Ajax Tundukkan Bochum di Persahabatan, Namun Harus Akui Kegagalan 1-1 Setelah Gol Bunuh Diri
Blog Berita daikin-diid – 17 Juli 2026 | Ajax Amsterdam menggelar pertandingan persahabatan melawan VfL Bochum pada Rabu sore di stadion rumah Jerman tersebut sebagai bagian dari rangkaian persiapan pra-musim. Dalam aksi yang menegangkan, tim Belanda sempat unggul lebih dulu lewat gol pertama Caio Henrique, pemain bek kiri baru yang baru bergabung dari AS Monaco dengan nilai transfer €10,5 juta. Namun, keunggulan itu sirna pada menit ke-91 setelah sebuah gol bunuh diri yang tidak disengaja dari pemain Bochum, Reverson, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol pembuka muncul kurang dari seperempat jam pertandingan. Setelah kombinasi cepat antara Abdellah Ouazane dan Oscar Gloukh, bola mencapai kotak penalti di hadapan Caio Henrique. Pemain berusia 28 tahun itu menyalip bek kiri lawan, berputar dengan tenang, lalu melepaskan tendangan kaki kiri yang melesat melewati kiper Bochum, Timo Horn. Ini menjadi gol pertama Henrique bersama Ajax, menambah daftar lima gol dalam kariernya namun menegaskan kontribusi asistennya yang sudah mencapai 49 kali.
Setelah mencetak gol, Ajax mendominasi penguasaan bola. Daley Blind kembali masuk sebagai starter, berduet dengan Aaron Bouwman di lini bek tengah, sementara Jinairo Johnson mendapatkan peran sebagai gelandang nomor 6 dan hampir menambah skor lewat tembakan keras yang memantul di mistar gawang. Penjaga gawang Maarten Paes juga menonjol dengan penyelamatan krusial atas tendangan andalan Bochum, Berkan Taz. Namun, tekanan Ajax tidak menghasilkan peluang emas yang dapat memperlebar keunggulan.
Pada babak kedua, Bochum menekan lebih agresif. Samuel Bamba hampir membuka kembali skor, namun tembakannya menabrak tiang. Momen krusial terjadi ketika bola memantul dari punggung Reverson dan masuk ke gawang, menciptakan gol bunuh diri pada menit ke-91. Hasil akhir 1-1 menjadi catatan pahit bagi Ajax yang berharap menambah kemenangan kedua dalam rangkaian persahabatan setelah mengalahkan AEK Larnaca dan kalah dari Panathinaikos.
Pelatih baru Ajax, Míchel, menilai bahwa meski tidak ada kemenangan, penampilan tim menunjukkan peningkatan taktis dan kebugaran. Ia menekankan pentingnya konsistensi performa menjelang kualifikasi pertama UEFA Conference League yang dijadwalkan pada hari Kamis depan. Susunan pemain Ajax di babak pertama terdiri dari Paes; Gaaei, Bouwman, Blind, Henrique; Johnson, Klaassen, Gloukh; Berghuis, Ouazane, Godts. Pada babak kedua, Reverson menggantikan Henrique, sementara lini depan diperkaya oleh Pharell Nash dan Don-Angelo Konadu.
Sementara itu, di sisi lain Jerman, pelatih VfL Bochum, Uwe Rösler, meninjau perkembangan tim pasca pertandingan melawan Ajax. Rösler menyatakan bahwa ujian melawan klub Eropa elit memberikan gambaran positif tentang kemampuan taktis tim, namun ia tetap khawatir mengenai performa midfielder muda Mats Pannewig. Menurut Rösler, Pannewig masih perlu memperbaiki konsistensi dan kontribusinya dalam fase transisi menyerang-defensif.
Rösler menambahkan bahwa meski Bochum mampu menahan tekanan Ajax pada sebagian besar waktu, kekurangan di lini tengah menjadi titik lemah yang harus segera diatasi. Ia menekankan pentingnya rotasi pemain dan peningkatan intensitas latihan untuk menutup celah yang terlihat dalam duel melawan Ajax.
Dari perspektif kedua klub, hasil 1-1 memberikan pelajaran berharga. Ajax memperoleh bukti bahwa reinforcemen pertahanan lewat Caio Henrique dapat memberikan dampak positif, namun ketidakmampuan menutup pertandingan menunjukkan perlunya penajaman mental dalam mengelola menit-menit akhir. Di sisi lain, Bochum memperoleh kepercayaan diri setelah menyamakan skor melawan tim bersejarah, tetapi harus mengatasi kerentanan di lini tengah, khususnya pada pemain seperti Mats Pannewig, agar dapat bersaing di Bundesliga musim depan.
Dengan jadwal kompetisi resmi yang semakin dekat, kedua tim akan kembali fokus pada persiapan masing-masing. Ajax akan menyiapkan strategi untuk kualifikasi UEFA Conference League, sementara Bochum berupaya memperkuat skuad dan menyelesaikan masalah taktis yang teridentifikasi selama persahabatan ini.