Messi Cetak Sejarah: Pemain dengan Gol Terbanyak Sepanjang Usia Piala Dunia
Blog Berita daikin-diid – 25 Juni 2026 | Di panggung megah Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara Amerika Utara, Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai GOAT (Greatest Of All Time) dengan menorehkan rekor gol terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut. Pada laga pembuka grup melawan Aljazair, sang kapten Argentina mengukir hattrick, menambah koleksi 16 golnya dan menyamai rekor lama Miroslav Klose. Namun, pencapaian itu hanyalah permulaan karena pada pertandingan selanjutnya melawan Austria, Messi berhasil memecahkan rekor Klose dan melampaui legenda wanita Marta dengan total 18 gol, menjadikannya satu-satunya pemain yang memimpin papan skor Piala Dunia pria maupun wanita.
Keberhasilan Messi tidak hanya terletak pada jumlah gol, melainkan juga pada konteks historis yang melingkupinya. Dengan usia 38 tahun 357 hari, ia menjadi pemain tertua yang mencetak hattrick di Piala Dunia, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Cristiano Ronaldo. Selain itu, Messi menjadi pemain ketiga yang mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia beruntun, bergabung dengan Just Fontaine dan Jairzinho. Ia juga merupakan pemain Argentina pertama yang mencetak gol di lima Piala Dunia berturut‑turut, melampaui prestasi Hernán Crespo dan Guillermo Stábile.
Rekor-rekor lain yang tercatat pada turnamen kali ini meliputi:
- Menjadi pencetak gol terbanyak Argentina dengan 122 gol sepanjang karier internasional.
- Menjadi satu‑satunya pemain yang memiliki 18 gol Piala Dunia, melampaui rekor Klose (16) dan Marta (17).
- Mencetak gol pertamanya pada turnamen ini lewat tendangan penalti melawan Aljazair, diikuti dengan dua gol penting melawan Austria yang memastikan Argentina lolos ke fase knockout.
- Menjadi pemain ke‑dua yang mencetak gol di lima Piala Dunia berbeda, menyusul Cristiano Ronaldo.
Pertandingan melawan Austria di Dallas menjadi momen krusial. Messi membuka skor pada menit ke‑38 setelah umpan cepat dari Facundo Medina, menempatkan bola ke sudut kiri bawah gawang Alexander Schlager. Dua menit kemudian, setelah serangan balik, ia menambah satu gol lagi, mengukir total 18 gol Piala Dunia. Meskipun ia gagal mengeksekusi penalti pada peluang pertama, kegagalan itu tidak mengurangi semangat tim. Messi mengakui kekecewaannya atas tendangan yang meleset, namun menegaskan tekad untuk terus berkontribusi pada jalannya tim.
Keberhasilan Messi ini juga menimbulkan perbandingan dengan para legenda lainnya. Xavi, mantan rekan setimnya di Barcelona, menyebut Messi sebagai “Michael Jordan of football” dan menekankan keabadian performa Messi selama dua dekade. Sementara itu, pencapaian ini menegaskan posisi Messi di antara para pemimpin sejarah lain, termasuk Miroslav Klose, Just Fontaine, dan Cristiano Ronaldo, yang masing‑masing mencatat prestasi luar biasa pada era mereka.
Selain catatan individu, pencapaian Messi memberi dampak strategis bagi skuad Argentina. Dengan kemenangan 2-0 atas Austria, tim asuhan Lionel Scaloni telah mengamankan tempat di fase knockout dan berpeluang menduduki puncak Grup J. Jika berhasil menempati posisi pertama, Argentina akan bertemu tim runner‑up Grup H di Miami pada tanggal 3 Juli, sebuah lokasi yang memiliki nilai emosional mengingat Messi kini berlabuh di Inter Miami.
Keberadaan Messi di turnamen ini juga menambah nilai komersial dan popularitas Piala Dunia 2026. Penonton global menyaksikan setiap gerakannya, dan rekor yang ia pecahkan menjadi sorotan utama media internasional. Dampak tersebut tidak hanya terbatas pada lapangan, melainkan juga memperkuat citra Argentina sebagai kekuatan sepak bola kelas dunia.
Dengan total 18 gol, Messi tidak hanya menulis sejarah pribadi, tetapi juga memperkaya warisan sepak bola dunia. Rekor ini kemungkinan akan bertahan lama, mengingat usia dan kondisi fisik yang semakin menantang. Namun, Messi sendiri tampak tak berhenti di situ; ia menargetkan penampilan konsisten di setiap laga, berusaha menambah koleksi gol dan memperpanjang dominasi Argentina di panggung internasional.
Secara keseluruhan, pencapaian Lionel Messi di Piala Dunia 2026 menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemain hebat, melainkan simbol ketangguhan, konsistensi, dan keunggulan yang melampaui generasi. Rekor gol terbanyak ini akan menjadi tolak ukur bagi generasi mendatang, sekaligus menambah babak baru dalam legenda sang “Pulga” yang terus berlari melampaui batas waktu.