Man United Siapkan Langkah Besar: Manu Kone Jadi Target Utama di Tengah Musim Transfer 2026
Blog Berita daikin-diid – 10 Juli 2026 | Manchester United semakin mengukir pola jelas dalam strategi perbaikan lini tengah menjelang musim kompetisi 2026/2027. Setelah mengamankan kiper asal Italia, Ederson, dari Atalanta dan gelandang menyerang Andrey Santos dari Chelsea dengan total nilai transaksi sekitar £85 juta, klub asal Old Trafford kini menatap satu target krusial lainnya: gelandang asal Roma, Manu Kone.
Manu Kone, gelandang berusia 25 tahun, menonjol di Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Prancis. Penampilannya di fase gugur, khususnya dalam pertandingan melawan Maroko, memperoleh nilai 7/10 dari L’Equipe, setara dengan Kylian Mbappé. Di lapangan, Kone menampilkan energi luar biasa, mencatat 92,8% akurasi umpan, 83,3% pada umpan panjang, serta rata-rata 5,54 recoveri bola per 90 menit. Statistik tersebut menempatkannya di antara gelandang paling produktif dalam turnamen, menurut data FotMob.
Keunggulan Kone tidak hanya terletak pada statistik. Ia dikenal mampu berperan sebagai gelandang bertahan maupun box‑to‑box, menyesuaikan diri dengan taktik modern yang menuntut fleksibilitas. Kombinasi kecepatan, ketangguhan fisik, dan kualitas teknis menjadi nilai jual utama yang menarik perhatian klub-klub top Eropa, termasuk Manchester United, Arsenal, Chelsea, serta Paris Saint‑Germain yang telah memantau perkembangannya sejak lama.
Menurut laporan TeamTalk, United telah menandai Kone sebagai “opsi serius” setelah menyadari bahwa target sebelumnya, Aurelien Tchouameni, kini tidak lagi dapat dikejar karena Real Madrid memperpanjang kontrak pemain berusia 26 tahun itu hingga 2031. Sementara opsi lain seperti Elliot Anderson, Mateus Fernandes, dan Sandro Tonali telah menghilang dari pasar, Kone muncul sebagai alternatif yang memenuhi tiga kriteria utama: profil pemain, ketersediaan, dan nilai transfer yang masih dapat dipertimbangkan.
Roma, klub asal Italia yang menempati posisi kuat dalam Serie A dan berhasil lolos ke fase grup Liga Champions, berada di bawah tekanan regulasi keuangan UEFA. Untuk memenuhi persyaratan keuangan, mereka bersedia menjual Kone dengan harga yang diperkirakan berada di kisaran £49‑50 juta. Penjualan tersebut akan memberikan profit signifikan mengingat Roma memperoleh Kone dari Borussia Mönchengladbach pada 2024 dengan biaya di bawah £20 juta.
Di sisi United, kebutuhan akan gelandang tambahan semakin mendesak. Dengan Ederson dan Santos yang sudah terikat kontrak, manajer klub menginginkan tiga gelandang baru untuk memperkuat kedalaman skuad. Kone diharapkan menjadi mesin ketiga yang dapat menyeimbangkan kreativitas dan perlindungan di lini tengah, sekaligus meningkatkan kompetisi internal untuk posisi utama.
Selain aspek taktis, motivasi pribadi Kone juga menjadi faktor penting. Pemain yang sebelumnya menolak tawaran Atletico Madrid mengungkapkan keinginannya untuk bermain di Premier League, liga yang ia nilai sebagai tantangan tertinggi di dunia. Kone juga menyatakan ketertarikannya pada peluang bergabung dengan PSG, meski klub Prancis tersebut belum mengajukan tawaran resmi.
Jika transfer ini terwujud, Kone akan menjadi gelandang pertama yang dibeli United sejak pergantian kepemilikan klub oleh grup INEOS pada 2023, yang telah menambah dana signifikan untuk mendukung ambisi pasar pemain. INEOS sendiri dilaporkan telah menyiapkan dana sekitar £50 juta khusus untuk menutup biaya akuisisi Kone, menandakan komitmen finansial yang kuat.
Secara keseluruhan, langkah United untuk mengincar Manu Kone mencerminkan perubahan paradigma dalam manajemen skuad: bukan sekadar menambah pemain, melainkan membangun fondasi tengah yang dinamis, tahan banting, dan dapat bersaing di level tertinggi kompetisi domestik maupun internasional.
Kesimpulannya, jika United berhasil mengamankan Kone dengan nilai transaksi yang wajar, gelandang muda ini dapat menjadi potensi kunci untuk mengubah dinamika permainan Old Trafford, memperkuat ambisi juara liga, dan sekaligus menambah kedalaman skuad menjelang fase krusial di kompetisi domestik serta kompetisi Eropa.