Anass Salah-Eddine Memimpin Maroko di Piala Dunia 2026: Drama Quarter‑Final melawan Prancis di Foxborough
Blog Berita daikin-diid – 10 Juli 2026 | Babak perempat final FIFA World Cup 2026 menjadi sorotan utama ketika tim Maroko menantang Prancis di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts pada Kamis, 9 Juli 2026. Pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 22.00 WIB (01.30 IST) mempertemukan dua tim dengan sejarah pertemuan yang berliku, sekaligus menampilkan debut penting Anass Salah‑Eddine sebagai bek kiri utama Maroko.
Pelatih kepala Maroko, Mohamed Ouahbi, membuat keputusan strategis dengan menurunkan Salah‑Eddine ke lini pertahanan setelah cadangan utama, Ismael Saibari, absen karena cedera otot paha belakang yang terjadi saat melawan Kanada di babak 16 besar. Keputusan tersebut sekaligus menandai kepercayaan penuh kepada pemain muda yang baru kembali dari PSV, menempatkannya di posisi yang krusial melawan serangan berbahaya Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé.
Berikut susunan pemain yang memulai pertandingan:
- Maroko: Yassine Bounou; Achraf Hakimi (kapten), Issa Diop, Noussair Mazraoui, Anass Salah‑Eddine; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi; Chemsdine Talbi, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Brahim Díaz.
- Prancis: Mike Maignan; Jules Koundé, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Kone, Adrien Rabiot; Desire Doué, Michael Olise, Ousmane Dembélé; Kylian Mbappé (kapten).
Sejak peluit pertama, Maroko menunjukkan pertahanan yang disiplin, terutama di sisi kanan yang dipertahankan oleh Hakimi dan di sisi kiri oleh Salah‑Eddine. Kedua bek ini bekerja selaras untuk menutup ruang bagi pemain sayap Prancis, sementara Bounou menampilkan reflexes yang mengesankan, termasuk penyelamatan penalti Mbappé pada menit ke‑28.
Namun, tekanan Prancis tak surut. Pada menit ke‑45+2, Lucas Digne menembakkan tembakan jarak jauh yang menghantam tiang gawang, menambah ketegangan menjelang jeda pertama. Babak pertama berakhir tanpa gol, meski Prancis menguasai penguasaan bola.
Memasuki babak kedua, Prancis meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke‑60, Kylian Mbappé berhasil memecahkan kebuntuan setelah melewati tiga bek Maroko dan menembakkan bola ke sudut kanan bawah gawang, mencetak gol pertama. Enam menit kemudian, Ousmane Dembélé memanfaatkan umpan dari Michael Olise, mengelak dari Issa Diop, dan menutup skor menjadi 2‑0.
Meskipun berada di bawah dua gol, Maroko tetap berjuang. Salah‑Eddine bersama rekan-rekannya melakukan beberapa serangan balik, namun pertahanan Prancis tetap kokoh. Penyelamatan dramatis Bounou pada penalti pertama Mbappé menjadi momen penting yang menunjukkan kualitas kiper Maroko, namun tidak cukup mengubah hasil akhir.
Berakhir dengan skor 2‑0 untuk Prancis, Maroko harus mengakui kekalahan yang sekaligus menandai berakhirnya rekor tak terkalahkan 34 pertandingan dalam kompetisi internasional. Meski begitu, penampilan Anass Salah‑Eddine mendapat pujian; ia berhasil menahan serangan sayap kiri Prancis dan memberikan kontribusi signifikan di lini pertahanan.
Kesimpulannya, pertemuan antara Maroko dan Prancis di perempat final bukan hanya menjadi ajang adu taktik dua pelatih, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi pemain muda seperti Anass Salah‑Eddine. Meskipun Maroko harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini, pengalaman dan penampilan mereka di babak knockout menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim Afrika terkuat pada era modern.