Pep Guardiola Kembali Dipertimbangkan Jadi Pelatih Timnas Inggris Pasca Kekalahan di Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 19 Juli 2026 | Setelah Inggris tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026 oleh Argentina, sorotan kembali mengarah pada posisi kepelatihan Timnas Inggris. Nama yang paling sering disebut-sebut adalah Pep Guardiola, mantan manajer Manchester City yang baru saja mengakhiri dekade kepemimpinan di Etihad. Meskipun sebelumnya menolak tawaran mengelola Three Lions pada 2024, Guardiola dikabarkan kembali menyatakan minatnya kepada lingkaran terdekatnya.
Menurut laporan yang beredar di media Inggris, Guardiola secara pribadi mengonfirmasi kepada teman-temannya bahwa ia masih ingin mengelola timnas Inggris di masa depan. Pernyataan ini muncul setelah ia resmi mengundurkan diri dari Manchester City pada musim panas 2026, menyebutkan kebutuhan akan istirahat panjang dari dunia sepak bola. “Rest. No plans to train for a while,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif, menegaskan bahwa ia tidak berencana kembali ke klub dalam waktu dekat.
Keputusan Guardiola untuk menolak tawaran FA pada 2024 sempat menjadi perbincangan hangat. Pada saat itu, ia sempat secara verbal setuju untuk mengambil alih timnas, namun pada menit terakhir ia berubah pikiran dan memilih tetap melanjutkan kontraknya dengan City. Kejadian ini menambah citra Guardiola sebagai sosok yang “prone to changing his mind”. Namun, kegagalan Inggris di semifinal dan kritik tajam terhadap keputusan taktik Thomas Tuchel membuka peluang baru bagi mantan manajer klub-klub elit tersebut.
Thomas Tuchel, yang saat ini memegang kontrak dua tahun dengan FA sejak Februari 2026, menghadapi tekanan luar biasa setelah Inggris kehilangan keunggulan 1-0 pada menit akhir pertandingan melawan Argentina. Beberapa mantan pemain senior, termasuk Wayne Rooney dan Clinton Morrison, menilai bahwa Tuchel masih layak dipertahankan, namun mereka juga menyatakan bahwa jika Guardiola tersedia, FA sebaiknya segera mengambil langkah itu.
- Wayne Rooney: Dalam program “The Wayne Rooney Show”, Rooney menegaskan bahwa tidak ada kandidat yang lebih baik selain Guardiola, kecuali jika Tuchel tetap dipertahankan. Ia menyebut, “Jika Pep tersedia, mungkin Anda bisa merekrutnya.”
- Clinton Morrison: Menulis untuk FourFourTwo, Morrison menyoroti bahwa Guardiola adalah satu-satunya alternatif realistis untuk menggantikan Tuchel, mengingat reputasi dan pencapaian Guardiola di Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.
Kombinasi antara prestasi Guardiola—20 trofi utama, termasuk enam gelar Premier League dan satu Liga Champions—menjadikannya kandidat yang sangat menarik. Namun, ada pertimbangan lain yang harus dihadapi FA. Guardiola belum secara resmi mengumumkan niatnya untuk kembali ke dunia manajerial, dan ia menekankan pentingnya istirahat setelah satu dekade yang intens di level tertinggi.
Di sisi lain, FA tetap menunjukkan dukungan kepada Tuchel, mengingat kontraknya yang telah diperpanjang hingga Euro 2028. Tuchel sendiri mengungkapkan tekad untuk melanjutkan kepelatihan hingga turnamen besar berikutnya, meskipun kritik mengenai keputusan taktisnya di semifinal semakin keras. Beberapa analis menilai bahwa kehadiran Guardiola dapat mengubah strategi Inggris menjadi lebih menyerang dan kreatif, sesuatu yang dirasa kurang dalam beberapa pertandingan terakhir.
Situasi ini menempatkan FA pada persimpangan penting: memutuskan apakah akan menunggu kesempatan Guardiola terbuka atau tetap berpegang pada kontrak Tuchel yang sudah ada. Keputusan tersebut tidak hanya memengaruhi persiapan menuju Euro 2028, tetapi juga citra Inggris di panggung internasional pasca kegagalan di Piala Dunia.
Dengan tekanan media, pendapat publik, dan harapan para pemain, FA harus menimbang risiko dan manfaat secara cermat. Jika Guardiola akhirnya memutuskan kembali ke dunia manajerial, kehadirannya dapat membawa perubahan signifikan dalam filosofi permainan Inggris. Namun, jika ia tetap memilih beristirahat, Tuchel harus mengatasi kritik dan memperbaiki taktik untuk mengembalikan kejayaan Three Lions.
Keputusan akhir masih menunggu konfirmasi resmi dari kedua belah pihak. Sementara itu, para penggemar dan pemangku kepentingan terus menantikan perkembangan selanjutnya, berharap Inggris dapat bangkit kembali dan meraih prestasi yang lebih tinggi di kompetisi internasional berikutnya.