Veda Ega Pratama Melaju ke Podium Ketiga Moto3 2026 Pasca Diskualifikasi Adrian Fernandez
Blog Berita daikin-diid – 06 Juni 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Gunung Kidul yang membela Honda Team Asia, kembali mengukir prestasi gemilang di ajang Moto3 2026. Setelah menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara dengan total 71 poin, sang rookie Indonesia menegaskan eksistensinya di panggung balap dunia. Kenaikan drastisnya tidak lepas dari dampak diskualifikasi Adrian Fernandez, pembalap Leopard Racing asal Spanyol, yang kehilangan enam hasil balapan pertama karena pelanggaran teknis mesin.
Sejak debutnya di seri Brasil, Veda telah menunjukkan konsistensi yang mengesankan. Dua kali naik podium, masing-masing di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil, dan Le Mans, Prancis, menambah nilai poinnya secara signifikan. Pada balapan Brasil, ia menutup lomba di posisi ketiga, sementara di Le Mans ia mengulang performa yang sama, berkat strategi tim yang cermat dan adaptasi motor Moto3 spesifikasi baru.
Keputusan FIM yang menjatuhkan sanksi berat kepada Adrian Fernandez—dengan menolak permohonan banding tim Leopard Racing—menyebabkan penghapusan total poin yang ia kumpulkan pada enam Grand Prix awal. Akibatnya, posisi Fernandez turun tajam dari papan atas menjadi peringkat ke‑20 dengan hanya 13 poin. Hal ini membuka celah bagi Veda untuk melesat ke posisi ketiga, di belakang Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team) dan Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo).
Statistik klasemen sementara Moto3 2026 kini tampak sebagai berikut:
| Peringkat | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | CFMoto Aspar Team | 84 |
| 2 | Alvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | 78 |
| 3 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 71 |
Selain klasemen, performa Veda di seri Moto3 Hungaria menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1) di Sirkuit Balaton Park, ia hanya mengakhiri balapan di posisi ke‑26 karena fokus pada pengumpulan data dan menyesuaikan motor pada trek baru yang belum pernah ia lalui. Namun, dalam sesi Practice sore yang lebih kompetitif, Veda berhasil memperbaiki catatan waktunya secara signifikan, menempati posisi kedua dengan waktu 1 menit 46,657 detik, tepat di belakang pemimpin sementara Maximo Quiles.
Ayahnya, Sudarmono, menyatakan kebanggaannya atas kesiapan putranya menjelang balapan di Italia, Mugello, yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026. Menurut Veda sendiri, sesi latihan pagi di Hungaria terasa licin dan menantang, namun analisis data bersama tim memungkinkan perubahan pengaturan motor yang meningkatkan kepercayaan diri. “Setelah sesi pagi, kami mengidentifikasi area yang dapat memberi waktu tambahan, lalu melakukan penyesuaian. Dari putaran pertama di sore hari saya langsung merasa jauh lebih baik,” ungkapnya dalam konferensi pers.
Veda tidak berpuas diri dengan hasil di sesi Practice. Ia menegaskan bahwa semua pembalap akan berusaha meningkatkan catatan waktu pada kualifikasi hari itu, dan fokus utama tetap pada konsistensi serta kenyamanan di trek. “Finis di posisi kedua pada hari pertama adalah hasil yang bagus, tetapi yang terpenting adalah saya merasa kompetitif. Besok semua orang akan meningkatkan performa lagi, jadi kami harus tetap fokus,” tambahnya.
Keberhasilan Veda di Hungaria sekaligus naiknya peringkat di klasemen memberikan sinyal kuat bagi tim Honda Team Asia. Tim menganggapnya sebagai bukti bahwa motor Moto3 spek baru dapat dioptimalkan dengan kerja sama teknis yang solid. Selain itu, pencapaian ini menambah harapan bagi penggemar balap Indonesia, yang kini memiliki representasi kuat di ajang internasional.
Ke depan, Veda Ega Pratama menatap seri selanjutnya di Mugello dengan target memperbaiki posisi start dan memperjuangkan podium lagi. Dengan dukungan tim, sponsor, serta pengalaman yang terus bertambah, ia berambisi menembus puncak klasemen dan menantang pembalap-pembalap veteran di grid start.
Secara keseluruhan, kebangkitan Veda Ega Pratama mencerminkan kombinasi faktor: keuletan pribadi, strategi tim yang tepat, serta peluang yang muncul akibat sanksi terhadap rival. Jika ia dapat mempertahankan ritme performa ini, masa depan Moto3 Indonesia tampak semakin cerah.