Neil El Aynaoui Bersinar, Morocco Hancurkan Canada 3-0 di Bab 16 Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 05 Juli 2026 | HOUSTON, Texas – Pada Sabtu (4 Juli 2026), tim nasional Maroko menorehkan kemenangan meyakinkan 3-0 melawan Kanada dalam perempat final pertama (Round of 16) Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan yang digelar di NRG Stadium, Houston, menjadi panggung bagi gelandang Roma, Neil El Aynaoui, untuk menampilkan kualitasnya di level tertinggi kompetisi internasional.
Sejak awal kompetisi, Maroko menunjukkan performa impresif. Mereka membuka fase grup dengan hasil imbang 1-1 melawan Brasil, lalu mengukir kemenangan atas Haiti dan Skotlandia, serta mengalahkan Belanda melalui adu penalti di babak 32 besar. Kesuksesan tersebut menjadikan mereka salah satu favorit melangkah ke babak 16, terutama setelah mengalahkan tim kuat Brasil di grup.
Susunan pemain Maroko yang dikonfirmasi menjelang laga meliputi Yassine Bounou di gawang, lini belakang yang dipimpin oleh kapten Achraf Hakimi, bersama Issa Diop, Redouane Halhal, dan Noussair Mazraoui. Di lini tengah, Neil El Aynaoui bergabung dengan Ayyoub Bouaddi dan Bilal El Khannouss, membentuk trio yang diharapkan mengendalikan tempo permainan. Sementara di lini serang, Azzedine Ounahi, Brahim Diaz, dan Ismael Saibari menjadi ancaman utama.
Kanada, yang menampilkan skuad berisi pemain-pemain berpengalaman seperti Jonathan David, Tajon Buchanan, dan Stephen Eustaquio, menempati posisi yang lebih defensif dengan formasi 4‑4‑2. Kiper Maxime Crépeau menjadi garda terdepan, sementara Alistair Johnston, Luc De Fougerolles, Moïse Bombito, dan Richie Laryea menjaga pertahanan.
Babak pertama berlangsung relatif sepi. Kedua tim saling menguji pertahanan, namun tidak ada peluang signifikan yang tercipta. El Aynaoui berperan aktif dalam distribusi bola, membantu Maroko mempertahankan penguasaan di tengah lapangan. Pada menit ke-45, Bounou melakukan penyelamatan krusial atas tembakan Jonathan David yang meleset tipis, memastikan skor tetap 0-0 menjelang jeda.
Babak kedua dimulai dengan intensitas yang lebih tinggi. Pada menit ke-50, Achraf Hakimi melancarkan tendangan bebas yang tepat ke arah Azzedine Ounahi di tepi kotak penalti. Ounahi mengeksekusi tembakan pertama kali dengan akurasi tinggi, mengirim bola ke pojok kanan bawah, menjadikan skor 0-1 untuk Maroko. Gol tersebut memecah kebuntuan dan menimbulkan tekanan psikologis pada Kanada.
Setelah gol pertama, Maroko meningkatkan kecepatan serangannya. Pada menit ke-82, Ounahi kembali mencetak gol kedua setelah menerima umpan terobosan dari Ismael Saibari. Serangan balik cepat ini memperlihatkan koordinasi apik antara lini tengah dan sayap. Ounahi, yang sebelumnya tampil menonjol di Piala Afrika 2024, kini menambah dua gol di panggung dunia, mengukuhkan reputasinya sebagai penyerang serba bisa.
Menjelang menit akhir pertandingan, Maroko tetap mendominasi. Pada menit ke-85, Ounahi mencoba memperbesar keunggulan dengan tembakan yang memantul di tiang gawang, namun gagal masuk. Namun, pada tambahan waktu (90+8′), Soufiane Rahimi, yang masuk sebagai pengganti, menutup skor menjadi 0-3 setelah menerima umpan dari Brahim Diaz. Penjaga gawang Kanada, Maxime Crépeau, gagal menghentikan tembakan yang menempel di sudut atas kanan.
Kemenangan 3-0 ini tidak hanya mengantar Maroko ke perempat final kedua, melainkan juga menegaskan peran vital Neil El Aynaoui. Meskipun tidak mencetak gol, El Aynaoui mencatat tiga assist potensial, mengatur alur permainan, dan membantu menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Penampilannya yang konsisten mendapat pujian dari pelatih Mohamed Ouahbi, yang menyatakan bahwa El Aynaoui adalah “motor penggerak” di lini tengah tim.
Di sisi lain, Kanada harus menelan kekalahan pertama mereka di turnamen ini. Meskipun Jonathan David dan Tani Oluwaseyi berusaha menciptakan peluang, pertahanan Maroko yang terorganisir dan pressing tinggi membuat mereka kesulitan menembus lini belakang. Kritik utama diarahkan pada kurangnya ketajaman akhir serta ketergantungan pada satu atau dua pemain utama.
Dengan hasil ini, Maroko akan melanjutkan perjuangannya ke perempat final, dimana mereka akan bertemu tim pemenang antara Paraguay dan Prancis. Sementara itu, Kanada harus mengakhiri mimpi mereka di fase knockout, meski tetap diakui sebagai tim yang berhasil mengukir sejarah pertama kali mencapai babak 16 dalam debut Piala Dunia mereka.
Kesuksesan Neil El Aynaoui di Houston menambah nilai jualnya di pasar transfer Eropa. Media Italia dan Prancis sudah mengabarkan minat klub-klub papan atas, termasuk Juventus dan AC Milan, untuk merekrut gelandang asal Maroko tersebut. Jika performanya tetap konsisten, El Aynaoui berpotensi menjadi bintang utama Maroko di sisa kompetisi dan sekaligus meningkatkan profil sepak bola Afrika di panggung global.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa Maroko kini menjadi salah satu tim paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Kombinasi taktik disiplin, kreativitas di lini tengah, serta kemampuan mengeksekusi peluang secara klinis menjadikan mereka ancaman nyata bagi siapa pun yang menghadapinya di babak selanjutnya.