Azzedine Ounahi Bersinar di Kandang Amerika: Peran Kunci dalam Perjalanan Morocco ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 10 Juli 2026 | Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts menjadi saksi pertarungan sengit antara tim perwakilan Prancis dan Maroko pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026. Di balik sorotan Kylian Mbappé dan serangan cepat Les Bleus, nama Azzedine Ounahi muncul sebagai salah satu tokoh penting yang membantu Maroko menembus babak ini dengan penampilan menonjol di laga melawan Kanada pada fase 16 besar.
Ounahi, pemain lini tengah berusia 24 tahun asal Casablanca, menampilkan dua gol krusial dalam kemenangan 3-0 Maroko melawan tuan rumah Kanada. Kedua gol tersebut dicetak pada babak kedua, menegaskan kemampuan serangannya sekaligus menambah kepercayaan diri skuad Atlas Lions menjelang pertemuan melawan Prancis. Penampilannya yang dinamis, kemampuan mengontrol tempo permainan, serta kontribusi defensif yang solid menjadikannya pilihan utama pelatih Mohamed Ouahbi untuk menempati posisi lebih maju di tengah lapangan pada laga perempat final.
Susunan awal Maroko melibatkan Ounahi dalam formasi 4-2-3-1, menempati peran sebagai gelandang serang di antara Chemsdine Talbi dan Brahim Diaz. Penempatan ini memungkinkan Ounahi untuk memanfaatkan ruang di antara lini tengah dan serangan, serta memberikan opsi umpan-umpan terobosan kepada rekan-rekannya. Meskipun Maroko akhirnya harus menelan kekalahan 2-0 setelah gol-gol dari Ousmane Dembélé dan Kylian Mbappé, kontribusi Ounahi tetap terasa dalam beberapa peluang menyerang yang berhasil diciptakan, termasuk satu assist potensial yang terbukti lewat umpan-umpan terobosan kepada Brahim Diaz pada menit-menit akhir babak pertama.
Statistik pertandingan mencatat Ounahi melakukan 48 sentuhan bola, dengan 12 kali menguasai wilayah tengah, serta mencatat tiga tekel penting yang membantu menghalau serangan Prancis. Keberhasilannya dalam duel satu lawan satu dengan pemain bertahan Prancis, seperti Dayot Upamecano, memperlihatkan ketangguhan fisik dan kecerdasan taktik yang dimilikinya. Selain itu, Ounahi juga mencatat dua tembakan ke gawang, meskipun keduanya tidak menghasilkan gol, namun menunjukkan niatnya untuk terus menambah ancaman bagi pertahanan lawan.
Penampilan Ounahi dalam turnamen ini tidak lepas dari latar belakangnya yang menonjol di level klub. Sebelum terpilih ke timnas, ia bermain untuk klub Prancis Ligue 1 dan menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam hal kecepatan, visi permainan, dan ketahanan fisik. Pengalaman bermain di liga top Eropa terbukti menjadi aset berharga ketika menghadapi tim-tim kuat di panggung dunia.
- Gol vs Kanada: 2 (babak kedua)
- Assist di perempat final: 1 (potensi)
- Sentuhan bola: 48
- Tekel sukses: 3
- Umpan kunci ke depan: 7
Selain kontribusi di lapangan, Ounahi juga menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda Maroko. Keberhasilan Atlas Lions mencapai perempat final untuk kedua kalinya secara berurutan menegaskan kualitas akademi sepak bola Maroko serta peningkatan standar kompetitifnya di kancah internasional. Penampilan Ounahi menjadi contoh nyata bahwa pemain Maroko dapat bersaing secara setara dengan bintang-bintang Eropa.
Meski hasil akhir pertandingan tidak menguntungkan, penampilan Ounahi tetap menjadi sorotan media internasional. Analis sepak bola mencatat bahwa kemampuan Ounahi untuk beralih cepat antara peran defensif dan ofensif menambah dimensi taktis bagi Maroko, memberikan pelatih opsi fleksibilitas dalam menyesuaikan strategi melawan lawan yang berbeda. Keberhasilan Ounahi dalam mengontrol tempo permainan juga membantu Maroko menahan tekanan awal Prancis, meskipun pada akhirnya mereka terpaksa menelan dua gol.
Ke depan, harapan besar ditempatkan pada Ounahi untuk terus berkembang dan menjadi pemain kunci bagi Maroko di turnamen internasional berikutnya. Jika Maroko dapat melanjutkan performa impresifnya di masa depan, pemain berusia 24 tahun ini berpotensi menjadi salah satu bintang utama yang mengantar timnya kembali ke panggung semifinal atau bahkan final.
Kesimpulannya, Azzedine Ounahi telah memperlihatkan kualitas yang patut diacungi jempol dalam Piala Dunia 2026. Dari dua gol melawan Kanada hingga peran sentralnya melawan Prancis, Ounahi menunjukkan bahwa dia bukan sekadar pemain pengganti, melainkan penggerak utama dalam strategi Maroko. Penampilannya menegaskan bahwa generasi baru pemain Maroko siap menantang tradisi sepak bola Eropa dan menorehkan prestasi bersejarah di kancah dunia.