Swiss Tancap Ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Aljazair 2-0 di BC Place
Blog Berita daikin-diid – 04 Juli 2026 | Vancouver, Kanada – Pada Jumat, 3 Juli 2026, timnas Swiss berhasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Aljazair di stadion BC Place. Kedua gol dicetak masing-masing oleh Breel Embolo (menit ke‑10) dan Dan Ndoye (menit ke‑46), menjadikan Nati (Julukan tim Swiss) tampil dominan sejak awal pertandingan.
Berawal dari intensitas tinggi, Swiss menekan lini belakang Aljazair sejak menit pertama. Pada menit ke‑10, Johan Manzambi membuka ruang lewat serangan dari sisi kiri, mengirimkan umpan terobosan kepada Embolo yang menaklukkan kiper Aljazair, Luca Zidane, dengan satu sentuhan. Gol tersebut tidak hanya memberi keunggulan pertama, tetapi juga menandai Embolo sebagai pencetak gol tercepat dalam laga 32 besar turnamen ini.
Aljazair berusaha bangkit lewat Riyad Mahrez dan serangan sayap, namun pertahanan Swiss yang terkoordinasi dengan baik – dipimpin oleh kapten Granit Xhaka di lini tengah – berhasil menahan setiap upaya. Pada babak pertama, Aljazair hanya mencatat satu peluang signifikan melalui tembakan Jaouen Hadjam yang meleset.
Menjelang jeda, Swiss tetap mengendalikan bola, menciptakan peluang lewat Fabia Rieder yang sempat mengirimkan tembakan ke tiang jauh. Namun, kiper Zidane menunjukkan refleks yang cukup untuk menepis ancaman tersebut.
Setelah istirahat, Swiss langsung melanjutkan serangan. Pada menit pertama babak kedua, bola jatuh ke kaki Dan Ndoye setelah sapuan pertahanan Aljazair tidak rapi. Ndoye memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang melibas jaringan, memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Gol kedua ini menegaskan dominasi Swiss dan mengurangi harapan Aljazair untuk kembali ke papan skor.
Aljazair melakukan beberapa pergantian, termasuk masuknya Ibrahim Maza, namun perubahan tak mampu mengubah alur pertandingan. Upaya terakhir muncul lewat tendangan jarak jauh Houssem Aouar pada menit ke‑70, yang masih jauh dari gawang. Pada menit ke‑81, Fabian Rieder kembali beraksi, namun tembakannya ditangkis oleh Zidane.
Berikut susunan pemain resmi yang diluncurkan FIFA untuk pertandingan ini:
| Swiss (4‑2‑3‑1) | Aljazair (4‑2‑3‑1) |
|---|---|
| Gregor Kobel | Luca Zidane |
| Nico Elvedi | Aissa Mandi |
| Manuel Akanji | Rayan Ait‑Nouri |
| Denis Zakaria | Ramy Bensebaini |
| Ricardo Rodriguez | Ramiz Zerrouki |
| Remo Freuler | Houssem Aouar |
| Granit Xhaka (C) | Nabil Bentaleb |
| Johan Manzambi | Fares Chaibi |
| Breel Embolo | Ibrahim Maza |
| Dan Ndoye | Riyad Mahrez (C) |
| Ruben Vargas |
Pencapaian Swiss ini menempatkan mereka menunggu hasil laga antara Kolombia dan Ghana untuk mengetahui lawan selanjutnya di fase 16 besar. Sementara Aljazair harus mengucapkan selamat tinggal pada turnamen setelah menempuh perjalanan yang cukup mengesankan, termasuk kemenangan dramatis melawan Yordania dan hasil imbang 3‑3 melawan Austria pada fase grup.
Statistik pertandingan menunjukkan Swiss mendominasi dalam jumlah tembakan, mencatat 11 percobaan dengan lima tepat sasaran, sedangkan Aljazair hanya mampu melepaskan delapan tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang. Pertahanan Swiss, yang dipandu oleh Gregor Kobel, hampir tidak menerima ancaman serius, sementara pertahanan Aljazair tampak rapuh terutama pada menit-menit awal babak kedua.
Keberhasilan Swiss ini juga menegaskan strategi pelatih Murat Yakin yang menekankan konsistensi defensif serta efektivitas serangan balik. Embolo, yang mencetak gol pertamanya, menambah catatan pribadi sebagai pemain Swiss pertama yang mencatat empat kontribusi gol dalam satu edisi Piala Dunia. Di sisi lain, Dan Ndoye semakin menegaskan perannya sebagai penyerang muda yang dapat mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Dengan tiket ke 16 besar kini di tangan, Swiss siap melanjutkan perjuangan menuju perdelapan final, berharap dapat menambah prestasi historis bagi sepak bola Swiss di panggung dunia.