Persebaya Surabaya Hancurkan Semen Padang 7-0, Pesta Gol Mengguncang Stadion Haji Agus Salim
Blog Berita daikin-diid – 16 Mei 2026 | Jumat, 15 Mei 2026, Stadion Haji Agus Salim di Padang menjadi saksi atas salah satu laga paling meledak dalam sejarah BRI Super League 2025/2026. Tim tamu Perusahaan Bola Indonesia (Persebaya) Surabaya menorehkan kemenangan telak 7-0 melawan tuan rumah Semen Padang FC, sebuah hasil yang langsung mengangkat posisi Bajul Ijo ke peringkat empat klasemen sementara dengan total 55 poin.
Dominasi Persebaya sudah terasa sejak menit pertama. Pada menit ke-15, penyerang asal Uruguay, Francisco Rivera, memanfaatkan umpan matang dari Mihailo Perović untuk membuka skor. Empat menit kemudian, bek sayap Arief Catur menambah keunggulan lewat serangan balik cepat, menjadikan angka 2-0 sebelum jeda babak pertama.
Babak kedua tidak kalah menggelegar. Pada menit ke-49, pemain Brasil Bruno Moreira Soares menembus pertahanan Semen Padang dan mencetak gol ketiga. Lima menit kemudian, Mihailo Perović kembali menambah angka menjadi 4-0 setelah menerima umpan dari Jefferson Junior. Pada menit ke-61, Semen Padang harus bermain dengan sepuluh orang setelah Ade Kristiano menerima kartu kuning kedua, menambah tekanan pada sisi pertahanan.
Perubahan taktis yang dilakukan pelatih Bernardo Tavares pada menit ke-65 terbukti berbuah manis. Ia menggantikan Perović dengan Bruno Paraíba, striker asal Brasil yang langsung menggebrak. Paraíba mencetak hattrick dalam rentang tiga gol: penalti pertama pada menit ke-67, gol selanjutnya pada menit ke-74, dan gol penutup pada menit tambahan 90+2. Dengan demikian, total gol Persebaya mencapai tujuh tanpa balas.
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, mengakui persiapan timnya sangat terbatas. “Kami hanya latihan sekali, yaitu sehari sebelum pertandingan. Persiapan ini jelas tidak ideal menghadapi tim sekuat Persebaya,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga. Meski kecewa, ia tetap mengapresiasi ketangguhan pemain yang tetap bertahan hingga akhir pertandingan. “Saya bersyukur para pemain sudah tampil sampai akhir permainan dengan selamat,” tambah Imran.
Gol sempat dianulir pada menit ke-62 ketika Semen Padang mengklaim poin, namun keputusan wasit menegaskan gol tersebut tidak sah. Imran menegaskan bahwa keputusan itu bukan alasan utama kekalahan, melainkan kualitas dan konsistensi Persebaya yang menjadi faktor penentu.
Kemenangan 7-0 ini memberikan dampak signifikan bagi Persebaya Surabaya. Poin tambahan menambah selisih mereka dengan tim-tim papan atas, memperkuat peluang untuk finis di empat besar pada akhir musim. Di sisi lain, kekalahan telak ini menambah beban psikologis bagi Semen Padang yang baru saja terdegradasi dari kasta tertinggi. Penurunan performa tersebut menimbulkan pertanyaan tentang strategi jangka panjang klub, terutama dalam hal manajemen pemain dan persiapan kebugaran.
Statistik pertandingan mencatat bahwa Persebaya menguasai 68% penguasaan bola, melakukan 24 tembakan dengan 15 di antaranya tepat sasaran. Sementara Semen Padang hanya mencatatkan 8 tembakan, tanpa satu pun yang berhasil menembus gawang. Pelanggaran fisik juga menjadi sorotan; tim tuan rumah menerima dua kartu kuning, sementara Persebaya hanya satu kartu kuning.
Para pendukung Bajul Ijo yang hadir di stadion menorehkan sorakan bergemuruh setiap gol tercipta, menciptakan atmosfer yang menggetarkan. Sementara suporter Semen Padang tampak murung, menyadari besarnya jurang perbedaan kualitas tim pada hari itu.
Ke depan, Persebaya Surabaya akan melanjutkan perjuangannya melawan tim-tim lain dalam sisa jadwal liga, sementara Semen Padang harus melakukan evaluasi menyeluruh. Imran Nahumarury berjanji akan memperbaiki proses latihan dan mengoptimalkan taktik agar tim dapat bangkit kembali di kompetisi berikutnya.
Secara keseluruhan, laga ini tidak hanya menampilkan serangan gol yang spektakuler, tetapi juga menegaskan kembali dominasi Persebaya dalam kompetisi musim ini. Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, pertarungan antara Bajul Ijo dan Kabau Sirah ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya persiapan, kedalaman skuad, dan eksekusi taktis dalam meraih hasil maksimal di level profesional.