Tragedi Kecelakaan Beruntun di Sibolangit: Empat Tewas, Sopir Truk Diamankan, DPR Desak Investigasi Total
Blog Berita daikin-diid – 19 Juli 2026 | Jumat, 17 Juli 2026, Jalan Jamin Ginting kilometer 44-45 di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, menjadi saksi tragedi kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya. Sebanyak sembilan kendaraan terlibat, termasuk satu truk pengangkut galon air mineral, dua truk berukuran sedang, lima minibus, dan satu sepeda motor.
Menurut keterangan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, truk berinisial I (usia 50 tahun) mengalami kegagalan rem (rem blong) saat melaju dari arah Kabupaten Karo menuju Kota Medan. Akibatnya truk menabrak kendaraan di depannya, memicu rangkaian tabrakan yang meluas hingga mengakibatkan beberapa kendaraan terguling dan pecah ban.
Korban jiwa yang teridentifikasi meliputi Heppi Sitinjak (60 tahun), Dinaria Manik (60 tahun), Samsir Sitinjak (30 tahun), dan Anton Simorangkir. Delapan korban luka dirawat di puskesmas setempat dan Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan, dengan lima di antaranya mengalami patah tulang pada tangan atau kaki serta luka lecet, sementara seorang anak mengalami pendarahan hebat di kepala.
Polisi segera mengamankan sopir truk yang diduga menjadi pemicu insiden. Ia kini menjalani pemeriksaan di Polsek Pancur Batu. Tim gabungan Polrestabes Medan dan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara melakukan olah tempat kejadian, memeriksa saksi, dan mengumpulkan rekaman CCTV yang memperlihatkan detik‑detik kecelakaan, termasuk kegagalan rem, pecah ban, dan kendaraan yang terguling.
Rekaman tersebut mengkonfirmasi bahwa truk mengalami penurunan tekanan pada sistem rem, yang kemudian berujung pada kehilangan kendali total. Video CCTV menampilkan truk meluncur tanpa kendali, menabrak barisan kendaraan di belakangnya, serta menimbulkan kerusakan parah pada beberapa minibus yang berujung pada korban jiwa.
Sementara proses penyelidikan berlangsung, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso (Gerindra) menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menuntut tindakan tegas. Dalam pernyataan tertulis, ia menegaskan bahwa kecelakaan ini tidak boleh dipandang sebagai insiden lalu lintas biasa. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap kondisi geometrik jalan, kelengkapan rambu, serta pengawasan kendaraan angkutan berat pada jalur Medan‑Berastagi yang dikenal rawan.
Sugiat menambahkan, pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Polda Sumatera Utara harus melakukan penyelidikan yang profesional, transparan, dan tuntas. Jika terbukti ada kelalaian baik dari pengemudi, perusahaan pemilik kendaraan, atau pihak lain yang bertanggung jawab atas kelayakan operasional, maka penegakan hukum harus dilaksanakan tanpa pandang bulu.
Berbagai pihak masyarakat dan organisasi transportasi turut menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah pegunungan yang sering mengalami kondisi cuaca ekstrim. Mereka menuntut pemasangan rambu peringatan khusus, perbaikan permukaan jalan, serta peningkatan patroli pengawasan kendaraan berat.
Data sementara menunjukkan bahwa kecelakaan ini melibatkan total 12 orang, dengan rasio korban meninggal 33 persen. Penanganan medis cepat di RSUP H. Adam Malik Medan berhasil menyelamatkan sebagian besar korban luka, namun empat jiwa tetap hilang di tempat.
Ke depan, pihak berwenang berjanji akan merilis temuan penyelidikan secara publik, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat mencegah terulangnya tragedi serupa. Masyarakat Sibolangit berharap agar proses hukum berjalan adil dan infrastruktur jalan di Sumatera Utara menjadi lebih aman untuk semua pengguna.