Mengenal Keutamaan Sahur dan Tips Puasa Arafah agar Tetap Bugar Menjelang Idul Adha
Blog Berita daikin-diid – 26 Mei 2026 | Menjelang hari raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut momen penuh berkah, salah satunya dengan melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Meskipun puasa ini bukan wajib, keutamaan yang terkandung di dalamnya sangat menggiurkan: hadis riwayat Muslim menyebutkan puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Untuk memaksimalkan manfaat tersebut, sahur menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Sahur tidak sekadar mengisi perut, melainkan juga menyiapkan tubuh dan jiwa untuk menunaikan ibadah puasa dengan optimal.
Berbagai persiapan dapat dilakukan sebelum memulai puasa Arafah. Pertama, pahami keutamaannya melalui kajian hadis dan tafsir, sehingga motivasi tetap tinggi sepanjang hari. Kedua, jaga kesehatan dengan istirahat cukup, memperbanyak konsumsi air putih pada malam hari, serta mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat. Langkah-langkah ini membantu menjaga stamina ketika berpuasa, terutama bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Sebelum memasuki waktu sahur, niatkan puasa dengan lafadz yang tepat: “Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala.” Niat yang tulus menegaskan tujuan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Selama sahur, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun, karena momen tersebut merupakan waktu yang mustajab untuk doa. Menyertakan dzikir dan bacaan Al‑Qur’an singkat dapat menambah kekhusyukan hati.
- Pilih Makanan Ringan tapi Mengenyangkan: Konsumsi makanan seperti oat, buah-buahan, roti gandum, dan telur rebus. Hindari makanan berlemak berlebih yang dapat membuat rasa lelah lebih cepat.
- Cukup Cairan: Minum air putih minimal 500 ml saat sahur, ditambah segelas susu atau jus tanpa tambahan gula berlebih.
- Atur Porsi: Makan secukupnya, tidak berlebihan, agar tidak merasa kembung saat beribadah.
Selain memperhatikan asupan, sikap selama berpuasa juga sangat penting. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan menahan ucapan buruk, emosi berlebihan, dan perbuatan yang dapat merusak pahala. Selama hari Arafah, dianjurkan memperbanyak sabar, menjaga lisan, dan menghindari perdebatan yang tidak perlu. Mengisi waktu dengan membaca Al‑Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta berdoa menjadi cara efektif meningkatkan kualitas ibadah.
Jadwal imsakiyah pada hari ke-9 Ramadan, yang jatuh pada 9 Maret 2025 di wilayah Jawa Tengah, mencatat waktu sahur sekitar pukul 04.30 WIB. Meskipun tanggal tersebut masih dalam bulan Ramadan, pola sahur yang teratur dapat menjadi acuan bagi umat yang akan melaksanakan puasa Arafah. Memanfaatkan aplikasi jadwal imsakiyah atau kalender Islam lokal membantu mengatur waktu sahur dengan tepat.
Bagi lansia atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus, puasa Arafah tetap dapat dijalankan dengan beberapa penyesuaian. Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah beri, sayuran hijau, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kebugaran. Jika ada keluhan kesehatan, tetap konsultasikan dengan tenaga medis sebelum berpuasa.
Secara keseluruhan, sahur bukan sekadar tradisi, melainkan sarana spiritual dan fisik yang mempersiapkan tubuh serta jiwa untuk menunaikan puasa Arafah dengan penuh keberkahan. Dengan memahami keutamaan, menyiapkan niat, mengatur pola makan, serta menjaga sikap, umat Islam dapat meraih pahala maksimal dan menyambut Idul Adha dalam keadaan fit dan khusyuk.
Semoga setiap sahur yang dijalani menjadi ladang pahala, dan puasa Arafah membawa pengampunan serta keberkahan yang melimpah bagi seluruh umat.