Liam Lindsay Gandakan Preston, Mengalahkan Sheffield United 3-2 di Bramall Lane
Blog Berita daikin-diid – 26 April 2026 | Sheffield United kembali menelan kekalahan di kandang pada laga terakhir Championship pekan ini, saat Preston North End berhasil mengamankan kemenangan menegangkan 3-2 di Bramall Lane pada Sabtu, 25 April 2026. Pertandingan yang dihadiri oleh 27.115 penonton itu menjadi sorotan utama karena penampilan luar biasa kapten Preston, Liam Lindsay, yang mencetak dua gol dalam rentang 15 menit, mencetak brace pertamanya dalam karier di level tertinggi kompetisi.
Awal pertandingan langsung didominasi oleh Preston. Pada menit ke-5, Jordan Thompson melepaskan umpan corner dari sisi kiri, dan Lindsay melayang tinggi, menanduk bola ke sudut kanan gawang Sheffield United, memecah kebuntuan. Tak lama kemudian, pada menit ke-20, Lindsay kembali mengulangi aksi serupa dari corner yang lain, kali ini ditembakkan oleh Alfie Devine. Kedua golnya membuat Preston unggul 2-0 hanya dalam dua puluh menit pertama.
Sheffield United mencoba bangkit. Gus Hamer (dikenal sebagai Gustavo Hamer) mengeksekusi penalti pada menit ke-71 setelah Femi Seriki terjegal oleh Andrija Vukčević, memperkecil selisih menjadi 2-1. Namun, respons cepat datang dari Preston, ketika Lewis Dobbin memanfaatkan umpan terobosan Alfie Devine dan menembus pertahanan United, mencetak gol ke-3 pada menit ke-76, mengembalikan keunggulan menjadi 3-1.
Pertandingan kembali menjadi dramatis pada menit ke-82 ketika mantan pemain Leeds United, Patrick Bamford, menyeimbangkan kedudukan menjadi 3-2 untuk Sheffield United. Gol tersebut menjadi yang ke-13 Bamford bersama klub sejak bergabung pada November 2025. Setelah itu, kedua tim berusaha mencetak gol penentu, namun pertahanan United kembali menahan serangan Preston, meski beberapa peluang hampir terlewat, termasuk tendangan hampir masuk dari Ki-Jana Hoever pada menit tambahan.
Setelah peluit akhir, pelatih Preston, Paul Heckingbottom, yang sebelumnya pernah melatih Sheffield United, mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan Lindsay. “Saya menantang dia untuk mencetak hat-trick pada jeda, dan dia hanya tertawa. Dia tidak mengharapkan dua gol, tapi dia pantas mendapatkannya. Ini menunjukkan nilai penting set-piece bagi kami,” kata Heckingbottom dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Sementara itu, Chris Wilder, pelatih Sheffield United, menilai kekalahan ini sebagai konsekuensi kegagalan dalam mengatasi situasi bola mati. “Kami terlalu lemah dalam bertahan dari set-piece dan permainan langsung. Jika Anda tidak bisa mengatasi kedua hal itu, Anda akan mudah dikalahkan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami harus memperbaiki kedua kotak kami, yang selama ini menjadi titik lemah sepanjang musim.”
Kemenangan ini mengangkat Preston kembali ke peringkat tengah atas klasemen, melompat dari posisi 16 ke posisi 12, sementara Sheffield United turun satu tempat menjadi peringkat 15 dengan satu pertandingan tersisa. Kedua tim kini berada dalam situasi yang berbeda: Preston mengincar tempat play‑off, sedangkan United berjuang menghindari zona degradasi.
| Waktu | Tim | Pemain | Jenis Gol |
|---|---|---|---|
| 5′ | Preston North End | Liam Lindsay | Header dari corner |
| 20′ | Preston North End | Liam Lindsay | Header dari corner |
| 71′ | Sheffield United | Gus Hamer | Penalty |
| 76′ | Preston North End | Lewis Dobbin | Serangan balik |
| 82′ | Sheffield United | Patrick Bamford | Serangan terbuka |
Kesimpulannya, pertandingan ini menegaskan pentingnya eksekusi set-piece dalam sepakbola Championship. Liam Lindsay, yang selama ini dikenal sebagai pemain bertahan, membuktikan nilai tambahnya di lini serang, sementara kedua pelatih menyoroti kebutuhan perbaikan taktis masing‑masing. Dengan sisa satu laga lagi, Sheffield United harus menemukan cara menstabilkan pertahanan, sementara Preston berambisi melanjutkan momentum positifnya menuju akhir musim.