Lionel Mpasi, Penjaga Gawang DR Congo yang Memukau di Panggung World Cup 2026
Blog Berita daikin-diid – 02 Juli 2026 | Paris, 1 Juli 2026 – Pada laga babak 32 besar FIFA World Cup 2026, penjaga gawang DR Congo Lionel Mpasi-Nzau tampil menonjol dengan dua penyelamatan krusial melawan tim kuat Inggris. Pada menit ketujuh, Brian Cipenga mencetak gol bagi DR Congo, namun Inggris berhasil menyamakan kedudukan berkat dua gol Harry Kane di babak pertama. Mpasi, yang berusia 31 tahun, menjadi faktor utama yang menjaga selisih satu gol hingga jeda pertandingan.
Dalam babak pertama, Mpasi berhasil menepis dua sundulan berbahaya dari Jude Bellingham yang mendekati kotak penalti. Ia juga melakukan penyelamatan spektakuler pada tendangan voli Harry Kane dari sisi kanan area penalti, memperlihatkan refleks cepat dan posisi yang tepat. Statistik menunjukkan bahwa pada babak pertama ia melakukan tiga penyelamatan dengan rasio pencegahan gol mencapai 1,23. Insiden kontroversial terjadi ketika Mpasi bertabrakan dengan Kane di dalam area penalti setelah keluar dari garis, namun wasit tidak memberikan penalti kepada Inggris.
Penampilan impresif ini tidak lepas dari perjalanan kariernya yang beragam. Mpasi memulai kariernya di akademi Paris Saint‑Germain sebelum pindah ke Toulouse. Ia pernah mewakili Prancis pada tingkat U‑17 antara 2010 hingga 2012, namun kemudian memutuskan memperkuat tim nasional senior DR Congo. Pada level klub, ia meniti karier di Ligue 2 Prancis, pertama kali menonjol di Rodez, di mana ia bahkan mencetak satu gol sebagai penjaga gawang. Sejak 2025, ia bergabung dengan Le Havre, klub Prancis yang berkompetisi di divisi kedua, memperkuat lini pertahanan mereka dengan pengalaman internasional.
Dalam pertandingan melawan Inggris, DR Congo memulai dengan keunggulan satu gol berkat gol awal Cipenga. Namun, tekanan Inggris semakin mengancam setelah Bellingham membuka peluang melalui sundulan yang hampir masuk. Penyelamatan Mpasi pada sundulan tersebut menghambat momentum lawan. Di menit ke‑70, Kane berhasil menembus pertahanan DR Congo dan mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan rebound dari tembakan Anthony Gordon yang gagal. Meskipun DR Congo berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol tunggal, akhirnya Inggris mengunci kemenangan 2‑1 dengan sisa waktu kurang dari tiga menit.
Penampilan Mpasi mendapat pujian dari analis sepak bola internasional yang menilai bahwa kemampuan membaca situasi dan keberanian keluar dari garis memberi keuntungan taktis bagi DR Congo. Meskipun timnya akhirnya tersingkir, penyelamatan-penyelamatan Mpasi menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di panggung tertinggi dunia. Keberaniannya keluar dari garis, meski menimbulkan kontroversi, mencerminkan gaya permainan modern yang menuntut penjaga gawang lebih aktif dalam mengorganisir pertahanan.
Di luar lapangan, Mpasi dikenal sebagai sosok profesional yang mengutamakan disiplin latihan. Ia rutin melakukan sesi kebugaran di pusat pelatihan Le Havre dan berpartisipasi dalam program mentoring bagi pemain muda di akademi klub. Pengalaman internasionalnya, baik di level junior Prancis maupun senior DR Congo, memberi nilai tambah bagi generasi berikutnya yang ingin meniti karier di kancah Eropa.
Kesimpulannya, meski DR Congo harus mengucapkan selamat tinggal dari World Cup 2026 setelah kekalahan tipis melawan Inggris, Lionel Mpasi berhasil meninggalkan jejak positif. Penyelamatan-penyelamatan pentingnya, kemampuan mengatur pertahanan, serta latar belakang klub yang beragam menjadikannya salah satu penjaga gawang paling menonjol di turnamen ini. Ke depannya, harapan besar menanti Mpasi untuk terus mengukir prestasi bersama Le Havre dan menjadi tulang punggung DR Congo pada kompetisi internasional berikutnya.