kini beralih pada adaptasi motor Moto3 spek baru serta optimalisasi sesi latihan sebelum kompetisi berikutnya.
Berikut ringkasan singkat hasil akhir Moto3 Hungaria 2026:
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | Team XYZ | 25 |
| 2 | David Almansa | Team ABC | 20 |
| 3 | Alvaro Carpe | Team 123 | 16 |
| 4 | Brian Uriarte | Team DEF | 13 |
| 16 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 0 |
Kesimpulannya, balapan Moto3 Hungaria 2026 menjadi contoh betapa cepatnya dinamika balapan dapat berubah akibat penalti teknis dan keputusan safety car. Veda Ega Pratama menunjukkan kemampuan mengatasi tekanan, namun hukuman Long Lap Penalty serta red flag menutup peluangnya meraih poin. Kedepannya, pembalap muda Indonesia ini harus lebih berhati-hati dalam mengelola risiko di kualifikasi sekaligus memaksimalkan adaptasi motor baru untuk kembali bersaing di puncak klasemen.