Ajax Siapkan Langkah Besar: Perebutan Noah Adedeji‑Sternberg dan Dinamika Transfer Musim Panas 2026
Blog Berita daikin-diid – 17 Juli 2026 | Ajax Amsterdam kembali menegaskan ambisinya di bursa transfer musim panas 2026 dengan menargetkan penyerang sayap berbakat Noah Adedeji‑Sternberg. Pemain berusia 21 tahun asal Antwerpen yang saat ini memperkuat KRC Genk diperkirakan akan dijual seharga sepuluh juta euro, sebuah nilai yang dianggap wajar mengingat potensinya dan latar belakang pelatihan di beberapa klub top Eropa.
Adedeji‑Sternberg memulai kariernya di akademi Bayer Leverkusen sebelum berpindah ke Borussia Mönchengladbach. Pada tahun 2023, Genk mengamukannya kembali dengan membayar satu juta euro. Selama masa baktinya di Genk, ia mencatat 79 penampilan, mencetak enam gol serta memberikan enam assist. Musim lalu ia sempat mengalami cedera otot yang mengurangi menit bermain, namun pemulihan kini menunjukkan tanda positif.
Persaingan untuk merekrut sang penyerang semakin memanas. Selain Ajax, Club Brugge dari Belgia juga mengajukan tawaran serius. Menurut pakar pasar transfer asal Jerman, Florian Plettenberg, masih ada klub lain yang memperhatikan Adedeji‑Sternberg, menandakan bahwa tawaran Ajax dan Brugge belum menjadi satu‑satunya pilihan.
Di sisi lain, Ajax tidak hanya menaruh mata pada satu pemain. Klub Amsterdam ini mengintensifkan pencarian bakat muda serta pemain berpengalaman yang dapat menambah kedalaman skuad. Berikut beberapa nama yang disebut-sebut berada dalam radar Ajax:
- Noah Adedeji‑Sternberg (KRC Genk) – target utama, nilai perkiraan €10 juta.
- Sean Steur (Ajax) – meski sudah berada di skuad, dipertimbangkan untuk penjualan guna mengoptimalkan struktur keuangan.
- Midfielder berbakat dari liga Belanda yang belum diungkap secara resmi, menargetkan peningkatan kreativitas lini tengah.
Strategi transfer Ajax kali ini juga dipengaruhi oleh dinamika pasar Eropa yang lebih kompetitif. Klub-klub besar seperti Newcastle United dan Manchester United tengah melakukan perombakan skuad dengan pengeluaran ratusan juta poundsterling. Newcastle, misalnya, baru-baru ini menyelesaikan penjualan Anthony Gordon dan Sandro Tonali dengan total nilai €169 juta, sambil menambah pemain seperti Ewen Jaouen dan Bazoumana Toure. Situasi ini menciptakan iklim persaingan yang menuntut Ajax untuk bergerak cepat dan cermat dalam menilai nilai serta potensi pemain yang diminatinya.
Selain itu, kisah transfer Mitchel Bakker menjadi contoh lain bagaimana klub-klub Eropa menilai risiko cedera dalam keputusan transfer. Bakker, bek kiri yang pernah berlabuh di Ajax, Paris Saint‑Germain, Bayer Leverkusen, dan Atalanta, mengalami cedera ligamen krusiat anterior pada 2025 dan baru kembali bermain pada Mei 2026. Meskipun nilai pasar sebelumnya mencapai €37,5 juta, klub seperti Celtic menilai kembali nilai investasinya dengan menimbang kondisi fisik pemain. Ajax tentu memperhatikan contoh ini dalam menilai risiko cedera pada target seperti Adedeji‑Sternberg.
Dalam konteks finansial, Ajax menyeimbangkan antara belanja transfer dan penjualan pemain. Pada 2023, klub ini menjual beberapa pemain dengan total nilai mendekati €50 juta, yang kemudian dialokasikan untuk pembaruan fasilitas pelatihan dan pengembangan akademi. Target €10 juta untuk Adedeji‑Sternberg dianggap sejalan dengan kebijakan keuangan klub yang konservatif namun ambisius.
Jika negosiasi berhasil, kedatangan Adedeji‑Sternberg dapat memberi Ajax pilihan taktis baru di sisi sayap, memungkinkan pelatih menyesuaikan formasi antara 4‑3‑3 dan 3‑5‑2. Kecepatan, kemampuan dribbling, serta kontribusi gol dan assist menjadi aset penting untuk mengatasi tekanan kompetisi domestik Eredivisie dan kualifikasi Liga Champions.
Secara keseluruhan, musim panas 2026 menjanjikan dinamika transfer yang intens bagi Ajax. Kombinasi antara target utama seperti Noah Adedeji‑Sternberg, potensi penjualan pemain yang tidak lagi sesuai taktik, serta pengaruh pasar global menuntut manajemen klub untuk mengoptimalkan setiap langkah. Keberhasilan Ajax dalam merekrut pemain berkualitas dengan nilai wajar akan menentukan posisi klub di kompetisi domestik dan Eropa dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan strategi yang terukur dan fokus pada pengembangan bakat, Ajax berupaya menegaskan kembali reputasinya sebagai pelopor pengembangan pemain muda sekaligus kompetitor kuat di panggung internasional.