Alexander Sørloth: Dari Offside Kontroversial hingga Peran Kunci di Panggung Dunia
Blog Berita daikin-diid – 06 Juli 2026 | MetLife Stadium di New Jersey menjadi saksi drama menegangkan pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Brasil dan Norwegia. Di balik sorotan dua gol ganda Erling Haaland, nama Alexander Sørloth muncul dalam momen penting yang memengaruhi taktik dan hasil akhir pertandingan.
Awal pertandingan menunjukkan inisiatif cepat Norwegia. Pada menit ke-3, Patrick Berg melepaskan tembakan setelah menerima umpan yang tampaknya menembus pertahanan Brasil. Bola melesat ke gawang, namun wasit garis menandai posisi Sørloth yang berada di luar zona offside ketika ia mengirimkan umpan terakhir. Keputusan tersebut meniadakan gol pertama Norwegia dan menambah tekanan pada lini serang tim Skandinavia.
Sørloth, striker berpengalaman yang sebelumnya berkarier di Serie A dan Liga Inggris, dipanggil untuk memberikan kecepatan dan kehadiran fisik di area penalti. Meskipun peranannya terhenti karena offside, pelatih Ståle Solbakken tetap mempercayakan Sørloth sebagai opsi utama dalam formasi 4-2-3-1, menempatkannya di antara Antonio Nusa dan Julian Ryerson di lini depan.
Seiring berjalannya babak pertama, Brasil menguasai penguasaan bola, namun peluang mereka terhalang oleh pertahanan disiplin Norwegia. Pada menit ke-13, Brasil memperoleh tendangan penalti setelah Matheus Cunha dijatuhkan di dalam kotak penalti. Bruno Guimarães mengeksekusi tendangan, namun kiper Ørjan Nyland menebas bola dengan refleks yang mengesankan, menjaga gol kosong di babak pertama.
Masuk babak kedua, Solbakken melakukan perubahan taktis penting dengan menurunkan Andreas Schjelderup dan Oscar Bobb, menggantikan Sørloth dan Antonio Nusa. Keputusan ini menandakan niat pelatih untuk mempercepat transisi menyerang dan memberikan ruang bagi Haaland yang baru saja kembali dari cedera ringan. Meskipun Sørloth keluar, peranannya selama 45 menit pertama tetap menjadi landasan bagi pola permainan Norwegia yang menekankan penekanan tinggi dan pemanfaatan sayap.
Pada menit ke-79, Haaland menembus pertahanan Brasil dengan sundulan tajam setelah umpan silang dari Schjelderup. Gol pertama Norwegia memberi mereka keunggulan mental. Tak lama kemudian, pada menit ke-90, Haaland menutup pertandingan dengan gol kedua, mengamankan kemenangan 2-1 bagi Norwegia dan meloloskan mereka ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Setelah pertandingan, Sørloth memberikan komentar singkat mengenai keputusan offside yang menimpa timnya. “Saya menghormati keputusan wasit. Kami tetap fokus pada permainan tim, dan pelatih memberi saya tugas penting di awal pertandingan. Saya siap kembali di laga selanjutnya untuk membantu tim,” ujar Sørloth dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Penampilan Sørloth dalam pertandingan ini, meskipun singkat, menyoroti pentingnya peran striker dalam menciptakan ruang bagi rekan setim. Offside yang menimpa ia memberi pelatih kesempatan untuk mengamati pola gerakan lawan dan melakukan penyesuaian taktis yang pada akhirnya membuka jalur bagi Haaland. Analisis taktik menunjukkan bahwa pengorbanan posisi Sørloth membantu menjaga keseimbangan lini serang, memungkinkan Norwegia mempertahankan tekanan hingga menit-menit akhir.
Statistik pertandingan mencatat bahwa Norwegia menguasai sekitar 70% penguasaan bola pada kuarter pertama, sementara Brasil mencatat lebih banyak tembakan ke gawang namun tidak berhasil mengkonversi peluang. Kiper Ørjan Nyland menjadi pahlawan pertahanan dengan satu penyelamatan krusial dari tendangan penalti, sementara Haaland mencatat dua gol, menyamakan poinnya dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappé dalam perebutan Golden Boot.
Dengan kemenangan ini, Norwegia melaju ke semifinal dan akan bertemu pemenang laga Inggris vs Meksiko di Miami. Bagi Sørloth, babak selanjutnya menawarkan peluang untuk kembali ke lapangan, memberikan kontribusi dalam serangan, dan menambah pengalaman di turnamen bergengsi ini. Penampilannya, meski terbatas, menjadi bagian penting dari strategi Norwegia yang berhasil mengejutkan raksasa sepakbola dunia.