BKN Tegaskan: Poster CPNS 2026 Hanya Hoaks, Waspadai Tautan Palsu
Blog Berita daikin-diid – 06 Juni 2026 | Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengeluarkan pernyataan resmi pada 4 Juni 2026 untuk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap poster hoaks yang mengklaim pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 telah dibuka.
Poster tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan singkat. Pada poster terlihat gambar resmi yang menyerupai tampilan portal pemerintah, disertai tautan yang mengarahkan ke situs web tidak berafiliasi dengan pemerintah serta ajakan “klik segera” untuk melakukan pendaftaran.
Wisudo Putro Nugroho, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN sekaligus juru bicara, menegaskan bahwa poster itu mengandung sejumlah indikasi mencurigakan, antara lain penggunaan domain yang bukan milik pemerintah, bahasa yang bersifat mendesak, serta tidak ada penanda resmi seperti logo BKN yang sah.
Menurut prosedur resmi, semua informasi terkait seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), termasuk CPNS, hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal resmi Sistem Seleksi Calon ASN (SSC‑ASN). Pemerintah menyarankan publik untuk memverifikasi setiap pengumuman dengan cara:
- Memeriksa alamat URL: pastikan berakhiran .go.id atau domain resmi terkait.
- Mengecek situs resmi BKN (bkn.go.id) atau portal SSC‑ASN (sscasn.bkn.go.id).
- Menghindari mengklik tautan yang dikirim secara pribadi atau melalui pesan berantai.
- Tidak memberikan data pribadi kepada situs yang tidak terverifikasi.
BKN juga menambahkan bahwa hingga akhir Mei 2026 belum ada pengumuman resmi mengenai pembukaan pendaftaran CPNS 2026. Namun, BKN telah membuka simulasi Computer Assisted Test (CAT) secara gratis melalui laman https://cat.bkn.go.id/simulasi/ untuk membantu calon pelamar mempersiapkan diri.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengonfirmasi bahwa pemerintah belum merilis jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026, meskipun persiapan seleksi sedang berlangsung. “Ditunggu pengumuman resminya,” ujarnya dalam wawancara dengan media pada akhir Mei.
Untuk melindungi data pribadi, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan poster atau tautan yang belum terverifikasi, serta melaporkan konten mencurigakan ke kanal pengaduan BKN. Upaya bersama meningkatkan literasi digital diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan keinginan menjadi ASN oleh pihak tak bertanggung jawab.
Dengan menegaskan kembali sumber informasi resmi dan memberikan panduan verifikasi, BKN berharap publik dapat menghindari jebakan hoaks dan tetap fokus pada persiapan seleksi ASN yang akan datang.