West Brom Tancap Preston di Deepdale, Memperpanjang Rangkaian Tak Kalah menjadi Delapan Pertandingan
Blog Berita daikin-diid – 19 April 2026 | Sabtu, 18 April 2026, pertandingan pekan ke-38 Liga Championship mempertemukan dua tim yang berjuang menghindari zona degradasi: Preston North End (PNE) melawan West Bromwich Albion (WBA) di kandang Deepdale. Kedua tim memasuki laga dengan ambisi berbeda; PNE mengincar poin penting untuk tetap berada di zona aman, sementara Baggies bertekad memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi delapan pertandingan sekaligus mengurangi jarak mereka dari zona degradasi.
West Brom membuka skor pada menit ke-11 melalui gol cepat dari Josh Maja. Serangan dimulai dengan Isaac Price yang menembus pertahanan Preston, lalu memberi umpan kepada Aune Heggebø yang menyiapkan Maja. Penyerang asal Nigeria itu menaklukkan kiper Daniel Iversen dengan tembakan akurat ke sudut kanan bawah dari jarak sepuluh yard. Gol pertama ini menegaskan kepercayaan diri James Morrison, manajer interim West Brom, yang baru saja mengganti Daryl Dike dengan Maja di lini depan.
Pertandingan tetap ketat di babak pertama, dengan Preston berusaha menekan namun gagal memanfaatkan peluang. Pemain tengah mereka, Alfie Devine, yang sedang dipinjamkan dari Tottenham, melepaskan sundulan yang meleset dari umpan Andrew Hughes. Pada akhir babak pertama, West Brom berhasil mempertahankan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, Preston meningkatkan intensitas serangan. Kiper mereka, Max O’Leary, bahkan menyentuh kepala Brad Potts yang meleset di tiang gawang. Sementara itu, West Brom tetap menguasai lini tengah melalui Price dan Maja yang terus mengancam. Pada menit ke-77, Daryl Dike, yang kembali masuk sebagai pengganti, mencetak gol penutup lewat umpan cutback dari Jayson Molumby. Gol tersebut menegaskan kemenangan 2-0 bagi West Brom dan menambah koleksi poin mereka menjadi 49, lima poin di atas zona degradasi.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi West Brom dalam penguasaan bola dan tembakan ke gawang. Mereka mencatat empat tembakan tepat sasaran, sementara Preston hanya menghasilkan satu tembakan ke gawang yang tidak berhasil. Kedua clean sheet yang diraih West Brom dalam lima pertandingan terakhir membantu mereka meningkatkan selisih gol menjadi -12, sementara Preston tetap berada pada -5 setelah menelan kekalahan ini.
Berikut rangkaian susunan pemain yang ditetapkan pada hari pertandingan:
| Preston North End | West Bromwich Albion |
|---|---|
| Daniel Iversen | O’Leary |
| Offiah, Storey, Gibson, Potts | Imray, Campbell, Phillips, Styles |
| Whiteman (c), Devine, Hughes, Moran | Molumby, Mowatt (c), Diakite, Price |
| Dobbin, Jebbison | Heggebø, Maja |
Penampilan individu juga menjadi sorotan. Josh Maja mendapat pujian atas gol pembuka dan kecepatan geraknya di sisi sayap kanan, sementara Daryl Dike menunjukkan ketajamannya dengan gol penutup. Di sisi lain, Preston mengalami kesulitan di lini pertahanan; kiper Daniel Iversen tampak kebingungan pada gol pertama, dan kapten Ben Whiteman terpaksa keluar cedera di menit awal, menambah beban bagi tim.
Setelah pertandingan, suporter West Brom mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap potensi pemotongan poin oleh English Football League terkait dugaan pelanggaran profit and sustainability rules. Namun, sorakan mereka tetap mengangkat nama James Morrison, yang dipuji karena mengubah performa tim menjadi lebih stabil.
Di papan klasemen, West Brom kini berada di posisi 20 dengan 49 poin, berada lima poin di atas zona degradasi. Sementara itu, Preston menempati posisi 16 dengan 57 poin, namun kehilangan empat poin penting yang dapat menambah jarak mereka dari zona berbahaya. Kedua tim masih memiliki tiga pertandingan tersisa, sehingga hasil selanjutnya akan sangat menentukan nasib mereka di akhir musim.
Kesimpulannya, kemenangan 2-0 West Brom atas Preston tidak hanya memperkuat harapan mereka untuk bertahan di Liga Championship, tetapi juga menegaskan efektivitas taktik James Morrison dalam memanfaatkan formasi 4-4-2 yang menyeimbangkan pertahanan dan serangan. Bagi Preston, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa konsistensi dalam mengamankan poin masih menjadi tantangan utama menjelang sisa musim.