Kejutan Wimbledon 2026: Elena Rybakina Tersingkir, Iga Swiatek Tak Bisa Pertahankan Gelar
Blog Berita daikin-diid – 05 Juli 2026 | London, 5 Juli 2026 – Hari ketiga putri Wimbledon 2026 menjadi saksi dua kejutan besar yang mengguncang jajaran favorit. Juara bertahan Iga Swiatek, peringkat tiga dunia, harus menyerah setelah kalah dalam tiga set melawan Alexandra Eala, petenis muda asal Filipina. Sementara itu, Elena Rybakina, mantan juara Wimbledon 2022 dan unggulan kedua, terpaksa mengakhiri kampanye gelarnya setelah terjegal oleh Elise Mertens dari Belgia.
Pertandingan Swiatek melawan Eala berlangsung di Centre Court dengan intensitas tinggi. Swiatek membuka set pertama dengan serangan agresif, namun Eala berhasil menyelamatkan empat break point sebelum mengamankan tie‑break 11‑9. Set kedua berbalik tajam; Eala mendominasi servis lawan, memanfaatkan empat break point untuk menutup pertandingan dengan skor 6‑2. Kemenangan ini menandai debut Eala di perempat final Wimbledon serta menegaskan posisinya sebagai petenis Filipina pertama yang melaju ke pekan kedua Grand Slam.
Sementara sorotan utama beralih ke duel antara Rybakina dan Mertens di Court 1. Rybakina memasuki pertandingan dengan catatan kemenangan 7‑1 melawan Mertens dalam pertemuan sebelumnya, namun hari itu ia tampak kehilangan ritme. Setelah memenangkan set pertama lewat tie‑break 7‑4, Rybakina tidak mampu menahan tekanan Mertens di set kedua, yang berakhir 6‑1. Elise Mertens, yang sebelumnya dikenal kuat di bidang ganda Wimbledon, menampilkan variasi pukulan yang membuat Rybakina kesulitan menemukan tempo, terutama pada servis dan pertahanan baseline.
Hasil tersebut memiliki implikasi penting bagi peringkat dunia. Dengan kegagalan Rybakina menembus perempat final, Aryna Sabalenka tetap berada di puncak peringkat WTA, sementara Rybakina kehilangan kesempatan untuk menggeser posisi tersebut. Bagi Swiatek, kegagalan mempertahankan gelar Wimbledon menandai fakta bahwa tidak ada pemain wanita yang berhasil menjuarai kembali turnamen tersebut sejak Serena Williams pada 2016.
- Rincian skor:
– Swiatek vs Eala: 6‑7(9‑11), 2‑6
– Rybakina vs Mertens: 7‑6(4), 1‑6 - Pemain yang maju:
– Alexandra Eala ke perempat final, akan bertemu unggulan ke‑13 Jasmine Paolini.
– Elise Mertens melaju ke babak keempat, dijadwalkan melawan Marie Bouzkova.
Analisis teknis menunjukkan bahwa Eala memanfaatkan kecepatan kaki dan variasi spin yang membuat Swiatek sering terpaksa melakukan kesalahan tidak pakai sengaja. Sementara itu, Mertens menampilkan permainan bertahan yang solid, menekan Rybakina dengan serangan balik yang konsisten dan mengubah arah bola secara tak terduga.
Kedua hasil ini menegaskan bahwa Wimbledon 2026 tidak lagi didominasi oleh pemain-pemain berpengalaman saja. Talenta muda dari Asia dan Eropa tengah mengukir nama mereka di panggung tertinggi tenis putri. Pertarungan selanjutnya akan memperlihatkan apakah Eala dapat mempertahankan performa impresifnya melawan Paolini, atau apakah Mertens akan melanjutkan rangkaian kemenangan melawan Bouzkova.
Kesimpulannya, hari ini menandai titik balik dalam turnamen, dengan dua unggulan utama tersingkir lebih awal. Kejutan ini membuka peluang bagi pemain lain untuk bersaing meraih gelar Grand Slam pertama mereka, sementara para pendukung akan terus menantikan aksi-aksi dramatis di babak selanjutnya.