Indonesia Naik 4 Tingkat, Kini Peringkat 118 Dunia setelah Kemenangan Telak atas Oman
Blog Berita daikin-diid – 07 Juni 2026 | Timnas Indonesia mencatat prestasi signifikan pada FIFA Matchday Juni 2026 dengan mengalahkan Oman 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga gol bagi Tim Merah Putih, tetapi juga mengangkat posisi mereka dalam peringkat FIFA dunia naik empat tingkat, dari peringkat 122 ke 118.
Gol-gol Indonesia dicetak oleh Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny pada menit ke-27, dan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56. Pada babak pertama, Emil Audero berhasil menahan penalti Oman yang diambil Nasser Sultan, menjaga keunggulan tim asuh John Herdman. Dengan tambahan 6,56 poin, total poin Indonesia menjadi 1.151,45, menempatkan mereka di urutan ke-118 dunia.
Pergerakan peringkat ini juga menyebabkan Indonesia melampaui empat negara lain dalam klasemen FIFA. Berikut adalah daftar negara yang kini berada di belakang Indonesia beserta poin masing‑masing:
- Korea Utara – peringkat 119, poin 1.151,05
- Sierra Leone – peringkat 120, poin 1.148,98
- Filipina – peringkat 135, poin 1.096,63
- Malaysia – peringkat 137, poin 1.086,22
Meski posisi Thailand dan Vietnam tetap berada di atas Indonesia (Thailand peringkat 94 dengan 1.250,76 poin, Vietnam peringkat 99 dengan 1.225,68 poin), Indonesia kini menempati posisi teratas ketiga di Asia Tenggara setelah Thailand dan Vietnam.
Pengamat sepak bola nasional, Malik Wildan, menilai kenaikan peringkat tersebut mencerminkan peningkatan kualitas tim asuhan John Herdman. Menurut Wildan, intensitas serangan dan distribusi peluang gol yang lebih merata menjadi faktor utama. “Lebih banyak improvement of play,” ujarnya, menyoroti pergerakan pemain sayap seperti Rizky Ridho yang sering melakukan overlap, serta peran Kevin Diks yang melakukan underlap, memberikan variasi serangan yang belum pernah terlihat pada laga sebelumnya.
Wildan juga menekankan bahwa efektivitas daya serang Indonesia kini tidak bergantung pada satu pemain saja. “Tidak ada dominasi ‘ketergantungan’ kepada Ole Romeny, artinya semua pemain dalam situasi menyerang bisa punya peluang gol yang sama,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan mencetak tiga gol tanpa kebobolan menandakan pertahanan yang solid, terutama aksi penyelamatan Audero pada tendangan penalti.
Kemenangan atas Oman juga memberikan dampak psikologis positif bagi skuad. Setelah sebelumnya mengandalkan hasil imbang melawan St Kitts and Nevis, tim kini menunjukkan konsistensi dalam menghasilkan gol melalui berbagai pemain, termasuk Beckham Putra yang kembali berposisi attacking midfielder.
Di sisi lain, Oman tetap berada di peringkat 79 dunia dengan total poin 1.306,90, meskipun kalah telak. Kegagalan mereka untuk menambah poin menunjukkan bahwa Indonesia kini berada di zona kompetitif yang lebih tinggi, menyiapkan tantangan selanjutnya pada kualifikasi Piala Dunia 2026.
Secara keseluruhan, lonjakan peringkat FIFA Indonesia mencerminkan kemajuan taktik, kebugaran, dan mental tim. Dengan jadwal pertandingan yang masih panjang, Tim Merah Putih diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk terus meningkatkan posisi mereka di panggung internasional, terutama menjelang fase kualifikasi lanjutan dan persiapan Piala Dunia 2026.