Kapolri Beri Piagam Penghargaan IKPA Terbaik kepada Polda Riau, Dorong Transparansi Anggaran Nasional
Blog Berita daikin-diid – 29 April 2026 | Jakarta, 29 April 2026 – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Polda Riau atas pencapaian Indikator Kinerja Pelaksana Anggaran (IKPA) terbaik pada kategori pagu sedang. Penghargaan tersebut tercatat dalam Piagam Nomor: Kep/585/IV/2026 dan ditandatangani langsung oleh Kapolri pada 23 April 2026 di markas Besar Polri, Jakarta.
Dalam sambutannya, Kapolri menekankan bahwa pengelolaan anggaran yang akuntabel, transparan, dan tepat guna menjadi fondasi utama bagi keberhasilan seluruh organisasi Polri. “Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun bila tidak didukung oleh anggaran yang dikelola secara benar,” ujarnya, menegaskan pentingnya tata kelola keuangan yang profesional untuk mendukung tugas kepolisian di lapangan.
Penghargaan IKPA terbaik ini tidak hanya diberikan kepada Polda Riau, melainkan juga kepada Polda Sulawesi Selatan (kategori pagu besar) dan Polda Kalimantan Utara (kategori pagu kecil). Penyerahan penghargaan kepada ketiga Polda dilakukan dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri tahun 2026, yang dibuka oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Irjen Herry Heryawan, Kapolda Riau, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota yang terlibat dalam pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan buah kerja kolektif, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek di seluruh wilayah. “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang bekerja dengan tanggung jawab dan menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran negara,” kata Irjen Herry dalam pernyataan tertulisnya.
Menurut Kapolda, pengelolaan anggaran bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian integral dari upaya memberikan layanan publik yang maksimal. “Anggaran negara adalah amanah rakyat. Karena itu harus dikelola dengan baik, transparan, tepat guna, dan benar‑benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menambahkan bahwa pencapaian IKPA terbaik mencerminkan komitmen kuat jajaran kepolisian wilayah dalam mengelola dana publik secara bertanggung jawab. Ia mengajak seluruh satuan kerja Polri untuk mencontoh prestasi ini dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan demi menjawab tantangan organisasi ke depan. “Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” tegasnya.
Prestasi Polda Riau juga menjadi motivasi bagi unit‑unit lain di Polri untuk meningkatkan profesionalisme dan modernisasi sistem pengelolaan anggaran. Kapolda menyoroti pentingnya kekompakan personel di lapangan, yang terus melaksanakan tugas pelayanan, pengamanan, penegakan hukum, serta program sosial meski menghadapi dinamika yang beragam.
Selain penghargaan IKPA, Polri juga memberikan penghargaan lain berdasarkan survei Puslitbang Polri tahun 2025, termasuk penghargaan kepuasan masyarakat kepada Polda Bengkulu dan penghargaan internalisasi budaya integritas kepada Polda Bali. Penghargaan-penghargaan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya akuntabilitas dan integritas di seluruh jajaran Polri.
Secara keseluruhan, penghargaan IKPA terbaik kepada Polda Riau menegaskan keberhasilan pengelolaan anggaran yang efektif dan memberikan contoh positif bagi institusi kepolisian lainnya. Diharapkan prestasi ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri serta meningkatkan kualitas layanan keamanan dan ketertiban di seluruh Indonesia.
Related Posts
Polresta Malang Manfaatkan 252 CCTV untuk Pantau Lalu Lintas, Atasi Kriminalitas, dan Tingkatkan Keamanan Publik
FCSB Kalahkan Petrolul 3-1 di Arena Națională: Debut Lucian Filip, Kontroversi Suporter, dan Krisis Keuangan Klub Tuan Rumah
Tren Pencarian Harian 2026: Hijau Segar, Sepatu Festival Minimalis, Makan Murah di Florida, dan Kesalahan Desain Ruang Tamu
About The Author
Fairley Kaneesa
Kalau bukan karena terobsesi mengatur kabel di pabrik, Fairley Kaneesa lebih suka menelusuri lorong‑lorong Tangerang dengan kamera, sambil mengumpulkan buku‑buku sejarah yang lebih tua daripada Wi‑Fi di rumahnya. Karier menulisnya mulai meletup pada 2012, saat ia memutuskan bahwa rumus teknik bisa dijadikan bahan satire dalam novel‑novelnya. Sekarang, antara memotret kebisingan jalanan dan mengotak‑atik mesin, ia menulis sambil sesekali mengoreksi fakta sejarah yang ternyata lebih dramatis daripada drama Korea.