Grêmio Goleada 3-0 atas Confiança, Lolos ke Oitavas Copa do Brasil dengan Agregat 5-0
Blog Berita daikin-diid – 15 Mei 2026 | Pada Kamis malam, 14 Mei 2026, Arena Batistão di Aracaju menjadi saksi dominasi total Grêmio atas Confiança dalam laga putaran kelima Copa do Brasil. Pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini berakhir dengan skor 3-0 untuk tim Tricolor, sehingga agregat 5-0 memastikan mereka melaju ke fase oitavas tanpa keraguan.
Grêmio memasuki laga sebagai pemenang leg pertama yang digelar di Arena do Grêmio, mengamankan kemenangan 2-0. Keunggulan dua gol itu memberi mereka margin yang cukup lebar, namun tekanan tetap tinggi mengingat peraturan away goals yang masih berlaku. Sementara itu, Confiança yang berada di posisi 18 dalam klasemen Série C, belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhirnya dan baru saja mengganti pelatihnya, Claudio Caçapa, setelah serangkaian kekalahan.
Di sisi lain, Grêmio yang sedang berjuang di zona degradasi Brasileirão (posisi ke-17) berusaha menambah poin moral lewat kemenangan ini. Tim dipimpin oleh Luis Castro, yang sempat mengumumkan perubahan taktis dari formasi tiga bek menjadi empat bek (4-3-3) untuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan menekan lawan sejak menit awal.
Berikut susunan pemain yang memulai laga:
- Confiança: Rafael Pascoal; Valdir Júnior, Lucas Cunha, Eduardo Moura, Kelvyn; Renilson, Gustavo Nicola, Gabriel Zeca, PK, João Pedro, Iago. Cadangan: Danielzinho, Fabrício Oya, Maikon Aquino.
- Grêmio: Weverton; Pavón, Gustavo Martins, Viery, Caio Paulista; Noriega, Thiaguinho, Gabriel Mec; Amuzu, Braithwaite, Enamorado. Cadangan: Tetê, Willian, Carlos Vinícius.
Pada menit ke-13, Amuzu (Confiança) dijatuhkan di dalam kotak penalti, memicu keputusan wasit memberi tendangan penalti. Braithwaite mengeksekusi dengan tenang, mengamankan keunggulan 1-0 untuk Grêmio. Selama sisa babak pertama, kedua tim memiliki beberapa peluang, namun kiper Weverton hanya perlu melakukan satu penyelamatan signifikan pada menit ke-41.
Memasuki babak kedua, Grêmio memperkuat kontrol permainan dengan rangkaian umpan pendek dan serangan cepat. Pada menit ke-12 babak kedua, Braithwaite mencetak gol kedua lewat sundulan tajam setelah menerima umpan dari Pavón. Tak lama kemudian, pada menit ke-23, Willian memanfaatkan peluang penalti kedua, setelah pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti, dan menambah keunggulan menjadi 3-0.
Insiden penting lainnya terjadi pada menit ke-28, ketika bek Grêmio, Kannemann, menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Meskipun kehilangan satu pemain kunci, Grêmio tetap mengendalikan tempo pertandingan hingga peluit akhir.
Kondisi lapangan yang kurang ideal, dengan rumput yang basah dan licin, menjadi tantangan bagi kedua tim. Namun, Grêmio mampu menyesuaikan gaya permainan, memanfaatkan kecepatan sayap dan akurasi umpan pendek. Di sisi lain, Confiança hampir tidak menghasilkan serangan berarti; satu-satunya kesempatan nyata muncul ketika Kelvyn mengirimkan umpan silang yang kemudian diblokir oleh Caio Paulista.
Selama pertandingan, Grêmio juga mencatat dua cedera yang dapat memengaruhi laga berikutnya. Gustavo Martins mengalami benturan kepala dan harus digantikan oleh Balbuena pada menit akhir babak pertama. Balbuena sendiri kemudian menggantikan posisi pada babak kedua sebelum akhirnya diganti oleh Kannemann.
Dengan hasil 3-0 ini, Grêmio menutup agregat 5-0 dan melaju ke fase oitavas Copa do Brasil. Selanjutnya, tim akan menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan berikutnya, sementara fokus mereka tetap pada pertempuran di Brasileirão untuk keluar dari zona degradasi.
Penampilan Braithwaite yang mencetak dua gol, termasuk satu dari penalti, serta kontribusi Willian yang menambah satu gol, menjadi faktor penentu kemenangan. Luis Castro mendapatkan pujian atas keputusan taktisnya, terutama dalam menyesuaikan formasi dan memaksimalkan potensi serangan sayap.
Keberhasilan ini sekaligus memberikan dorongan moral penting bagi Grêmio, yang kini dapat mengalihkan perhatian ke pertandingan liga berikutnya melawan Bahia pada hari Minggu. Di sisi lain, Confiança harus kembali ke pelatih baru dan memperbaiki performa di liga domestik untuk menghindari risiko degradasi lebih lanjut.