Persib Bandung Raih Hattrick Juara Super League 2025/2026 Usai Penampilan Tahan Persijap Jepara 0-0
Blog Berita daikin-diid – 24 Mei 2026 | Bandung, 23 Mei 2026 – Persib Bandung resmi mengukuhkan diri sebagai juara BRI Super League 2025/2026 setelah menahan Persijap Jepara dengan skor kacamata 0-0 pada laga penutup di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kemenangan poin tunggal itu cukup untuk mengunci gelar, mengalahkan rival terdekat Borneo FC yang hanya mengandalkan selisih gol pada akhir musim.
Sejak peluit pertama dibunyikan, pelatih Bojan Hodak menyiapkan timnya untuk menguasai tempo pertandingan. Kapten Beckham Putra Nugraha memimpin serangan, sementara lini tengah yang diisi Adam Alis, Federico Barba, dan Andrew Jung berusaha membuka celah pertahanan Persijap. Namun, kiper Ardiansyah tampil gemilang, menyelamatkan gawang dari beberapa peluang berbahaya, termasuk tembakan keras Beckham yang hampir terlewat.
Statistik pekan ke-34 menunjukkan Persib menguasai penguasaan bola dan menciptakan 14 tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran. Persijap hanya mampu mencatat dua tembakan, satu di antaranya on target. Meskipun dominasi serangan Persib tidak berbuah gol, disiplin pertahanan dan aksi penyelamatan kiper lawan menjadikan skor akhir tetap imbang.
Di sisi lain, Borneo FC menutup musim dengan kemenangan spektakuler 7-1 atas Malut United di Stadion Segiri, Samarinda. Gol-gol tercipta dari dua kali tembakan Mariano Peralta (7′, 11′), Juan Villa (12′), Koldo Obieta (26′, 57′), M Sihran (78′), serta gol tambahan Kaio Nunes (90+3′). Performa gemilang ini membawa Borneo FC mengumpulkan total 79 poin, sama dengan Persib. Namun, keputusan akhir ditentukan oleh catatan pertemuan head‑to‑head, di mana Persib unggul, sehingga merebut gelar juara.
Persib tidak hanya menjuarai liga, tetapi juga mencatatkan tiga rekor penting dalam era profesional Liga Indonesia. Pertama, klub ini menjadi pemilik rekor juara terbanyak, menyalip Persipura Jayapura yang selama 13 tahun mendominasi daftar. Kedua, Persib menjadi tim pertama yang menorehkan hattrick juara secara beruntun sejak era profesional dimulai pada 1994. Ketiga, poin tertinggi yang dicapai klub dalam satu musim Liga 1 tercatat 79 poin, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Bali United (75 poin) dan PSM Makassar (75 poin).
Di papan bawah klasemen, Persis Solo mengalami nasib pahit. Meskipun mencatat kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang pada pekan terakhir, mereka terpaksa turun kasta setelah mengakhiri musim dengan 34 poin, menyamai PSM Makassar yang berada satu posisi di atasnya. PSM bertahan berkat keunggulan head‑to‑head atas Persis, sementara Persis harus menerima degradasi ke divisi berikutnya.
Keamanan pertandingan dijaga ketat oleh ribuan personel gabungan TNI‑Polri, dengan instruksi tegas bagi bobotoh agar tetap tertib. Sekitar ratusan suporter Persib memenuhi area komersial Persib Store sebelum laga, menambah atmosfer meriah di GBLA. Selain itu, penyiaran laga disiarkan secara langsung oleh Indosiar, sementara layanan streaming tersedia di platform video daring, memastikan jutaan penonton dapat menyaksikan aksi penentu gelar.
Berbagai penghargaan individu juga diumumkan pada malam itu. Mariano Peralta (Borneo FC) terpilih sebagai Pemain Terbaik musim 2025/2026, berkat catatan 20 gol dan 14 assist. Sementara itu, nama-nama seperti David da Silva dan Bojan Hodak masuk dalam daftar nominasi pemain terbaik dan pelatih terbaik, mencerminkan kualitas kompetisi yang tinggi.
Dengan gelar hattrick juara ini, Persib Bandung tidak hanya menambah trofi ke dalam lemari, tetapi juga menegaskan dominasinya dalam sejarah sepak bola Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras manajemen, pelatih, pemain, dan dukungan fanatik bobotoh yang tak pernah padam. Kedepannya, tantangan baru menanti, termasuk persiapan menghadapi musim 2026/2027 dan mempertahankan standar tinggi yang telah dicapai.
Kesimpulannya, Persib Bandung berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Super League 2025/2026 secara konsisten, sekaligus menorehkan rekor-rekor penting yang akan dikenang dalam catatan Liga Indonesia. Sementara itu, Borneo FC, meski menunjukkan performa luar biasa, harus rela menjadi runner‑up. Persis Solo harus bangkit kembali di kasta yang lebih rendah, dan kompetisi akan terus berkembang menjelang musim berikutnya.