Mbappé dan Hakimi: Persahabatan di Luar Lapangan, Kompetisi di Piala Dunia 2026 Membuat Kedua Bintang Ini Bersaing Sengit
Blog Berita daikin-diid – 10 Juli 2026 | Kylian Mbappé dan Achraf Hakimi, dua sosok yang dikenal tidak hanya karena bakat mereka di lapangan, namun juga ikatan persahabatan yang terjalin sejak masa bersama di Paris Saint-Germain, kembali menjadi sorotan publik setelah pertemuan mereka dalam laga perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan antara timnas Perancis dan Maroko yang digelar di Boston Stadium, Foxborough, berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi Les Bleus. Mbappé mencetak satu gol dan memberikan satu assist, sementara Hakimi harus menelan kekecewaan karena timnya gagal melaju ke semifinal.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Mbappé menegaskan bahwa persahabatan mereka tidak memengaruhi fokus di lapangan. “Tidak, tidak. Akan lebih berat ketika saya bertemu dia lagi di ruang ganti karena saat itu kami kembali menjadi manusia dan kembali menjadi teman,” ungkapnya kepada media M6. “Namun di lapangan tidak ada emosi. Saya datang untuk menang dan dia juga datang untuk menang.” Pernyataan ini menegaskan profesionalisme kedua pemain, meski kedekatan mereka telah teruji sejak Oktober 2021 ketika penerbangan PSG dibatalkan akibat cuaca buruk, memaksa tim melakukan perjalanan darat dan beristirahat sejenak di Trappes. Foto bersama Mbappé dan Hakimi yang diunggah saat itu menandai awal persahabatan yang kerap terlihat dalam interaksi di luar kompetisi.
Selain sorotan pada pertandingan, Mbappé juga mengungkapkan kondisi cedera ringan yang dialaminya pada pergelangan kaki selama laga. Ia menegaskan bahwa cedera tersebut tidak mengganggu penampilannya, bahkan menyebut Mateta lebih siap melanjutkan pertandingan jika diperlukan. Di sisi lain, Hakimi terlihat sedih setelah pertandingan, mengaku bahwa pertemuan kembali di ruang ganti akan lebih menyakitkan secara emosional, mengingat kedekatan pribadi mereka.
Persahabatan ini tidak hanya terbatas pada timnas. Selama masa di PSG, Mbappé beberapa kali menginap di rumah Hakimi di Madrid, sementara Hakimi menjadi salah satu orang pertama yang mengetahui keputusan Mbappé untuk tetap bertahan di PSG pada tahun 2022, sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid pada 2024. Mantan penjaga gawang PSG, Alexandre Letellier, pernah menyatakan bahwa keduanya langsung akrab sejak Hakimi bergabung ke ruang ganti klub.
Di luar konteks Piala Dunia, nama Hakimi kembali muncul dalam perbincangan transfer Inter Milan. Mantan kapten Inter, Beppe Bergomi, dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, menyamakan potensi pemain muda bernama Khalaili dengan gaya bermain Hakimi, menekankan kecepatan dan kemampuan satu lawan satu yang mirip. Bergomi menambahkan bahwa Inter telah lama mencari pemain dengan profil serupa Hakimi untuk memperkuat sayap kanan mereka, sekaligus menyoroti kebutuhan tim dalam mengisi kekosongan di lini belakang setelah kepergian pemain seperti Acerbi, De Vrij, dan Darmian.
Pengamatan Bergomi menambah dimensi baru pada perbincangan tentang nilai dan peran Hakimi di kancah internasional. Meskipun kini bermain sebagai bek kanan untuk Real Madrid, kualitas ofensifnya tetap menjadi contoh bagi generasi pemain muda. Sementara itu, Mbappé, yang kini menjadi ujung tombak serangan Perancis, terus menegaskan tekadnya untuk membawa Les Bleus ke final Piala Dunia, mengingatkan bahwa persaingan di level tertinggi menuntut konsentrasi penuh, tanpa ruang untuk persahabatan yang dapat mengalihkan fokus.
Kesimpulannya, pertemuan Mbappé dan Hakimi di panggung Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana persahabatan dapat berdampingan dengan kompetisi profesional. Kedua pemain menunjukkan kedewasaan dalam memisahkan urusan pribadi dan tanggung jawab tim, sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan kolektif tetap menjadi prioritas utama. Sementara dunia sepak bola terus menanti perkembangan karier mereka, kisah ini menjadi bukti bahwa ikatan manusiawi tidak mengurangi intensitas persaingan di lapangan.