Kiper Kongo Lionel Mpasi Gagalkan Penalti Inggris, Inggris Tertinggal 0-1 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 02 Juli 2026 | Stadion Atlanta menjadi saksi dramatis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo). Meskipun The Three Lions menguasai penguasaan bola, mereka harus menelan keunggulan 0-1 berkat gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh. Penyelamatan krusial kiper Lionel Mpasi, terutama pada peluang penalti yang melibatkan Harry Kane, menjadi titik balik penting yang menegaskan peran kiper Kongo dalam menahan serangan Inggris.
Awal pertandingan ditandai dengan serangan agresif Inggris. Thomas Tuchel menyiapkan formasi menyerang, mengandalkan kecepatan Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford. Namun, pada menit ketujuh, Kongo berhasil menembus pertahanan Inggris lewat umpan terobosan Chancel Mbemba. Brian Cipenga, yang berada di dalam kotak penalti, mengontrol bola dan mengeksekusi tembakan mendatar ke sudut kanan bawah yang tidak dapat dijangkau Jordan Pickford. Gol tersebut menjadikan skor 1-0 untuk Kongo.
Setelah tertinggal, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-29, Declan Rice mengirimkan umpan silang yang disambut sundulan Jude Bellingham, namun Mpasi berhasil menepis bola dengan sigap. Lima menit kemudian, Harry Kane mendapatkan peluang emas setelah Djed Spence mengalirkan bola kepadanya di dalam kotak penalti. Kane berusaha menembak, namun bek Axel Tuanzebe berhasil memblok tembakan, memaksa bola jatuh ke tanah. Momen ini memicu kontroversi ketika Wasit Adham Makhadmeh menilai bahwa kontak antara Kane dan Mpasi tidak cukup untuk memberikan penalti.
Keputusan wasit menjadi sorotan utama. Banyak pengamat menilai bahwa sentuhan Mpasi pada kaki Kane cukup signifikan untuk mengindikasikan pelanggaran, namun Makhadmeh memutuskan untuk tidak memberi penalti. Lionel Mpasi, yang tampak tenang, langsung melanjutkan pertahanan dengan menangkis tembakan selanjutnya dari Jude Bellingham pada menit ke-35, mempertegas reputasinya sebagai kiper yang tangguh.
- Menit 7: Gol Brian Cipenga, RD Kongo 1-0 Inggris.
- Menit 29: Sundulan Bellingham diblok Mpasi.
- Menit 32: Kontak Kane-Mpasi, tidak diberi penalti.
- Menit 35: Tembakan Bellingham ditolak Mpasi.
Sementara itu, Jordan Pickford, kiper Inggris, tetap optimis meskipun timnya berada di bawah tekanan. Sebelum pertandingan, Pickford menegaskan kesiapan timnya menghadapi segala kemungkinan, termasuk adu penalti. Ia menambahkan bahwa persiapan mental dan fisik telah dilakukan secara intensif, meskipun hasil babak pertama belum menunjukkan keunggulan.
Di sisi lain, Lionel Mpasi tidak hanya menonjol dalam satu penyelamatan. Ia juga melakukan beberapa penyelamatan krusial sepanjang babak pertama, menjaga keunggulan Kongo tetap aman. Penampilan Mpasi menambah kepercayaan diri tim Kongo, yang meski berada di posisi underdog, berhasil mengendalikan tempo permainan dan menahan serangan berbahaya dari The Three Lions.
Berbagai analis sepakbola menilai bahwa keputusan tidak memberi penalti kepada Kane dapat memengaruhi moral Inggris. Sementara itu, Kongo menunjukkan disiplin taktik yang kuat, terutama dalam pertahanan zona yang dipimpin Mpasi. Keberhasilan mereka mengatasi tekanan Inggris memberikan contoh bagaimana tim dengan sumber daya terbatas dapat mengoptimalkan keunggulan individu, terutama kiper, untuk meraih hasil positif.
Menjelang jeda istirahat, pelatih Inggris Thomas Tuchel diharapkan menyesuaikan taktik, mungkin dengan menurunkan lini pertahanan dan menambah tekanan di sisi sayap untuk memecah pertahanan Kongo. Sementara itu, pelatih Kongo dapat memanfaatkan keunggulan pertama mereka dengan mengandalkan serangan balik cepat, memanfaatkan kecepatan pemain sayap dan kemampuan Mpasi dalam mengorganisir pertahanan.
Jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, kesiapan mental yang telah ditekankan oleh Pickford akan diuji. Kedua tim telah mempersiapkan skenario adu penalti, namun keputusan wasit pada momen kunci ini menunjukkan betapa tipisnya garis antara kemenangan dan kekalahan pada fase gugur.
Kesimpulannya, penampilan Lionel Mpasi menjadi faktor penentu dalam menjaga keunggulan Kongo pada babak pertama. Keputusan wasit yang menolak penalti bagi Harry Kane menambah dimensi kontroversial pada pertandingan ini, sekaligus menegaskan pentingnya keputusan teknis dalam turnamen sebesar Piala Dunia. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian sejati bagi Inggris untuk membalikkan keadaan, sementara Kongo berusaha mempertahankan keunggulan mereka dengan ketangguhan kiper dan disiplin taktik.